{"id":278587,"date":"2024-06-10T13:13:31","date_gmt":"2024-06-10T06:13:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=278587"},"modified":"2024-06-10T13:13:31","modified_gmt":"2024-06-10T06:13:31","slug":"surabaya-belum-butuh-kereta-tanpa-rel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-belum-butuh-kereta-tanpa-rel\/","title":{"rendered":"Surabaya Belum Butuh Kereta Tanpa Rel, Mending Perbaiki Dulu Transportasi Umum yang Sudah Ada"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Autonomous Rail Rapid Transit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (ART) atau kereta tanpa rel. Proyek ini rencananya akan direalisasikan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> jika Ery Cahyadi terpilih lagi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2027 mendatang. Kabar tersebut sontak menyita perhatian banyak warga Surabaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai macam komentar terkait proyek kereta tanpa rel ini langsung bermunculan di media sosial. Saya melihat ada dua hal yang paling banyak dikomentari warga. Pertama, warga Surabaya mencurigai jika proyek ART tersebut tidak akan terealisasi atau sekedar janji Walikota semata, mengingat sebentar lagi Pilkada. Kedua, kereta tanpa rel adalah proyek ndakik-ndakik yang berpotensi mubazir lantaran hanya dibangun di pusat kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bagian dari warga Kota Pahlawan, dua opini di atas benar-benar menggambarkan apa yang saya rasakan. Saya mengerti betul kenapa netizen bisa berkomentar demikian dan lebih baik Pemkot Surabaya perlu mendengar suara-suara tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak janji terkait transportasi umum di Surabaya yang tidak terealisasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara transportasi umum, warga Surabaya sudah kenyang dengan janji manis para pemimpin. Ujung-ujungnya bisa ditebak, tidak terealisasi alias omong doang. Contoh nyatanya pada <\/span><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-timur\/d-2377949\/walikota-risma-janji-pembangunan-mrt-tak-hilangkan-ruang-hijau\"><span style=\"font-weight: 400;\">2013<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Walikota Surabaya pernah berjanji akan membangun MRT yang pada akhirnya tidak pernah terealisasi hingga kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghibur rakyat, Pemkot Surabaya kemudian mengoperasikan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Suroboyo_Bus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suroboyo Bus<\/a>. Transportasi umum ini diklaim ramah lingkungan. Itu mengapa kehadirannya sesuai dengan cita-cita Surabaya yang ingin menjadi smart city dan kota berkelanjutan yang peduli dengan keberlangsungan alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walikota berganti, janji pun berganti. Pada tahun 2020, Walikota dan Wakil Walikota terpilih kembali berjanji akan membangun<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Trem, MRY, dan LRT<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ke tiga transportasi umum tersebut juga tidak pernah terealisasi sampai hari ini. Bahkan, baru-baru ini, Walikota Surabaya, sosok yang berjanji akan membangun LRT berujar jika LRT tidak cocok untuk Kota Pahlawan. Beliau malah menjanjikan hal baru yaitu pembangunan Autonomous Rail Rapid Transit.<\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/surabaya\/read\/5614960\/eri-cahyadi-lebih-memilih-bangun-art-daripada-mrt-dan-lrt-di-surabaya-begini-alasannya\">\u00a0<\/a><\/p>\n<h2><b>Pemkot nggak serius menggarap transportasi publik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah-tengah janji besar pembangunan MRT, LRT, dan ART. Pemkot Surabaya malah membuat janji-janji lain terkait peningkatan dan maksimalisasi transportasi umum. Misal, penggunaan armada bus listrik yang ramah lingkungan. Namun, fakta dilapangan jauh dari harapan, bus listrik beroperasi tak sampai satu minggu. Armada itu kemudian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mangkrak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lagi dengan alasan yang lucu: belum ada kesepakatan tarif dan soal<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dana operasional<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau belum ada kesepakatan harga kenapa diresmikan terlebih dahulu? Itulah penyakitnya pemimpin kami di Surabaya. Seringkali mereka ini sesumbar dulu di media, supaya seluruh penduduk di muka bumi ini tahu kalau kota kami memiliki transportasi umum padahal persiapannya belum memadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat banyaknya janji terkait transportasi umum di Surabaya yang akhirnya berakhir di keranjang sampah. Rasanya wajar saja kalau banyak warga Surabaya pada akhirnya tidak percaya dengan proyek ART ini. Orang kalau keseringan diberi janji palsu, lama-lama mual juga dan akhirnya apatis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Membenahi transportasi umum yang sudah ada di Surabaya lebih masuk akal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kalian percaya jika saya katakan kalau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandara-juanda-bandara-elite-transportasi-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara Internasional Juanda Surabaya<\/a> yang merupakan salah satu bandara besar di Indonesia tidak memiliki transportasi umum yang memadai? Ada sih, bus Damri, tapi hanya beroperasi sampai pukul 9 malam, padahal operasional bandara mencapai 24 jam. Itupun busnya hanya melayani rute dari Bandara Juanda ke Terminal Purabaya (lokasi terminalnya masih masih daerah Sidoarjo).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya transportasi umum di bandara menuju pusat kota hanya satu dari sekian banyak masalah transportasi umum di Surabaya. Di Kota Pahlawan ini ada dua bus, Suroboyo Bus dan TransSemanggi, yang rute atau trayeknya hanya di pusat kota saja, tidak menjangkau seluruh wilayah Surabaya. Halte busnya hanya bagus yang lokasinya di jalan protokol, sementara halte-halte lainnya kondisinya mengenaskan sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa saya kesal sekali. Untuk apa mengeluarkan dana untuk kereta tanpa rel yang rutenya berada di pusat kota. Padahal rute-rute di dalam kota sudah dilayani oleh beberapa transportasi publik. Ujung-ujungnya, kereta tanpa rel hanya jadi proyek yang sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Transportasi umum yang penting menjawab kebutuhan warga, bukan keren-kerenan semata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, Pemkot perlu menilik kembali niat membangun transportasi umum di Surabaya. Apakah pembangunan tersebut murni menjawab kebutuhan warga atau sekadar keren-kerenan? Kok saya curiga jawabannya yang kedua ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang coba saja lihat. Warga Surabaya sebenarnya membutuhkan transportasi umum yang rutenya panjang atau menjangkau seluruh perkampungan warga. Mereka juga perlu transportasi yang lebih terintegrasi. Syukur-syukur bisa bersaing dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jakarta-bikin-orang-sadar-dan-mau-menggunakan-transportasi-publik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">transportasi umum DKI Jakarta<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimbang membangun ART, alangkah baiknya dana yang tersedia digunakan untuk memaksimalkan transportasi umum yang sudah ada. Misalnya dengan menambah rute pada Suroboyo Bus, TransSemanggi, dan juga feeder. Lalu membangun halte yang layak digunakan hingga memberikan pelatihan pada supir Suroboyo Bus dan TransSemanggi supaya tidak ugal-ugalan di jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan adalah soal pilihan. Penting bagi Pemkot Surabaya memilih mana yang benar-benar dibutuhkan warga dan mana yang sekedar keinginan pemimpin. Itu mengapa, saya harap Pemkot benar-benar bisa jernih melihat persoalan dan menemukan solusi yang lebih tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Tiara uci<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rute-trans-jogja-nggak-ramah-untuk-daerah-pelosok\/\"> <b>Rute Trans Jogja Nggak Ramah Daerah Pelosok, Memang Perlu Evaluasi dan Pembaruan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya belum butuh Autonomous Rail Rapid Transit atau kereta tanpa rel. Lebih baik, Pemkot memaksimalkan transportasi umum yang sudah ada. <\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":278601,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[889,24586,24585,405],"class_list":["post-278587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-art","tag-autonomous-rail-rapid-transit","tag-kereta-tanpa-rel","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/278601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}