{"id":277008,"date":"2024-05-25T10:00:29","date_gmt":"2024-05-25T03:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=277008"},"modified":"2024-05-26T20:41:07","modified_gmt":"2024-05-26T13:41:07","slug":"drama-korea-yang-isinya-karakter-jahat-dan-ceritanya-seru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-korea-yang-isinya-karakter-jahat-dan-ceritanya-seru\/","title":{"rendered":"5 Drama Korea yang Isinya Karakter Jahat Semua, tapi Ceritanya Bikin Ketagihan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menonton drama Korea atau drakor jadi hiburan populer saat ini. Ada banyak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-menyebut-7-istilah-genre-drama-dalam-bahasa-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">genre drama Korea<\/a>, mulai dari romance, komedi, hingga horor. Apapun genre-nya sebuah drama Korea biasanya memiliki karakter-karakter sentral yang saling berseberangan perangainya, protagonis dan antagonis. Memang drama korea dibuat seperti itu demi alur cerita yang semakin menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, semakin ke sini, kian banyak drakor yang tidak lagi menggunakan ramuan protagonis-antagonis dalam ceritanya. Ada lho drakor yang rata-rata isinya tokoh antagonis yang saling mengakali satu sama lain. Kisah beragam manusia dengan pribadi bobrok seperti ini ternyata nggak kalah seru. Mungkin karena semakin mendekati realita sehari-hari ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Drakor <em>The Penthouse<\/em> yang mencapai 3 musim\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahta tertinggi drakor dengan karakter culas diduduki oleh <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-korea-the-penthouse-war-in-life-nggak-masuk-akal-dan-bikin-kesal-sekaligus-ketagihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Penthouse<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Drama korea ini bahkan membutuhkan tiga musim untuk memecahkan sebuah kasus kematian seorang gadis yang melibatkan rahasia kotor setiap tokoh. Demi mengungkap kebenaran, ibu kandung dari gadis tersebut rela membuang hati nuraninya dan tega memanfaatkan kelemahan orang lain yang disebutnya sahabat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lingkaran dendam yang tak berujung terus memicu aksi berdarah. Akibatnya, anak-anak turut menjadi korban demi memuluskan rencana licik setiap pemeran. Boleh dibilang, seri televisi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Penthouse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sukses mencontohkan gambaran para penghuni neraka. Penghabisan nyawa, pengkhianatan, dan perundungan seakan sudah menjadi makanan sehari-hari dalam kehidupan mereka.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 <em>The Escape of the Seven\u00a0<\/em>yang mennghabiskan kesabaran penonton<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlahir dari tangan penulis dan sutradara yang sama dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Penthouse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, peringkat ke dua drakor yang dapat membuat penontonnya terus mengumpat adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Escape of The Seven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Maka dari itu, tidak mengherankan jika di awal penayangan, orang akan merasa keduanya memiliki vibes yang serupa. Mulai dari intro drama yang megah dan mengintimidasi hingga kemunculan sejumlah aktor utamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor yang diadaptasi dari sebuah novel ini mengisahkan tentang tujuh orang dewasa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ambisi pribadi mendorong mereka untuk menghalalkan segala cara, sekalipun itu harus membuat tangan berlumuran darah. Senada dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Penthouse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, benang merah sisi gelap ketujuh tokoh tersebut adalah seorang gadis yang dinyatakan hilang secara misterius.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 <em>Sky Castle<\/em>, drama Korea tentang keserakahan dan kesombongan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirip dengan dua drama sebelumnya, S<em>ky Castle<\/em> juga menawarkan cerita tentang keserakahan dan kesombongan para orang dewasa yang berbuntut pada kematian seorang gadis remaja. Bedanya, kemewahan yang diperoleh para tokoh tidak bersumber dari usaha konglomerasi, melainkan kepintaran otak yang mengantarkan mereka pada berbagai pekerjaan prestisius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesi yang disegani itu membuahkan hasil berupa hak untuk tinggal di kawasan pemukiman elit beserta segala fasilitasnya. Tidak mau kehilangan semua kenikmatan duniawi tersebut, para orangtua memaksa anak mereka untuk mencapai prestasi akademis setinggi mungkin walaupun harus berbuat curang. Drama ini seakan membuktikan bahwa kecerdasan intelektual tidak selalu disertai dengan kepribadian yang terpuji.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 <em>The World of the Married<\/em> adaptasi dari <em>Doctor Foster<\/em><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berawal dari sebuah pengkhianatan dalam rumah tangga, kehidupan sepasang suami istri yang tadinya tampak sempurna dari luar berubah menjadi medan peperangan antar keduanya. Hidup lebih dari kata berkecukupan serta memiliki karier yang sukses nyatanya tidak menjamin Lee Tae Oh akan setia terhadap istrinya, Ji Sun Woo. Sialnya, perselingkuhan Lee Tae Oh didukung pula oleh teman-teman dekat kedua pasutri itu dengan bersikap merahasiakan hubungan terlarang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyadari dirinya telah dibodohi oleh rekan-rekan yang dipercayainya, Ji Sun Woo lantas bertekad membalas semua perbuatan mereka. Tidak ada lagi kata teman dalam kamus kehidupan Ji Sun Woo sejak saat itu. Walaupun drakor yang diadaptasi dari serial televisi Inggris berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doctor Foster<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini tidak terlalu ekstrim dan mengumbar darah, tapi sikap manipulatif masing-masing pemeran cukup membuat siapapun yang menonton geregetan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Battle for Happiness penuh konflik yang rumit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca judulnya saja penonton sudah tahu kalau <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/03\/13\/170000065\/mengenal-genre-makjang-dalam-drama-korea?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">drakor makjang<\/a> yang satu ini jelas-jelas berniat menyuguhkan pertikaian dengan konflik rumit. Memanfaatkan sifat manusia yang haus validasi, serial ini mengangkat topik yang sangat relate dengan kehidupan masyarakat saat ini. Premisnya terbilang kekinian yakni kultur era digital di mana seseorang berkompetisi menciptakan image sukses dan bahagia melalui platform media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor yang diangkat dari sebuah novel ini masih setia mengemukakan persaingan penuh intrik antar kalangan berduit. Sedihnya, nyawa seseorang pun kemudian menjadi tumbal. Alur kisah ini seolah menyindir bagaimana budaya masyarakat dalam bersosial media cukup memprihatinkan, terlepas dari status dan latar belakang yang dipunya. Buktinya, tidak sedikit orang awam maupun pesohor yang kehilangan nyawa akibat tingkah polah warganet yang kurang bijak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drama Korea yang isinya karakter jahat semua ini mengingatkan saya pada ungkapan dalam bahasa Latin \u201chomo homini lupus\u201d. Artinya, manusia merupakan serigala bagi manusia lain. Setiap manusia boleh jadi bertindak oportunis dan mengedepankan kepentingan pribadi. Kadang kala, ego tersebut memprovokasi mereka untuk berlaku terlalu jauh dan menikam sesamanya. Ungkapan dalam bahasa Latin itu benar-benar ditangkap dengan apik dalam drakor-drakor di atas dengan alur yang seru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis:<\/span> Paula Gianita Primasari<span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-korea-hasil-remake-drama-negara-tetangga-yang-gagal\/\"><b>5 Drama Korea Hasil Remake Drama Negara Tetangga yang Gagal Total, Mending Nonton Versi Aslinya<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa drama korea yang isinya karakter jahat dan ceritanya tetap seru, seperti The Penthouse dan Battle for Happiness.<\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":277010,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[158,1307,1293,24417],"class_list":["post-277008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-antagonis","tag-drakor","tag-drama-korea","tag-protagoni"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=277008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277008\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/277010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=277008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=277008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=277008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}