{"id":278350,"date":"2024-06-08T11:16:38","date_gmt":"2024-06-08T04:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=278350"},"modified":"2024-06-08T11:16:38","modified_gmt":"2024-06-08T04:16:38","slug":"saatnya-kecamatan-gedangan-pisah-dari-sidoarjo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saatnya-kecamatan-gedangan-pisah-dari-sidoarjo\/","title":{"rendered":"Kacaunya Perempatan Gedangan Bukti Pemkab Sidoarjo Tak Serius Bekerja. Bisa Jadi Alasan Kecamatan Gedangan Memisahkan Diri dari Kabupaten"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang Sidoarjo pasti sudah kenal perempatan brengsek di Kecamatan Gedangan. Ya, siapa saja yang setiap hari melewatinya pasti sepakat dengan julukan \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-gedangan-titik-kemacetan-di-sidoarjo-yang-biadab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tempat Wisata Ngetest Mental<\/a>\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi semrawut sebuah perempatan yang bertahun-tahun tak dibenahi ini malah jadi bahan seru bagi beberapa konten kreator lokal Sidoarjo dan Surabaya. Entah siapa yang mengawalinya, tapi yang paling konsisten ngonten tentu saja Mas Pepeng dengan tagar #Tuweknangdalan. Coba saja cek akun Instagram @pep3ng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten-konten sarkas seputar perempatan Gedangan milik Mas Pepeng selalu bisa menghibur, bahkan bikin netizen \u201cnggegek\u201d (tertawa terbahak-bahak). Sayangnya, isu ini akhirnya ya cuma jadi konten. Jangan harap Pemkab terasa kalau dicubit warganya. Harap maklum, pemkab memang \u201cTebal Muka\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gedangan itu sebenarnya tak cuma perempatan. Gedangan itu sebuah kecamatan yang letaknya sangat strategis, padat penduduk produktif, dan di sana juga ada Mie Gacoan, McD hingga Starbuck.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan provinsi yang tak jadi prioritas pemkab<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Raya Gedangan adalah jalan provinsi. Artinya, jalan raya ini menjadi akses yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten. Jadi, seharusnya, menjadi prioritas Pemkab Sidoarjo. Alasan pengendara banyak yang ngawur bikin ruwet perempatan itu salah besar! Pengendara itu ngawur karena tidak ada marka dan aturan lalu lintas yang jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lampu lalu lintas yang mengatur perempatan ini jelas-jelas tidak diatur untuk mengurai kemacetan. Pekerjaan Dishub dan polisi lalul intas memang lebih menantang sejak jalan frontage Gedangan difungsikan. Tapi mestinya, ya dihadapi tantangannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau masih belum mampu mengubah sistem lampu lalu lintas, paling tidak ada polisi lalu lintas dan Dishub yang rela berdiri di Jalan Gedangan untuk mengatur jalan. Bukan lantas dibiarkan apa adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa mungkin karena dana yang tak cukup untuk memprioritaskan jalan raya Gedangan? Tidak mungkin! Kecamatan Gedangan itu kaya karena menjadi wilayah industri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari 300 pabrik berada di wilayah kecamatan Gedangan. Misalnya, ada Maspion dan New Era. Jangan kaget kalau melewati perempatan Gedangan jam berapa saja pasti ketemu truk Alfamart dan Indomaret yang sialnya, ugal-ugalan. Maklum, gudang pusat mereka memang berada di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gudang-gudang besar di wilayah Kecamatan Gedangan juga tak main-main. Mulai dari gudang produk garmen branded, hingga gudangnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-nggak-menyesal-membeli-honda-vario-125-2013\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">motor dan mobil Honda<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, seharusnya Pemkab Sidoarjo menyadari kalau Kecamatan Gedangan menyumbang pajak dalam jumlah besar. Jadi, seharusnya, perempatan Gedangan dan terutama pengaturan lalu lintas menjadi perhatian utama. Jangan terus-terusan menjadikan pengguna jalan yang ugal-ugalan sebagai tameng kemalasan petugas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lagi-lagi kena PHP bupati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, Kecamatan Gedangan itu salah satu kecamatan kaya. Makanya, kalau miskin, tak mungkin 3 bupati Sidoarjo <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jatim\/hukum-dan-kriminal\/d-7296204\/nasib-3-bupati-sidoarjo-terjerumus-korupsi-win-hendarso-hingga-gus-muhdlor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">berturut-turut kena ciduk KPK<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bupati pertama yang ketahuan korupsi adalah Win Hendarso. Dia ditangkap KPK karena terbukti korupsi uang kas daerah mencapai Rp2,3 miliar. Selanjutnya ada Saiful Ilah, terbukti atas suap pengadaan infrastruktur sejumlah Rp600 juta. Terbaru, dia juga terbukti mendapatkan keuntungan hingga Rp44 miliar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu ada Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor, yang maju menjadi cabup Sidoarjo secara independen. Tadinya, dia adalah harapan baru bagi warga Sidoarjo. Rencana pembangunan flyover yang sudah lama jadi wacana akhirnya terwujud, pembangunan jalan frontage sepanjang jalan Waru hingga Gedangan juga terealisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru saja menjadi harapan baru Sidoarjo, khususnya warga Kecamatan Gedangan, eh Gus Muhdlor kena ciduk KPK. Dia ditangkap karena memotong dana ASN mencapai Rp2,7 miliar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warga selalu kena PHP. Makanya, Sidoarjo itu kayak kabupaten autopilot dan akan gitu-gitu aja entah sampai kapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sidoarjo sebaiknya merelakan Kecamatan Gedangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma pabrik dan gudang yang bertebaran di wilayah Kecamatan Gedangan. Perumahan kelas menengah juga banyak, salah satunya milik Jaya Land. Jaya Land adalah pengembang besar yang sudah menguasai perumahan di wilayah Gedangan sejak 1997. Sampai detik ini, Jaya Land masih terus membangun perumahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi faktanya, Jalan Raya Gedangan masih tetap ruwet, gersang, dan macet. Sepertinya Pemkab lupa kalau memiliki Gedangan. Daripada tidak dianggap, mengapa tidak sekalian saja Kecamatan Gedangan dilepaskan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andaikan saja, seluruh pendapatan mulai dari parkir, PPN, pajak industri dan semua pajak wilayah dikelola sendiri oleh Kecamatan Gedangan. Daerah ini mungkin akan lebih maju dari Sidoarjo. Misalnya menjadi kota baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, yang cocok untuk menjadi wali kota pertama adalah Mas Pepeng. Ada 15 desa di Kecamatan Gedangan yang siap kapan saja menghadapi perubahan. Saya yakin warga siap mandiri!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rina Widowati<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-gedangan-sidoarjo-menguji-mental-saking-macetnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perempatan Gedangan Sidoarjo, Perempatan yang Menguji Mental Pengendara Saking Macetnya<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo seperti tidak pernah serius mengurus Kecamatan Gedangan. Makanya, mungkin ini saatnya memisahkan diri dan memilih jadi kota sendiri.<\/p>\n","protected":false},"author":2605,"featured_media":278395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24559,2501,10928,24558,24560,20572,944],"class_list":["post-278350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gedangan-sidoarjo","tag-jawa-timur","tag-kabupaten-sidoarjo","tag-kecamatan-gedangan","tag-mas-pepeng","tag-perempatan-gedangan","tag-sidoarjo"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2605"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=278350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/278350\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/278395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=278350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=278350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=278350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}