{"id":275696,"date":"2024-05-13T16:24:21","date_gmt":"2024-05-13T09:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=275696"},"modified":"2024-05-13T16:31:38","modified_gmt":"2024-05-13T09:31:38","slug":"perpustakaan-ui-mengecewakan-karena-hal-hal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perpustakaan-ui-mengecewakan-karena-hal-hal-ini\/","title":{"rendered":"Alasan Saya Kecewa dengan Perpustakaan UI, Jam Operasional Nggak Jelas hingga Koleksi Ilang-ilangan"},"content":{"rendered":"<p><em>Perpustakaan UI akan jadi tempat yang menyenangkan kalau hal-hal ini diperbaiki.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya dan kebanyakan mahasiswa lain, perpustakaan sudah seperti rumah kedua, apalagi kalau tugas sedang banyak-banyaknya. Saya sendiri sedang mengerjakan tugas di perpustakaan karena lebih mudah fokus. Selain itu, lebih mudah apabila perlu mengakses <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-buku-yang-harus-kamu-baca-biar-lebih-kritis-sama-situasi-terkini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">referensi buku<\/a> atau bacaan lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang mahasiswa UI (Universitas Indonesia), saya patur berbagangga karena perpustakaan kami punya koleksi yang lengkap. Bahkan, perpustakaan bernama Crystal of Knowledge itu digadang-gadang menyimpan hingga 1,5 juta koleksi. Benar-benar fasilitas penunjang yang benar-benar bisa diandalkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain perpustakaan Crystal of Knowledge, saya juga lumayan sering mengerjakan tugas di perpustakaan fakultas. Ukurannya memang lebih kecil dan koleksinya tidak selengkap perpustakaan pusat. Namun, jarak perpustakaan ini lebih dekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada persamaan antara perpustakaan UI Crystal of Knowledge dan perpustakaan fakultas. Keduanya sama-sama banyak cobaannya, mulai dari petugas baperan, buku yang tidak ada di tempat yang semestinya, hingga jam buka yang nggak jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Jam buka perpustakaan UI yang nggak jelas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya lumayan kesal dengan jam buka perpustakaan di UI yang agak tidak jelas. Di laman resminya, perpustakaan pusat Crystal of Knowledge seharusnya tutup pada pukul 18.00 WIB. Sementara itu, perpustakaan fakultas saya seharusnya tutup pada pukul 19.00 WIB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat awal-awal masuk UI, saya senang mengetahui jam operasional perpustakaan UI sampai sore menuju malam hari. Ternyata saya terlalu polos, saat pertama kali menghabiskan waktu di perpustakaan, saya baru menyadari tidak bisa lama-lama menghabiskan waktu di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, jam operasional perpustakaan UI sampai pukul 18.00 WIB, hanya saja sejak pukul 17.00 WIB petugas sudah siap-siap menutup layanan perpustakaan. Di jam-jam itu, loket peminjaman buku sudah ditutup dan lampu-lampu sudah dimatikan. Bahkan, mahasiswa biasanya sudah diusir dari perpustakaan sejak pukul 16.00 WIB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal menjengkelkan dari jam operasional perpustakaan UI adalah terlalu mepet dengan jadwal kelas sore. Asal tahu saja, kelas sore paling lambat selesai pada pukul 16.30 WIB. Dengan kata lain, mahasiswa tidak memungkinkan meminjam buku setelah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tipe-mahasiswa-unik-yang-bisa-ditemukan-di-kelas-sore\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kelas sore<\/a>. Terlalu terburu-buru.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Jam buka perpustakaan fakultas sesuai mood penjaga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jam buka perpustakaan fakultas lebih lucu lagi. Tidak seperti perpustakaan UI pusat, jam tutupnya tergantung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mood<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> petugas. Jadi, biasanya kalau ada rencana menyelesaikan kerjaan di sana, saya berdoa dulu, semoga hari ini petugasnya sedang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">good mood.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, perpustakaan fakultas selalu tutup sekitar pukul 16.00-17.00 WIB. Lalu, jam tutupnya direvisi jadi pukul 19.00-20.00 WIB. Namun, jadwal itu nggak berlaku karena ujung-ujungnya tetap tergantung mood petugas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mood petugas sedang baik, biasanya perpustakaan dibuka hingga malam. Kalau mood sedang buruk, perpustakaan biasanya tutup pada pukul 16.00-17.00 WIB. Kadang ditutup total, kadang yang ditutup hanya lantai atas dan yang lantai bawah tetap dibuka. Pokoknya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">random<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> aja gitu, deh. Beberapa teman saya pernah menjadi korban kegalakan petugas perpustakaan fakultas yang mengusir mereka dan mematikan lampu secara paksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya tidak peduli perpustakaan mau tutup jam berapa. Namun, kalau misalnya memang harus tutup lebih awal, mengapa jarang sekali ada pengumuman terlebih dahulu? Atau mengapa tidak sekalian saja revisi jam tutupnya di laman resmi, biar kami mahasiswa tidak kena PHP?<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Buku tidak berada di tempatnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah kedua yang sering saya alami adalah \u201chilangnya\u201d buku yang sedang dicari. Di perpustakaan pusat ataupun perpustakaan fakultas, buku yang kita inginkan bisa dicari nomornya terlebih dahulu melalui situs resmi. Jika sudah menemukan nomor panggil, kita tinggal melacak rak yang dimaksud dan mencari buku tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, kedengarannya memudahkan. Namun, ada kalanya buku yang dicari tidak ada di rak. Ini menyebalkan sekali. Sudah susah-susah mencatat nomor panggil, pas dicari malah tidak ada. Mana lagi butuh banget. Bahkan, terkadang buku yang kita cari ternyata sudah keduluan dipinjam oleh orang lain. Padahal, tulisannya di situs masih \u201ctersedia\u201d alias belum diperbarui.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Server perpustakaan UI sering kacau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui, server situs perpustakaan di UI masih sering kacau. Saya pernah meminta tolong <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-perpustakaan-gampanglah-cuman-nata-buku-aja-kan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">petugas perpustakaan<\/a> mencarikan buku yang saya mau karena sistemnya sedang down. Mas-mas penjaga juga ikut angkat tangan. Lha, masak saya harus mencari satu-satu di antara 1,5 juta koleksi? Kalau begitu sampai saya lulus S1 juga nggak bakal ketemu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-server\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">server<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> rusak, sinyal di dalam perpustakaan juga sering macet-macet. Di depan ruang koleksi, tersedia banyak komputer yang seharusnya bisa dipakai untuk mengakses laman pencarian nomor panggil. Namun, apa daya, di antara berderet-deret komputer yang tersedia, yang bisa digunakan hanya 1 atau 2 komputer saja. Itupun tergantung dengan sinyal internet sedang bagus atau tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpustakaan sebagai tempat mahasiswa memperkaya literasi dan menyelesaikan tugas perkuliahan, seharusnya dapat dioptimalkan dengan baik agar siswa juga betah berlama-lama di sana. Ironisnya, makin ke sini, saya merasa bahwa fungsi perpustakaan di UI bukan untuk memperkaya literasi, tetapi untuk menguji kesabaran. Benar-benar perlu banyak perbaikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dinar Maharani Hasnadi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-admin\/post.php?post=275603&amp;action=edit&amp;message=10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gagal Masuk Unair dan Berujung Kuliah di UINSA: Tidak Menyesal, toh Hidup Masih Baik-baik Aja<\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perpustakaan UI memang punya koleksi yang lengkap, sayang jam operasionalnya nggak jelas, buku ilang-ilangan, dan sever sering kacau.<\/p>\n","protected":false},"author":2500,"featured_media":275884,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[24319,6402,24318,196,12428],"class_list":["post-275696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-crystal-of-knowledge","tag-perpustakaan","tag-perpustakaan-ui","tag-ui","tag-universitas-indonesia"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2500"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}