{"id":277620,"date":"2024-06-01T11:08:08","date_gmt":"2024-06-01T04:08:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=277620"},"modified":"2024-06-01T11:08:08","modified_gmt":"2024-06-01T04:08:08","slug":"dosen-pembimbing-sifat-buruk-skripsi-dan-lulus-jadi-lama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-sifat-buruk-skripsi-dan-lulus-jadi-lama\/","title":{"rendered":"Jadi Sulit dan Lama Lulus Setelah Bertemu Dosen Pembimbing yang Punya Kebiasaan Buruk Selama Bimbingan Skripsi"},"content":{"rendered":"<p><em>Dosen pembimbing dengan 4 sifat buruk ini selalu menghambat skripsi. Mahasiswa jadi lama lulus dan frustasi.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasuk kuliah itu susah, tapi keluarnya lebih susah\u201d Pada mulanya, saya sedikit bingung dengan maksud dari quotes tidak inspiratif tersebut. Hingga akhirnya, ketika sudah menjadi \u201cmahasiswa tua\u201d, saya lebih bisa memahami arti di baliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, di dunia perkuliahan, proses masuk (baca: seleksi) memanglah sulit. Namun, proses keluarnya (baca: mengerjakan skripsi) jauh lebih susah. Ada saja hal yang menjadi penghambat impian saya untuk secepat mungkin dapat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fungsi-alternatif-jubah-dan-toga-wisuda-biar-nggak-sia-sia-udah-dibeli-tapi-cuma-dipake-sekali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengenakan toga<\/a> dan berfoto dengan rektor. Salah satunya adalah dosen pembimbing yang terkadang, melakukan berbagai tindakan menyebalkan. Apa sajakah itu?<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Dosen pembimbing Kurang Memeriksa Substansi Tulisan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama skripsian, tentu saya harus bimbingan bersama dosen pembimbing. Selama itu, harus mengerjakan skripsi sesuai tenggat. Secara bertahap, dosen pembimbing akan memberikan komentar. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-minta-revisi-skripsi-hard-copy-itu-merepotkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Setelah itu, ada yang namanya revisi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama proses itu, ada satu kebiasaan buruk yang bikin saya kesal. Pasalnya, ada dosen pembimbing yang cuma memeriksa aspek-aspek kebahasaan. Misalnya, penggunaan ejaan, konjungsi, tanda baca, dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya paham, hal-hal itu memang penting. Namun, ada aspek lain yang lebih vital, yaitu substansi skripsi. Menurut saya, analisis yang saya tulis lebih penting untuk mendapat perhatian ketimbang berhenti di aspek kebahasaan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis dan substansi adalah bagian yang menjadi penentu apakah skripsi saya layak atau tidak. Maka dari itu, jujur saja, faktor yang satu ini cukup menjadi concern tersendiri bagi saya selama menjalani bimbingan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Terlalu banyak bercerita selama bimbingan skripsi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dosen Pembimbing yang malah cerita nggak jelas ketika bimbingan. Bukannya fokus membimbing dan memeriksa skripsi, mereka lebih sibuk \u201cpamer\u201d pengalaman hidup. Saya nggak butuh itu semua karena jatuhnya menghabiskan waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bermaksud untuk menjadi mahasiswa yang tidak sopan karena nggak mau mendengarkan. Tetapi ayolah, saya yakin ada waktu lain yang lebih tepat untuk ngobrol nggak jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak dari kebiasaan buruk ini adalah durasi bimbingan terhadap skripsi jadi berkurang. Pada akhirnya, saya tidak mendapatkan input yang bermanfaat. Menit demi menit yang berharga malah habis untuk cerita nggak berguna untuk saya. Nanti kalau skripsi saya jelek, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-gagal-kuliah-di-ugm-dan-saya-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa juga yang disalahkan<\/a>.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Tidak konsisten dengan usulannya sendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa itu butuh bimbingan. Kami butuh solusi atas hambatan selama mengerjakan skripsi. Misalnya, kami butuh arahan untuk menyelesaikan kendala di bagian latar belakang, pertanyaan penelitian, subbab, atau apa saja, deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, ada dosen yang terkadang tidak konsisten dengan usulannya sendiri. Sebagai contoh, saya pernah stuck menentukan manfaat penelitian dari skripsi saya. Dosen Pembimbing memberikan sebuah usulan yang tentu saja saya terima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama kemudian, saya sungguh terkejut ketika dosen pembimbing malah mengkritik bagian dari skripsi, yang berasal dari usulannya sendiri. Padahal, saya menuliskan kalimat demi kalimat sama persis seperti omongannya. SAMA PERSIS. KATA DEMI KATA. Lantas, mengapa dia masih menganggap bagian tersebut perlu direvisi? Aneh banget.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Dosen pembimbing terlalu terburu-buru<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak suka buru-buru ketika melakukan sesuatu. Saya takut tidak maksimal, misalnya, ketika mengerjakan skripsi. Sayangnya, ada saja dosen pembimbing yang tidak masuk akal ketika menetapkan deadline. Jadi, ketika mahasiswa lain masih sibuk di latar belakang, saya harus sudah bisa mengerjakan bagian analisis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bilang ini keliru. Namun, sebagai mahasiswa, saya lebih suka jika skripsi saya dilakukan secara perlahan, tapi pasti. Tidak masalah jika harus menghabiskan waktu 1 bulan untuk bagian yang sama, tetapi hasilnya memuaskan dan nihil revisi. Yang penting skripsi saya selesai tepat waktu. Menurut saya ini lebih cerdas, ketimbang\u00a0 mengerjakan banyak hal tapi pada ujungnya akan berbalik ke bagian awal guna melakukan perbaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah artikel singkat saya ada saja kelakuan dosen pembimbing yang <a href=\"https:\/\/edukasi.okezone.com\/read\/2016\/06\/17\/65\/1418221\/ini-penyebab-mahasiswa-lama-lulus-kuliah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menghambat kelulusan mahasiswa<\/a>. Saya akan selalu mengingat jasa mereka. Mau gimana, mereka membeli ilmu baru dan berguna. Namun, kalau boleh memberi saran. Kurang-kurangi sikap atau kebiasaan yang nggak berguna seperti yang saya jelaskan di atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-skripsi-yang-sebaiknya-dihindari-mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak sebab mahasiswa butuh waktu lama untuk lulus kuliah. Salah satunya ketemu dosen pembimbing dengan sifat buruk. Skripsi jadi lama!<\/p>\n","protected":false},"author":1696,"featured_media":277721,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[21918,964,1116,24498,236,24499,4264],"class_list":["post-277620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-dosbing","tag-dosen-killer","tag-dosen-pembimbing","tag-dosen-pembimbing-killer","tag-skripsi","tag-ta","tag-tugas-akhir"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1696"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=277620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/277721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=277620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=277620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=277620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}