{"id":275636,"date":"2024-05-11T07:57:30","date_gmt":"2024-05-11T00:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=275636"},"modified":"2024-05-12T14:13:44","modified_gmt":"2024-05-12T07:13:44","slug":"semarang-menyimpan-bakso-paling-unik-di-ngaliyan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-menyimpan-bakso-paling-unik-di-ngaliyan\/","title":{"rendered":"Bakso Bang Sodiq, Bakso Paling Laris di Ngaliyan Semarang yang Menjadi Penyangga Lidah Kaum Proletar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saat pertama kali merantau ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berkendara-dari-ngaliyan-ke-mranggen-di-siang-hari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ngaliyan<\/a> Semarang, salah satu teman yang merupakan warga asli langsung menyarankan saya untuk mengunjungi gerobak bakso Bang Sodiq. Entah apa alasan utamanya. Namun yang pasti, ada tiga kalimat pendek yang ia lontarkan: \u201cBakso paling murah. Yang paling enak. Yang paling nyeni.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan benar saja, sebagai perantau golongan proletar, saya cukup bersyukur bisa mencicipi hingga akhirnya menjadi langganan. Bagi saya, Bang Sodiq memiliki hal-hal spesial. Jadi, dia nggak hanya menawarkan harga dan cita rasa, namun lebih jauh, ada nuansa ideologis khas Louis Althusser yang melekat kuat pada keseluruhan aspek bakso bang Sodiq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh, saya tidak ingin merasakan kenikmatan ini seorang diri. Maka, saya ingin membagikan cerita ini kepada kalian. Siapa tahu, kelak, kalian ada waktu luang dan dolan ke Semarang, khususnya Ngaliyan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakso Bang Sodiq selalu ramai meski pindah tempat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bang Sodiq ini menjual dagangannya menggunakan gerobak yang dibonceng motor. Uniknya, dia tidak berkeliling, melainkan hanya mangkal di satu tempat. Jangan salah, meski hanya sekadar mangkal, tapi bakso legendaris di Ngaliyan Semarang ini selalu ludes saban hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, Bang Sodiq menjajakan baksonya di samping plang jalan Beringin Timur RT 03, RW 08 Tambakaji, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gang-41-ngaliyan-semarang-pintu-doraemon-mahasiswa-uin-walisongo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ngaliyan<\/a>, atau lebih tepatnya di depan SD Negeri Bringin 02. Saat mangkal di sana, sungguh para pelanggan ramainya minta ampun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kita harus rela antre 4 sampai 5 orang. Itu saja setiap orangnya nggak hanya beli satu, kadang bisa 3 sampai 5 bungkus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, setelah ruko di depan SD Negeri Bringin 02 dibeli oleh Rocket Chicken, pangkalan bakso Bang Sodiq bergeser ke depan Ponpes Madrasatul Qur\u2019an al-Aziziyyah. Saya pikir pindahnya tempat mangkal akan mengurangi keramaian pembeli. Namun, asumsi saya salah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bang Sodiq faktanya tetap eksis dan malah tambah ramai. Rezeki tidak hilang lantaran banyak santri al-Aziziyyah yang kepincut dengan gurihnya bakso di Ngaliyan Semarang itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Murah, tapi nggak murahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah kota besar seperti Semarang, bisa menemukan kuliner murah itu indah banget. Apalagi kita bisa menentukan sendiri mau beli berapa sesuai kemampuan dompet. Dan, bakso Bang Sodiq ini salah satunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kamu bisa membeli bakso senilai Rp5 ribu. Bahkan Bang Sodiq tetap melayani pelanggan yang memesan Rp3 ribu saja. Untuk bakso Rp5 ribu, kamu bisa mendapatkan 2 bakso besar dengan isian telur puyuh, 4 bakso kerikil, dan full-set sayuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya mengira kalau Bang Sodiq ini intel polisi. Ya gimana, di tengah kota besar seperti Semarang ada yang jualan bakso dengan harga semurah itu. Namun, meski murah, tapi nggak murahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cita rasa Bang Sodiq ini memang sangat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gurih\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">umami<\/a>. Kepadatan baksonya pas, nggak kebanyakan tepung sehingga saat memakannya terasa meaty banget. Kuahnya gurih dan semakin gurih kalau dapat bonus balungan. Intinya, dengan harga dan rasa yang sedemikian rupa, bakso ini merupakan wujud kuliner yang sempurna di Semarang.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakso penyangga lidah kaum proletar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana Clara Zetkin yang selalu membela kaum proletar, tampak bahwa Bang Sodiq pun juga begitu. Keduanya memiliki perjuangan sesuai porsinya masing-masing. Maka, jika Clara Zetkin merupakan aktivis yang rajin menyuarakan hak-hak kaum buruh perempuan, Bang Sodiq juga membela kaum proletar lewat jualan bakso dengan harga murah sehingga bisa dijangkau seluruh lapisan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, harga yang murah dari bang Sodiq memang berdampak positif bagi semua kalangan di Semarang, khususnya bagi kaum proletar yang sekaligus perantauan. Kita nggak perlu merogoh kocek hingga Rp15 sampai Rp30 ribu untuk merasakan nikmatnya bakso. Cukup 5 ribu saja. Alhasil, Bagi saya, bang Sodiq merupakan pahlawan di era kontemporer yang layak menyandang julukan, \u201cSang Penyangga Lidah Para Kaum Proletar\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Nadlif<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakso-president-malang-overrated-mahal-dan-rasanya-biasa-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bakso President Malang Overrated, Banyak Bakso Lain yang Lebih Enak dan Murah<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bang Sodiq membela lidah kaum proletar Semarang lewat jualan bakso dengan harga murah sehingga bisa dijangkau seluruh lapisan sosial.<\/p>\n","protected":false},"author":2128,"featured_media":275681,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[24280,24281,24284,10004,24283,24282,4652],"class_list":["post-275636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bakso-bang-sodiq","tag-bakso-bang-sodiq-semarang","tag-bakso-semarang","tag-jawa-tengah","tag-kuliner-bakso-semarang","tag-ngaliyan-semarang","tag-semarang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2128"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}