{"id":276762,"date":"2024-05-25T08:15:49","date_gmt":"2024-05-25T01:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=276762"},"modified":"2024-05-25T08:15:49","modified_gmt":"2024-05-25T01:15:49","slug":"mie-gacoan-di-medan-berdosa-bikin-saya-sangat-kecewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-gacoan-di-medan-berdosa-bikin-saya-sangat-kecewa\/","title":{"rendered":"Dosa Mie Gacoan di Kota Medan setelah Mengurangi Jatah Saus yang Krusial bagi Rasa Mie dan Dimsum Mereka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie Gacoan adalah salah satu bisnis kuliner yang melejit tinggi di Indonesia. Salah satu buktinya adalah banyaknya cabang di berbagai kota. Salah satunya adalah daerah tempat saya tinggal, yaitu Kota Medan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie Gacoan memiliki banyak peminat karena menyediakan banyak variasi menu dengan rasa bersaing. Kelebihan ini berhasil memikat para penikmat karbitan korban berita viral maupun penikmat alami yang tergugah atas rasa sajian yang gurih dengan paduan manis secara bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, gerai Mie Gacoan di mana saja selalu ramai. Butuh perjuangan ekstra untuk sabar mengantre. Saya, sebagai penikmat mie, tentu tidak pantang menyerah mendapatkan mie dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jastip-mie-gacoan-bisnis-yang-jelas-cuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dimsumnya yang lezat<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lainnya yang membuat saya jatuh cinta dengan Mie Gacoan ada pada saus sambalnya yang manis dan gurih. Cita rasa saus bangkok yang nikmat, dipadu dengan menu yang ada, menjadi salah satu alasan outlet ini menjadi pilihan favorit untuk menghilangkan rasa lapar. Akan tetapi, kenikmatan tersebut sirna setelah manajemen menerapkan kebijakan baru. Ini \u201cdosa\u201d yang membuat saya kecewa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan yang saya maksud adalah mengurangi jatah saus. Bagi saya, ini agak mengurangi kenikmatan menyantap menu-menu Mie Gacoan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Makan mie tanpa saus itu kurang nikmat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penyuka saus, jujur saya agak kecewa. Menikmati varian mie di Mie Gacoan itu wajib pakai saus. Makan mie tanpa saus itu kurang nikmat. Bagaikan makan roti tanpa selai. Bisa dimakan, tetapi tidak nikmat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak mengerti dengan kebijakan Mie Gacoan ini. Semakin sukses kok semakin pelit, ya. Saya tahu kalau suas yang disuguhkan bukan saus biasa dan murahan. Mereka memakai saus bangkok yang tentunya memiliki harga lebih tinggi. Tetapi, nggak gitu juga caranya berdagang!\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengalaman buruk yang saya alami<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu kali, saya makan di salah satu outlet Mie Gacoan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-balap-vs-mie-gomak-manakah-sarapan-mie-yang-worth-it-di-kota-medan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Medan<\/a>. Saat itu, saya makan bersama teman-teman. Kami memesan 2 porsi mie beserta 3 porsi dimsum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti biasa, 2 porsi mie keluar duluan, menyusul kemudian minuman, dan dimsum. Nah, ketika menu dimsum sampai di meja kami, pelayan hanya memberikan 2 buah saus dalam bentuk saset. Padahal, sebelumnya, Mie Gacoan menyuguhkan saus dalam mangkuk kecil dan bebas ambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMbak, sausnya minta lagi, ya. Kurang kalau segini,\u201d pinta saya kepada pelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf, Kak. Untuk saus sekarang kita dibatasi ya untuk menu dimsum saja dan hanya dapat 1 per menu dimsum,\u201d balas sang pelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLah kok gitu, Mbak? Bukannya dulu bebas ambil, ya?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak, Mbak, sudah berubah ya, terima kasih.\u201d Si pelayan hendak meninggalkan meja, tapi saya langsung menjawab, \u201cKalau gitu, Mbak, saya harusnya dapat 3 dong, kan dimsum saya 3.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik, Mbak, akan saya ambilkan lagi.\u201d Dia buru-buru dan balik lagi hanya membawa 1 saset saus dengan bungkus putih berlogo Mie Gacoan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan coba. Tiga menu dimsum baru bisa dapat 3 saus? Terus menu mie nggak dihitung?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kebijakan yang nggak bisa saya pahami dari Mie Gacoan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum puas mendapat jawaban, saya lantas bertanya ke supervisor yang sedang mengatur antrean di depan. Beliau menjawab kalau yang dapat saus cuma order dimsum. Untuk mie, jika ingin pedas, bisa menentukan level. Saya nggak bisa memahami kebijakan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan jika ingin pedas bisa menentukan level memang lumayan masuk akal. Namun, jawaban itu tidak bisa membuat saya memahami kebijakan pengurangan saus. Bagaimana jika ada orang yang tidak ingin terlalu pedas, tetapi <a href=\"https:\/\/bisnis.solopos.com\/namanya-diubah-ini-daftar-menu-makanan-mie-gacoan-terbaru-dan-harganya-1542342\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kurang puas jika memesan level 2<\/a>? Kan dia lalu menambahkan saus untuk mencari sedikit rasa pedas supaya pas? Jadi, saus adalah hal krusial. Tolong, dong, Mie Gacoan jangan mengurangi jatah saus pembeli!<\/span><\/p>\n<h2><b>Seperti tidak memikirkan porsi yang dipesan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya, kalau mau membuat kebijakan, harus memikirkan porsi makanan yang dipesan oleh pelanggan. Bayangin, ada 3 potong dimsum dalam 1 porsi. Gimana kalau 1 potong saja sudah menghabiskan 1 saset saus. Apalagi saus saset begitu isinya sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman buruk kedua terjadi saat saya memesan Mie Gacoan melalui aplikasi. Saat itu, saya memesan 10 porsi dimsum. Alangkah menyedihkan karena saya hanya mendapat 3 saset saus. Jadi, maksudnya, saya harus beli saus sendiri di minimarket atau makan dimsumnya aja tidak pakai saos?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak mengkonsumsi saus melebihi takaran pada umumnya. Tapi, 3 saset saos untuk 30 potong dimsum? Gila aja!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dear Mie Gacoan, sebaiknya kalian kembalikan saja kebijakan penggunaan saus di outlet seperti dahulu. Bisa jadi, ada banyak pelanggan yang tidak secara natural menyukai makanan Anda. Makanya, bagi mereka, saus Anda adalah bumbu penikmat yang membuat banyak pengunjung bertahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga masukan saya dapat diterima. Salam penikmat Mie Gacoan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Siti Muslihah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mi-gacoan-di-kediri-itu-overrated\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mie Gacoan di Kediri Itu Overrated, Teksturnya Kering dan kalau Dingin Langsung Jadi Pabrik Minyak<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dear Mie Gacoan, sebaiknya kalian kembalikan saja kebijakan penggunaan saus seperti dahulu. Jangan bikin kecewa pelanggan setia, dong!<\/p>\n","protected":false},"author":74,"featured_media":277022,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[24418,23889,20511,10110,24420,24419],"class_list":["post-276762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-dimsum-mie-gacoan","tag-gacoan","tag-kota-medan","tag-mie-gacoan","tag-mie-gacoan-medan","tag-saus-mie-gacoan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/74"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=276762"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276762\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/277022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=276762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=276762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=276762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}