{"id":276945,"date":"2024-05-26T19:43:47","date_gmt":"2024-05-26T12:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=276945"},"modified":"2024-05-26T19:43:47","modified_gmt":"2024-05-26T12:43:47","slug":"perempatan-gedangan-sidoarjo-menguji-mental-saking-macetnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-gedangan-sidoarjo-menguji-mental-saking-macetnya\/","title":{"rendered":"Perempatan Gedangan Sidoarjo, Perempatan yang Menguji Mental Pengendara Saking Macetnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempatan Gedangan Sidoarjo salah satu titik yang terkenal di kalangan penduduk Kota Sidoarjo dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suhu-surabaya-yang-panas-bikin-kapok-warga-daerahnya-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya<\/a>. Bukan karena keindahannya, tempat ini lebih dikenal sebagai mimpi buruk bagi mereka yang kerap wara-wiri Surabaya-Sidoarjo. Macet perempatan Gedangan Sidoarjo benar-benar di luar nalar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedikit gambaran untuk kalian yang belum tahu, perempatan ini adalah pertemuan antara 3 jalan yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Ketajen, dan Jalan Raya Sukodono. Nggak heran kalau segala jenis kendaraan menumpuk di titik ini. Termasuk, truk-truk besar karena di daerah ini memang banyak industri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau perempatan Gedangan Sidoarjo sudah macet, perlu waktu cukup lama untuk mengurainya. Kalau sedang apes, perlu waktu lebih dari 1 jam untuk lolos dari perempatan satu ini. Seperti yang terjadi pada Januari 2024 yang lalu, penutupan flyover Juanda membuat simpang empat ini macet brutal. Benar-benar definisi tua di jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa sangat wajar kalau pengguna jalan banyak yang sambat ketika melewati jalan ini. Saya nggak ngada-ngada, coba saja saja kalian cari di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-nggak-ramah-bagi-orang-yang-buta-arah-mata-angin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google Maps,<\/a> perempatan Gedangan Sidoarjo, hasil yang keluar adalah \u201cPerempatan Gedangan (Wisata Untuk Ngetest Mental)\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu coba tengok kolom komentar, sangat menggambarkan keluhan pengguna jalan. Salah satu testimoni yang menyita perhatian saya, \u201cPerempatan tempat dimana Dajjal keluar di akhir zaman, semua energi jahat berkumpul disini, sangat tidak baik bagi jasmani dan rohani\u201d. Sekilas memang lucu, tapi kalau dicerna baik-baik sepertinya pengirim komentar itu sudah benar-benar muak dengan simpang empat yang satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah ada upaya dari Pemkot untuk mengurai kemacetan perempatan Gedangan Sidoarjo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah Kota (Pemkot) Sidoarjo sebenarnya sudah menyadari persoalam ini dan tidak tinggal diam. Banyak upaya sudah dilakukan selama 10 tahun terakhir untuk mengurai kemacetan di perempatan Gedangan Sidoarjo. Mulai dari mengatur ulang persimpangan sampai perbaikan infrastruktur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembangunan Jalan Frontage Aloha Gedangan menjadi salah satu proyek besar untuk mengurai simpang ini. Setelah diresmikan, proyek ini membawa dampak positif. Namun, upaya itu ternyata belum cukup untuk mengatasi kemacetan sudah terlanjur akut dan kebanyakan didominasi kendaraan pribadi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Trans Jatim belum ampuh mengurangi kendaraan pribadi\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, demi mengurangi volume kendaraan pribadi, pemerintah provinsi Jawa Timur turun tangan dengan meluncurkan moda transportasi umum Trans Jatim pada 2022. Sesuai namanya, transportasi ini bertujuan untuk menghubungkan seluruh wilayah Jawa Timur. Saat ini, rute koridornya kebanyakan berfokus pada daerah Arglomerasi Gerbangkertosisula, termasuk rute Surabaya-Sidoarjo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, sebagai orang Surabaya, Trans Jatim membangkitkan harapan saya yang sudah lama terpendam. Berharap Surabaya dan kota sekitarnya punya transportasi umum terintegrasi seperti di wilayah<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/8-salah-paham-yang-kerap-terjadi-terkait-jabodetabek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Jabodetabek<\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi ini sebenarnya cukup baik, hanya saja belum berdampak signifikan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Apalagi kendaraan yang melintas di perempatan Gedangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak masyarakat enggan menggunakan moda transportasi ini karena minimnya feeder yang mengimbangi. Orang-orang kalau sudah sampai di halte bis, ujung-ujungnya harus pesan gojek untuk sampai ke tempat tujuan. Sangat tidak praktis. Jam ketepatan waktu dari Trans Jatim juga masih jadi dikeluhkan oleh penggunanya. Untuk yang mau berangkat kerja atau berangkat sekolah, jelas sulit bergantung dengan Trans Jatim.<\/span><\/p>\n<h2><b>Commuter Line KAI nasibnya serupa Trans Jatim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rute commuter line Surabaya-Sidoarjo yang disediakan KAI pun bernasib mirip dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Trans_Jatim#:~:text=Trans%20Jatim%20adalah%20sistem%20layanan,di%20Jawa%20Timur%20seperti%20Gerbangkertosusila.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Jatim<\/a>. Keberadaan commuter lline ini sebenarnya sudah tepat, apalagi tiketnya sangat murah. Namun, transportasi feeder-nya hampir tidak ada. Masalah ini diperparah dengan minimnya opsi stasiun tempat pemberhentian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Surabaya sendiri, commuter line hanya berhenti di 3 stasiun besar, yaitu Pasar Turi, Gubeng, dan Surabaya Kota. Otomatis warga-warga di pinggiran kota seperti saya tidak terakomodir kebutuhannya karena jarak ke stasiun terdekat sangat jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, solusi-solusi yang dilakukan pemerintah belum membuahkan hasil yang memyuaskan.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Patokannya gampang. Selama Perempatan Gedangan Sidoarjo masih macet, maka belum selesai urusan ini. Memang sih solusinya sejauh ini sudah menuju kejalan yang benar, tapi mbok ya dipercepat gitu lho. Mau sampai kapan perempatan ini menguji mental pengendara yang hendak melintas?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lamongan-nggak-punya-transportasi-umum-layak-warga-repot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Jangan Hidup di Lamongan kalau Nggak Punya Kendaraan Pribadi, Transportasi Umum Nggak Bisa Diharapkan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemacetan perempatan Gedangan Sidoarjo menguji mental. Pemkot sudah melakukan berbagai upaya sebenarnya, hanya belum kelihatan hasilnya. <\/p>\n","protected":false},"author":2008,"featured_media":277142,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20572,18728,944],"class_list":["post-276945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-perempatan-gedangan","tag-perempatan-gedangan-sidoarjo","tag-sidoarjo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=276945"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/277142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=276945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=276945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=276945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}