{"id":278659,"date":"2024-06-12T10:03:26","date_gmt":"2024-06-12T03:03:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=278659"},"modified":"2024-06-12T10:03:26","modified_gmt":"2024-06-12T03:03:26","slug":"muhammadiyah-tarik-dana-15-triliun-dari-bsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/muhammadiyah-tarik-dana-15-triliun-dari-bsi\/","title":{"rendered":"Muhammadiyah Menarik Dana 15 Triliun dari BSI. Ada Apa Gerangan dan Bagaimana Menyikapinya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai praktisi bidang keuangan, tentu saya tidak akan mengomentari alasan Muhammadiyah melakukan penarikan dana yang begitu besar. Konon, dari berita yang beredar, PP Muhammadiyah <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/ekonomi\/2024\/06\/09\/dampak-pengalihan-dana-muhammadiyah-dari-bsi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menarik dana hingga 15 triliun<\/a> dari BSI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini jumlah yang fantastis dan sudah pasti menjadi berita besar. Nasabah sebesar PP Muhammadiyah, menarik dana yang nilainya fantastis. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut buka suara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apapun, keputusannya, pengambilan dana tersebut tentu merupakan hak prerogatif dari masing-masing nasabah. Yah, walau bumbu-bumbu dan isu perpolitikan menyelimuti isu yang sudah berkembang sejauh ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang saya soroti adalah bagaimana bisa BSI, sebuah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-sering-ditutup-tutupi-soal-bank-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lembaga keuangan perbankan syariah besar milik negara<\/a>, bisa kehilangan nasabah besar. Ibarat peribahasa tidak akan ada asap kalau tidak ada api.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang terlalu subjektif, kalau kita melihat hanya dari sudut pandang BSI saja sebagai lembaga keuangan. Namun kita harus melihat juga dari sisi nasabah, yaitu PP Muhammadiyah. Ada apa gerangan? Mari kita sikapi dari sudut pandang profesional.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menguaknya fenomena rush money<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para pembaca yang kebetulan bekerja di lembaga keuangan perbankan maupun non-perbankan tentu tidak asing dengan istilah <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/06\/15\/101100965\/apa-itu-rush-money-isu-yang-kerap-muncul-saat-kondisi-tidak-stabil?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rush money<\/a>. Ini adalah sebuah fenomena di mana nasabah secara bersama-sama menarik dananya dari lembaga keuangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, lembaga keuangan yang bersangkutan akan mengalami krisis likuiditas. Singkatnya, bahwa kegiatan operasional lembaga keuangan, baik yang perbankan maupun non adalah mengelola dana nasabah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sana yang masuk dalam berbagai produk lembaga keuangan seperti deposito, tabungan, atau instrumen keuangan lainnya, dikelola oleh bank untuk menjalankan operasional perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, akan menjadi gejolak apabila dana tersebut ditarik dalam nilai yang besar seperti yang dilakukan Muhammadiyah kepada BSI. Manakala lembaga keuangan tersebut sedang berkembang dan berekspansi namun hasil investasinya belum membuahkan hasil, disitulah gejolak dimulai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu kasus-kasus besar seperti Century, adalah bentuk gagalnya tata kelola keuangan yang baik. Namun, semua itu tergantung reputasi manajemen. Lembaga keuangan perlu membangun reputasi, agar banyak nasabah yang percaya dan mau menitipkan dana atau uang maupun hasil investasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dibutuhkan agar kondisi rush money bisa diantisipasi. Apalagi masih banyak nasabah besar lainnya yang belum menarik dananya. Ini seumpama ada satu nasabah yang menarik dana dalam bentuk besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip ini, perlu menjadi perhatian tersendiri untuk menjaga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasabah-bsi-bukan-mau-meninggalkan-bank-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kredibilitas dari sebuah lembaga keuangan<\/a> seperti BSI. Bentuk kepercayaan nasabah kayak Muhammadiyah adalah profesionalitas dan kredibilitas serta kompetensi dari lembaga tersebut untuk melakukan pengelolaan dengan baik dan benar. Sehingga, kondisi-kondisi likuiditas yang justru bisa mengancam keberadaan dan eksistensi lembaga keuangan tersebut dapat diantisipasi secara maksimal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Terjadi trust issue di kalangan nasabah secara umum setelah Muhammadiyah tarik dana 15 triliun dari BSI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi seorang nasabah, apalagi seperti Muhammadiyah, harus kritis dengan kondisi atau isu-isu terkini. Pengambilan dana dalam bentuk besar, pada hakikatnya merupakan keputusan yang telah diambil dan dipikirkan secara matang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu nasabah sudah mempertimbangkan konsekuensi dan risiko, khususnya akan pemberitaan yang ada. Nah, oleh sebab itu, sebagai nasabah yang kritis, kita tidak boleh melihat dan menyikapi hal tersebut karena ada sebuah permasalahan yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trust issue pasti akan terjadi. Bila melihat BSI, yang merupakan salah satu bank syariah terbesar milik negara, dengan kredibilitas yang mumpuni dan tentu bisa dipercaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi nasabah yang besar kayak Muhammadiyah, tentu membutuhkan pertimbangan matang dan tidak mudah terpengaruh dengan isu yang berkembang. Yang menjadi pesan dari saya adalah, apabila para pembaca yang budiman ingin melakukan sebuah investasi atau penyimpanan dana, telusuri terlebih dahulu latar belakang lembaga keuangan, baik perbankan dan non-perbankan. Menyimpan isi dapur milik sendiri, membutuhkan kepercayaan tinggi di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sudah belajar dari kasus-kasus yang berkembang sejauh ini. Sebut saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jouska-dan-ketakutan-yang-dijejalkan-kepada-para-pemuda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jiwasraya<\/a>, KSP Indosurya, KSP Sejahtera Bersama, dan lembaga keuangan bermasalah lainnya. Jadilah nasabah yang bijak dalam memahami karakteristik dari lembaga keuangan pilihan Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Abdul Rahman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-fakta-menarik-bsi-yang-mungkin-kamu-nggak-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Fakta Menarik BSI yang Mungkin Kamu Nggak Tahu<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammadiyah baru saja menarik dana senilai 15 triliun dri BSI. Kenapa PP Muhammadiyah melakukannya? Bagaimana cara menyikapinya?<\/p>\n","protected":false},"author":746,"featured_media":278765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[24603,9879,16658,17137,24606,525,24604,24605],"class_list":["post-278659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-bank-bsi","tag-bank-century","tag-bank-syariah","tag-bsi","tag-jiwasraya","tag-muhammadiyah","tag-pp-muhammadiyah","tag-rush-money"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/746"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/278765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}