{"id":276618,"date":"2024-05-22T13:38:04","date_gmt":"2024-05-22T06:38:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=276618"},"modified":"2024-05-25T08:06:47","modified_gmt":"2024-05-25T01:06:47","slug":"jogja-nggak-istimewa-setelah-saya-merantau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-nggak-istimewa-setelah-saya-merantau\/","title":{"rendered":"Pandangan Saya Terhadap Jogja Berubah Setelah Merantau, Ternyata Kota Ini Nggak Istimewa Amat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah hidup dan tinggal berpuluh-puluh tahun di Jogja, saya meyakini bahwa tanah kelahiran ini memang punya keistimewaan sendiri. Belum lagi, romantisasi media yang menyatakan bahwa kota ini spesial karena murahnya biaya hidup, kota kebudayaan, sampai warganya yang penuh unggah-ungguh. Saya jadi cinta buta terhadap kota kelahiran sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semua itu berubah ketika kenyataan menampar saya. Ya, pada kenyataannya, selama ini saya nggak pernah beranjak akibat kecintaan buta itu tadi. Saya jadi seperti \u201ckatak dalam tempurung\u201d. Ah, betapa polosnya saya. Saya bahkan selalu menolak dengan keras segala ulasan yang mengatakan bahwa Jogja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-darurat-sampah-monumen-ketidakbecusan-pemerintah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sedang nggak baik-baik saja<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntungnya, saya punya kesempatan untuk mengeksplor dan keluar dari zona nyaman. Saya merantau untuk bekerja dan melihat sisi lain dunia. Setelah saya pikir-pikir, ternyata Jogja nggak seistimewa itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biaya hidup sama saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah siapa yang memulai, dan saya pun awalnya meyakini, branding biaya hidup murah itu sudah nempel banget. Setelah merantau ke beberapa daerah, ternyata pengeluarannya segitu-segitu, alias sama saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, UMR Jogja itu kurang manusiawi. Bayangkan saja. Kalian punya pengeluaran yang nggak beda jauh dengan kota-kota besar lainnya. Kemudian, jam kerja harian juga sama. Tapi, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/umr-jogja-harus-naik-drastis-tidak-bisa-tidak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hasil jerih payah yang kita hasilkan benar-benar berbeda jauh<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua terasa nggak adil karena saya nggak bisa menabung ketika bekerja dan diupah sesuai UMR Jogja. Berbeda halnya ketika saya coba peruntungan di kota lain. Saya masih bisa menyisihkan sedikit untuk menabung. Kalau di Jogja? Hasil kerja keras sekadar untuk menyambung hidup saja. Ya memang pahit, tapi kenyataannya memang seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-nggak-istimewa-setelah-saya-merantau\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Jangan cinta buta sama Jogja.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Nggak mungkin langsung nrimo ing pandum<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin banyak pembaca ber-KTP Jogja yang mulai mendidih dan berargumen bahwa saya kurang bersyukur. Justru apa yang saya rasakan setelah ke tanah rantauan membuat saya mengimplementasikan langsung \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-pacaran-di-jogja-yang-sungguh-nrimo-ing-pandum\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nrimo ing pandum<\/a>\u201d sesuai versi saya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluar dari kota ini membuat saya punya pemikiran baru. Menurut saya, bagaimana kita bisa \u201cnrimo\u201d sesuatu, jika hasilnya nggak sesuai dengan apa yang seharusnya kita dapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya justru setuju dengan konsep \u201cnrimo ing pandum\u201d. Tapi mbok ya jangan sepolos itu dalam meyakininya. Jangan juga serta-merta kita langsung menerima ketika hasil kerja keras kita dihargai murah oleh pemangku kebijakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, fasilitas umum Jogja yang kurang diperhatikan juga kita normalisasi dan percayakan pada pemerintah. Kalau ada yang kurang sesuai, mbok ayo kita suarakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita tetap tanamkan unggah-ungguh dan falsafah \u201cnrimo ing pandum\u201d tapi dengan cara yang lebih tepat. Jangan mau pasrah dan menerima kalau apa yang kita dapatkan nggak sesuai dengan hak. Bagaimana bisa kita tetap \u201cnrimo ing pandum\u201d ketika perut keroncongan, jalan berlubang-lubang, atau harga tanah yang semakin tak terjangkau?<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Jogja sendiri semakin terpinggirkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Romantisasi Jogja justru semakin melenggangkan para investor luar untuk masuk dan mengeksploitasi kekayaan. Bagaimana nggak, mereka bisa invest dalam skala yang besar dan mempekerjakan warga asli dengan biaya sekecil-kecilnya. Belum lagi, para warganya juga menerima dengan keadaan tersebut. Sungguh surga bagi para investor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah begitu, warga asli yang akhirnya kena dampaknya. Orang yang punya kantong lebih tebal bisa dengan bebas memanfaatkan hal tersebut. Lambat laun, keistimewaan Jogja bakal luntur karena orang aslinya saja punya kesempatan yang kecil untuk terlihat di permukaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota kebudayaan semakin bergeser. Tata kota nggak diperhatikan. <a href=\"https:\/\/yogyakarta.kompas.com\/read\/2023\/04\/10\/145827278\/penyebab-harga-tanah-di-diy-mahal-karena-jadi-tujuan-pensiun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warganya sendiri semakin terpinggirkan<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang saya rasakan selama merantau mungkin nggak 100% valid. Tapi ya membuka mata saya bahwa sebenarnya Jogja nggak begitu istimewa. Justru karena rasa cinta tanah kelahiran sendiri, saya merasa perlu mengajak untuk tetap bersuara ketika terdapat sesuatu yang nggak sesuai. Kalau setiap mengkritik masih ada suara \u201cKTP ngendi?\u201d, ya siap-siap saja Jogja makin nggak beranjak kemana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tabungan-rp20-juta-usia-25-tahun-umr-jogja-nggak-relate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dulu, saya pernah cinta buta terhadap Jogja. Namun, cinta itu luntur dan berubah setelah saya merantau. Kota ini nggak se-istimewa itu.<\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":276828,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[17456,24400,115,18164,6094,24401],"class_list":["post-276618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-highlight","tag-investor-jogja","tag-jogja","tag-nrimo-ing-pandum","tag-umr-jogja","tag-umr-jogja-kecil"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=276618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/276618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/276828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=276618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=276618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=276618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}