{"id":275915,"date":"2024-05-14T11:23:16","date_gmt":"2024-05-14T04:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=275915"},"modified":"2024-05-14T11:31:17","modified_gmt":"2024-05-14T04:31:17","slug":"penderitaan-mahasiswa-jurusan-psikologi-yang-jarang-diungkapkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penderitaan-mahasiswa-jurusan-psikologi-yang-jarang-diungkapkan\/","title":{"rendered":"3 Penderitaan Mahasiswa Jurusan Psikologi yang Jarang Diungkapkan"},"content":{"rendered":"<p><em>Sebenarnya mahasiswa jurusan Psikologi juga menderita, tapi jarang diungkapkan aja.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi siswa SMA, jurusan Psikologi merupakan salah satu jurusan favorit, terutama buat mereka yang memilih rumpun ilmu sosial dan humaniora. Peminatnya setiap tahun selalu membludak apalagi di PTN favorit seperti UI, UGM, dan Unair. Alasan kenapa banyak yang memilih jurusan ini kebanyakan nggak jauh-jauh dari dua hal, mau rawat jalan atau menyembuhkan luka pengasuhan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, fenomena masyarakat kita juga ikut membantu memopulerkan pamor jurusan ini. Sekarang sudah cukup banyak orang yang melek soal isu-isu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/kesehatan-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesehatan mental.<\/a> Buktinya, sudah banyak yang bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">self-diagnose <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kena gangguan mental dan dijadikan alasan untuk kabur dari tanggung jawab. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Healing, healing, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hilang. Hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang sudah telanjur <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nyemplung <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menekuni ilmu ini, otomatis ada stereotip yang menancap. Orang-orang langsung menganggap mahasiswa jurusan Psikologi sebagai dukun. Mentang-mentang belajar soal kejiwaan, dikiranya kami bisa membaca pikiran orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu kejadian yang masih saya ingat saat diterima sebagai mahasiswa jurusan Psikologi Unair lewat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/murid-pintar-gagal-snbp-snbt-serta-ditolak-8-kampus-favorit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalur SBMPTN (sekarang SNBT)<\/a>. Ketika beritanya tersebar, teman sekelas saya berkata, \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ayo Rief, wocoen pikiranku. Latihan o dhisik.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d Heran, padahal kuliah saja belum, lho, baru juga diterima. Namun setelah berhasil mengkhatamkan jenjang S-1, ternyata dianggap sebagai dukun masih belum ada apa-apanya dibanding penderitaan yang lain.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Mahasiswa jurusan Psikologi selalu dianggap tahu segalanya tentang manusia<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, mahasiswa Psikologi selalu dianggap paling tahu soal seluk-beluk perilaku manusia. Sering kali kami ditanyai mengenai penyebab fenomena sehari-hari. Mulai dari pertanyaan umum seperti kenapa orang bisa stres sampai pertanyaan yang ranahnya pribadi. Kalau sudah begini, nggak jarang obrolannya berubah jadi sesi konsultasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya nggak ada yang salah. Momen-momen seperti ini bisa mempertajam pemahaman mahasiswa jurusan Psikologi di bangku kuliah karena melatih kami menjelaskan teori-teori ilmiah ke dalam bahasa sehari-hari. Pertanyaan seperti ini juga membuat ilmu kami berguna di dunia nyata. Jadi nggak cuma jadi bahan diskusi di kelas dan menguap begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, sering kali pertanyaannya itu terlampau ngeselin. Biasanya kalau ada berita aneh muncul, kami selalu dihujani pertanyaan. Misalnya waktu ramai kasus Lucinta Luna. Teman-teman saya banyak yang bertanya kenapa sih kok ada orang operasi ganti kelamin terus bikin sensasi di mana-mana. Mampus. Gimana coba menjawab pertanyaan seperti itu? Apalagi kalau sudah ada imbuhan, \u201cGimana kalau menurut psikologi?\u201d Makin kesal rasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini ya, kalian harus paham kalau setiap orang itu unik. Buat menjelaskan sebuah perilaku saja nggak jarang harus dilakukan analisis mendalam. Mulai dari kepribadian sampai pola keseharian seseorang. Jadi memang prosesnya lama dan susah. Mana bisa sekali lihat langsung paham.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Dipaksa jadi orang bijak<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mentang-mentang belajar psikologi, mahasiswa jurusan Psikologi sering dianggap sebagai orang bijak. Setiap ada permasalahan sulit, khususnya terkait konflik hubungan antar-teman, kami selalu dimintai nasihat. Tak jarang juga tugas menyelesaikan masalah tadi malah dipindahtugaskan kepada kami karena dianggap paling ahli menangani hal semacam ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan lebih parah kalau yang sedang berkonflik mahasiswa Psikologi itu sendiri dengan orang lain. Setiap ada yang nggak senang dengan perilaku kami, mereka bisa dengan santai bilang, \u201cPadahal kamu lebih paham ilmunya, lho, kok kamu malah kayak gitu?\u201d Semua yang dilakukan jadi serba salah di mata orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya membenarkan perilaku buruk. Tapi, mahasiswa jurusan Psikologi juga manusia biasa yang nggak luput dari kesalahan. Jangan sedikit-sedikit minta wejangan. Memangnya kami ini ulama? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Wong <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/dokter\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dokter<\/a> yang belajar kesehatan juga masih bisa sakit, kok!<\/span><\/p>\n<h2><strong>#3 &#8220;Kalau nggak jadi psikolog, palingan kerja sebagai HR,&#8221; begitu kata orang-orang<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stereotipe ini sebetulnya paling ngeselin sekaligus yang paling mendekati kenyataan. Buat yang belum tahu, di jurusan Psikologi ada banyak sekali peminatan atau pendalaman ilmu. Di <a href=\"https:\/\/psikologi.unair.ac.id\/s1\/#:~:text=Wajib%20Peminatan%20terbagi%20menjadi%204,Organisasi%2C%20Psikologi%20Klinis%20danKesehatan%20Mental.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Airlangga<\/a> sendiri waktu dibagi menjadi 4 peminatan, yaitu psikologi sosial, psikologi pendidikan dan perkembangan, psikologi industri dan organisasi, dan psikologi klinis. Kalau ditekuni dengan serius, keempat peminatan ini punya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">output <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">karier yang berbeda-beda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, orang lain taunya kami ini kalau kerja ya paling cocok sebagai HR. Banyak sekali curhatan teman-teman saya yang katanya saat ini kerja nggak sesuai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">passion<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan saat melamar kerja, diterimanya ya di divisi HR meskipun nggak punya sama sekali pengalaman magang atau pendalaman ilmu di bidang industri dan organisasi. Alhasil, istilah \u201cujung-ujungnya HR\u201d pun muncul dan sering jadi bahan bercandaan kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari penderitaan yang dialami mahasiswa jurusan Psikologi, nyatanya nggak membuat saya menyesal memilih jurusan ini. Ilmunya betulan terpakai di kehidupan sehari-hari dan bisa dipakai membantu banyak orang. Tak seperti beberapa jurusan kuliah lain yang baru terpakai kalau sudah kerja di posisi spesifik dengan bidangnya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-jurusan-psikologi-itu-enaknya-nggak-ketulungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kuliah di Jurusan Psikologi Itu Enaknya Nggak Ketulungan<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sangka mahasiswa jurusan Psikologi juga bisa menderita seperti mahasiswa jurusan lainnya. Tapi jarang diungkapkan saja.<\/p>\n","protected":false},"author":2008,"featured_media":275968,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[19463,921,34,241],"class_list":["post-275915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jurusan-psikologi","tag-kampus","tag-mahasiswa","tag-psikologi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}