{"id":275777,"date":"2024-05-13T14:39:58","date_gmt":"2024-05-13T07:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=275777"},"modified":"2024-05-13T14:42:44","modified_gmt":"2024-05-13T07:42:44","slug":"drama-korea-hasil-remake-drama-negara-tetangga-yang-gagal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-korea-hasil-remake-drama-negara-tetangga-yang-gagal\/","title":{"rendered":"5 Drama Korea Hasil Remake Drama Negara Tetangga yang Gagal Total, Mending Nonton Versi Aslinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini drama Korea alias drakor terkenal sebagai serial yang menghadirkan kisah-kisah fresh dan inovatif. Kenyataannya, banyak drakor yang sebenarnya mengadaptasikan karya yang sudah ada sebelumnya. Contohnya dari<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-webtoon-lokal-yang-wajib-dibaca-saat-senggang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> webtoon<\/a>, novel, hingga serial negara tetangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor yang diproduksi ulang alias remake dari karya yang sudah ada kerap dibanding-bandingkangkan. Apalagi kalau karya yang di-remake berada dari negara luar Korea Selatan, pasti lebih menyita perhatian. Penonton juga nggak segan-segan menjatuhkan label lebih buruk atau lebih baik dibanding film aslinya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara berbagai drakor remake, ada beberapa drakor ini dinilai gagal total oleh para penonton:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1\u00a0 A Time Called You drakor yang nggak sesuai ekspektasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Drakor yang dibintangi oleh Ahn Hyo Seop, Jeon Yeo Been, dan Kang Hoon ini adalah remake dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-cina-di-mata-pencinta-drama-korea-episodenya-banyak-waktu-tayangnya-gaib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">serial Taiwan<\/a> berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Someday or One Day<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Versi aslinya mampu mencuri perhatian seluruh dunia. Bahkan, bukan hanya serialnya yang dicintai banyak penonton, melainkan OST-nya juga dapat tempat spesial di hari. Walaupun cuma ending song, lagu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Miss You 3000<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah banyak dinyanyikan ulang oleh penyanyi dari berbagai negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Someday or One Day<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebut<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> A Time Called You jelek<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Alasan pertama karena detail pembawaan karakter yang sangat berbeda dan nggak sesuai ekspektasi. Kedua, pemeran utama prianya disebut kurang bisa membawakan suasana juga.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Drama korea A Love So Beautiful versi low budget dari drama asli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perdana tayang era pandemi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Love So Beautiful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan drakor hasil remake dari serial China dengan judul sama. Sebagian penonton yang menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Love So Beautiful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Korea lebih seperti versi low budget dari serial originalnya. Kata mereka, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Love So Beautiful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Korea kayak main-main. Bukannya upgrade malah downgrade.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemeran utama wanitanya juga dinilai terlalu tua untuk memerankan anak SMA. Walaupun wajahnya memang baby face, tapi aura dewasanya tetap nggak bisa ditutupi dengan keimutan sedemikian rupa. Gara-gara hal itu, penonton merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Love So Beautiful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Korea cringe karena maksain banget. Selain itu, banyak adegan legend dari versi China yang malah nggak ditayangkan di versi Korea.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 God of Study naskahnya kurang sempurna<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sutradara drama Korea remake yang satu ini sukses menyabet penghargaan Best New Director pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baeksang Arts Awards 2010.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Namun, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">God of Study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (berjudul lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Master of Study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) masih saja disebut produk gagal. Versi orisinalnya yang berasal dari Jepang dengan judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Sakura<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diklaim jauh lebih bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dragon Sakura<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melarang orang lain untuk menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">God of Study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Alasannya karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">God of Study<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti serial yang nggak komplit meski punya 16 episode. Ini karena naskahnya yang kurang sempurna. Selain itu, beberapa karakternya nggak jelas dan kemampuan aktingnya kurang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Boys Over Flowers belum bisa menyaingi <em>Meteor Garden<\/em><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah ada banyak negara yang mencoba melakukan remake dari manga sekaligus dorama Jepang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hana Yori Dango<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keluaran tahun 1995 ini. Boys <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Over Flower<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tercatat berada di nomor sebelas setelah Jepang dan Taiwan di urutan negara yang pernah melakukan remake sesuai linimasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, versi remake dari Taiwan yang bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meteor Garden<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jauh lebih populer dan membekas. Mustahil ada generasi X dan milenial yang nggak kenal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meteor Garden<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hana Yori Dango <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meteor Garden <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boys Over Flower<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya menang visual aktor sementara ceritanya flop. Kedua serial pendahulunya juga tampak totalitas sekali menunjukkan kekayaan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/f4-adalah-cinta-pertama-yang-tak-terlupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> F4<\/a>-nya, sementara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boys Over Flowers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terkesan nanggung. Semakin menuju akhir, semakin terasa pula bahwa drakor ini seakan kekurangan budget untuk menyamai serial orisinalnya. Di samping itu, F4 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boys Over Flowers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak kerasa tengil dan gesreknya sehingga kurang seru.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Drama Korea <em>Moon Lovers\u00a0<\/em>cuma jual cast<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moon Lovers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang begitu terkenal itu pun tak luput dari kritik. Drakor yang satu ini memang memproduksi ulang drama China berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Bu Jing Xin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ternyata di mata para penonton, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moon Lovers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masih kurang dibanding drama aslinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton serial aslinya mengungkapkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moon Lovers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan gagal seandainya nggak dibintangi sama aktris dan aktor yang populer-populer itu. Soalnya naskah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Moon Lovers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> banyak yang rumpang dan kurang persiapan. Selain itu, pakaian yang dikenakan para pemeran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moon Lovers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibilang tampak murahan. Belum lagi kualitas serial ini diperparah dengan ending-nya yang menggantung itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popularitas drama Korea saat ini memang jauh mengungguli drama China, Taiwan, maupun Jepang. Tapi,\u00a0 kalau bicara soal remake, ternyata drakor masih perlu banyak perbaikan. Semoga saja drakor remake dari <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Go_Ahead_(seri_televisi)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Go Ahead<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> serial China terpopuler tahun 2020 yang kini tengah menjadi perbincangan itu nggak akan mengikuti keapesan lima drakor di atas ya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/drama-korea-terburuk-sepanjang-tahun-2023\/\"><b>5 Drama Korea Terburuk Sepanjang Tahun 2023<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Drama korea hasil remake yang dinilai gagal ada A Time Called You,  A Love So Beautiful, God of Study, Boys Over Flowers, dan Moon Lover.<\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":275867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[1307,15977,13566,1293,24315,13190,959],"class_list":["post-275777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-drakor","tag-drama-cina","tag-drama-jepang","tag-drama-korea","tag-drama-remake","tag-drama-taiwan","tag-korea-selatan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}