{"id":27798,"date":"2020-02-20T12:00:35","date_gmt":"2020-02-20T05:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=27798"},"modified":"2020-02-20T15:37:17","modified_gmt":"2020-02-20T08:37:17","slug":"halo-semuanya-belanja-ruu-apa-kita-hari-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/halo-semuanya-belanja-ruu-apa-kita-hari-ini\/","title":{"rendered":"Halo Semuanya, Belanja RUU Apa Kita Hari Ini?"},"content":{"rendered":"<p>Pagi ini, lapak Cak Sukin, tukang sayur langganan di kompleks, agak lebih ramai dari biasanya. Bukan, bukan karena harga cabai hari ini turun. Bukan juga karena kepiting telur akhirnya sedang musim. Melainkan, karena ibu-ibu sekompleks lagi \u201cpanas\u201d.<\/p>\n<p>\u201cGimana sih ini berita makin hari makin nggak ada yang bener!\u201d sambat Bu RT, dari rumah nomor empat. \u201c<em><i>Aku muangkel, kok iso iku lho, RUU Ketahanan Keluarga <\/i><\/em><em><i>mbelgedhes model <\/i><\/em><em><i>ngono<\/i><\/em>!\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, aku juga kemarin dapet dari grup sebelah\u2026 Tapi nggak <em><i>mudeng<\/i><\/em>, itu aslinya apaan toh?\u201d sahut Mbak Tin, rewangnya Bu Indah dari nomor delapan.<\/p>\n<p>\u201cHalah, <em><i>yo ngono iku<\/i><\/em>\u00a0lho, Mbak. Katanya biar ketahanan keluarga kuat, ya dimulainya dari keluarga. Jadi setiap keluarga di Indonesia <em><i>kudu setrong<\/i><\/em>, biar bisa ikut\u00a0memperkuat negara, gitu!\u201c jelas Bu RT.<\/p>\n<p>\u201cKok nggak nyambung? Apa hubungannya keluarga sama negara?\u201d Susi, pemilik jasa <em><i>laundry<\/i><\/em>\u00a0kiloan, ikut nimbrung.<\/p>\n<p>\u201cYa sebetulnya memang ada hubungannya, kalau keluarga harmonis, \u2018kan memang kualitas masyarakat jadi lebih baik. Ortu hepi, anak hepi, suami istri hepi, nggak pengin korupsi, nggak pengin maling, nggak pengin <em><i>nggasak uwong<\/i><\/em>&#8230; Lha, masalahnya, <em><i>emange sing nggarai negoro rusak iki mek goro-goro keluarga nggak<\/i><\/em> harmonis?!\u201d gas Bu RT lagi.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Prosoku malah akehan duit korupsine pejabat ketimbang duit colongan begal<\/i><\/em>\u2026,\u201d gumun Mbak Tin yang langsung disambut picingan mata Bu RT.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Ojo ngono<\/i><\/em>, aku <em><i>yo itungane<\/i><\/em>\u00a0pejabat <em><i>masiya<\/i><\/em>\u00a0level RT, Bos\u2026\u201d protesnya, membuat Mbak Tin cengar-cengir.<\/p>\n<p>\u201cKatanya, suami istri harus menikah karena saling cinta? Hare gene ngomongin cintaaa? <em><i>Emang urip koyok<\/i><\/em>\u00a0drama Koriyah?!\u201d <em><i>senggreng<\/i><\/em>\u00a0Bu Ninik tiba-tiba, yang gosip-gosipnya memang sedang tidak akur dengan suaminya karena masalah orang ketiga.<\/p>\n<p>\u201cMereka tuh sok-sokan ngurusin cinta, padahal kalau ada korban perkosaan malah disuruh kawin sama pemerkosanya. Kan <em><i>gendheng<\/i><\/em>!\u201d <em><i>paido<\/i><\/em>\u00a0Bu RT lagi.<\/p>\n<p>Memang Bu RT ini semacam bandar curhat ibu-ibu sekaligus sering mendampingi kalau ada yang jadi korban kekerasan. Ya maklumlah, perannya memang harus bisa mengayomi warga. Untungnya, Bu RT juga betulan peduli akan nasib kaumnya, tidak seperti para anggota DPR yang malah <em>kicep<\/em> ketika RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dibahas dan malah menggagas RUU Ketahanan Keluarga.<\/p>\n<p>\u201cLha iya, jadi inget grebekan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/negara-nggak-usah-sok-asyik-ngurusin-urusan-ranjang-dengan-main-grebek-deh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Satpol PP<\/a> tempo hari. <em><i>Ha, yo lapooo ngurusi wong liyo<\/i><\/em>! <em><i>Wong palingo petugas-petugase yo senengane cek-in, saking ae wes janjian karo konco-koncone ndi hotel sing arep digrebek, dadi wes apal<\/i><\/em>!\u201d celathu Susi. Konon, dia pernah punya mantan pacar petugas dinas yang kemudian ia pegat karena ketahuan selingkuh dengan salah satu PSK yang kena razia.<\/p>\n<p>\u201cSoal istri wajib ngurus rumah tangga juga gitu. Lha, rumah tangga itu kan kerja sama, suami dan istri bareng. <em><i>Rabine ae bareng, moso sing ngurus malah istri tok<\/i><\/em>. Terus suami <em><i>mek butuh nggenjot wayah bengi tok<\/i><\/em>? Iiih, <em><i>nehi<\/i><\/em>!\u201d Bu Ninik urun <em>paido<\/em> lagi, tanpa menyadari Susi dan Bu Ninik yang sikut-sikutan mendengarnya.<\/p>\n<p>\u201cTerus yang kayak keluarga Pak Indra itu gimana, coba? Istrinya kan kerja kantoran, sementara Pak Indra lulusan perhotelan, masakannya enak, tapi sejak kecelakaan jadi buka warung sendiri di rumah sambil <em><i>ngopeni<\/i><\/em>\u00a0anak. Lha, <em><i>ngono iku yok opo<\/i><\/em>? Mosok kudu buyar, padahal mereka juara bertahan keluarga teladan di kampung kita,\u201d <em><i>gerundel<\/i><\/em>\u00a0Bu RT.<\/p>\n<p>\u201cItu kok ngawur banget berarti ya, RUU-nya? <em><i>Opo mereka nggak isin dewe pas nyusun<\/i><\/em>?\u201d tanya Mbak Tin sambil milih-milih ikan laosan.<\/p>\n<p>\u201cSejak kapan sih pejabat punya malu?\u201d cibir Susi kalem. Kali ini Bu RT diam.<\/p>\n<p>\u201cAku juga <em><i>asline nggumun.<\/i><\/em>\u2026\u201d Mendadak Cak Sukin buka suara, mengagetkan ibu-ibu yang lupa ada laki-laki itu di tengah mereka.<\/p>\n<p>\u201cKemarin dibilang katanya laki-laki sebagai kepala keluarga harus bisa bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga\u2026 Lha, <em><i>aku iki kerjoane kan yo ngene iki to<\/i><\/em>. Kalau dibilang cukup, meleset sedikit aja juga udah nggak dapet untung<em><i>. Opo maneh nek ibu-ibu ngerti, sing senengane nawar-nawar rego iku tuego-tego<\/i><\/em>! Lhah, aku aja kulakan di Pasar Gede kadang nggak bisa dapet kortingan, masih aja ditawar <em><i>rong ewu telu<\/i><\/em>! <em><i>Padane aku dodolan peniti ae<\/i><\/em>\u2026\u201d<\/p>\n<p>\u201cHilih, malah sambat\u2026,\u201d gumam ibu-ibu.<\/p>\n<p>\u201cYa maksudku, kalau istriku cuma ngurusi rumah tangga, nggak kerja di warungnya Bu Haji, kerjaanku juga nggak mungkin nyukupi kebutuhan sekolah sama makannya anak-anakku. Jangankan mikirin cinta, nggak TBC gara-gara ngeliat tagihan bulanan aja udah syukur-syukur. <em><i>Wong<\/i><\/em>\u00a0BPJS <em><i>ae yo mundhak<\/i><\/em>,\u201d Cak Sukin melanjutkan sambatan.<\/p>\n<p>Ibu-ibu jadi iba, rupanya RUU Ketahanan Keluarga nggak cuma merugikan perempuan seperti mereka, tapi juga para suami yang penghasilannya belum mampu mencukupi.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Sing aku penasaran, iku lho<\/i><\/em>\u2026 <a href=\"https:\/\/tirto.id\/bonding-15-menit-tentang-gay-bdsm-dan-topeng-sosial-dPwA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">BDSM<\/a> <em><i>iku opo to<\/i><\/em>?\u201d tanya Mbak Tin polos.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Iku nganuuu\u2026 Wong sing senengane nek kenthu karo gepuk-gepukan<\/i><\/em>,\u201d sahut Bu RT tenang. Mbak Tin langsung terbelalak.<\/p>\n<p>\u201cHah, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/laki-laki-juga-bisa-jadi-korban-kekerasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">KDRT<\/a> maksudnya, Bu?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBeda, kalau KDRT itu, kasusnya ya memang disiksa secara sepihak. Yang senang dan merasa puas yo cuma satu orang. Yang lainnya <em><i>nelongso<\/i><\/em>. Tapi kalau BDSM, ya memang bisa jadi sama-sama mau, sama-sama menikmati. Urusan kasur itu kan selera masing-masing to, selama nggak merugikan pihak lainnya itu tadi,\u201d jelas Bu Ninik, yang ternyata sudah melek juga.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Oalah yo, wong kelon kok malah karo gelut iki opo enake to<\/i><\/em>,\u201d geleng Mbak Tin.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Sing penting padha senenge<\/i><\/em>, daripada yang satu <em><i>mekso<\/i><\/em>, yang lain <em><i>nelongso<\/i><\/em>. Kayak kata mbak-mbak penyuluhan tempo hari itu lho. Seks tanpa persetujuan itu termasuk pe-mer-ko-sa-an, <em><i>masiya wes rabi<\/i><\/em>!\u201d ingat Bu Ninik.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Lha iyo, wong bojoku nek pas njaluk hohohihe tapi aku lagi kepegelen mari umbah-umbah yo tak kongkon ngene lah<\/i><\/em>!\u201d sahut Susi sambil memeragakan gerakan kepalan tangan naik-turun, disambut gelak ibu-ibu.<\/p>\n<p>\u201c<em><i>Ha yowes timbang nggumuni urusan kasur, mending ndang mborong sayurku to, Buuuk. Selak aku dipenjara dianggep melanggar undang-undang karena tidak bisa menafkahi keluarga iki lho<\/i><\/em>!\u201d sungut Cak Sukin yang sudah berdiri hampir sejam, mengingatkan para pembelinya bahwa hari menjelang siang dan mereka harus bergegas sebelum mata ikan-ikan semakin keruh menyerupai kondisi negara ini.<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/nil\/ulasan\/pojokan\/apa-itu-ruu-pertahanan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Apa Itu RUU Pertahanan Keluarga? Saya Baca Draftnya Agar Anda Tidak Perlu Melakukannya<\/a>\u00a0<b><\/b>atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/inez-kriya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Inez Kriya<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu-ibu yang belanja di Cak Sukin jadi iba, rupanya RUU Ketahanan Keluarga nggak cuma merugikan perempuan, tapi juga para suami yang penghasilannya belum mampu mencukupi.<\/p>\n","protected":false},"author":561,"featured_media":27809,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5392,1086,5403,3333],"class_list":["post-27798","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bdsm","tag-kdrt","tag-ruu-ketahanan-keluarga","tag-ruu-pks"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27798","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/561"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27798"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27798\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27798"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27798"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27798"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}