{"id":274597,"date":"2024-05-01T16:00:02","date_gmt":"2024-05-01T09:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=274597"},"modified":"2024-05-02T17:30:33","modified_gmt":"2024-05-02T10:30:33","slug":"alasan-orang-madura-selalu-teleponan-saat-jualan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-madura-selalu-teleponan-saat-jualan\/","title":{"rendered":"Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan ini sedang ramai diperbincangkan tentang kebijakan Pemkab Klungkung yang melarang warung buka 24 jam. Walaupun tidak spesifik menyebut toko tertentu, orang Madura yang memiliki warung buka 24 jam di daerah tersebut jelas merasa kecewa. Mereka merasa pemerintah menghilangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unique selling point <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">usaha mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi-diskusi seru pun bermunculan di media sosial merespon hal ini. Banyak yang heran dan tidak terima dengan alasan dibalik kebijakan tadi. Pernyataan Arif Rahman Hakim selaku Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM malah bikin netizen makin heran. Banyak netizen suudzon kalau mereka yang mendukung kebijakan ini tidak memikirkan nasib rakyat kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditengah ribut-ribut ini, saya sendiri jujur malah jadi salah fokus alias salfok. Saya jadi teringat dan kembali memperhatikan penjual <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/alasan-warung-madura-berani-bersaing-dengan-indomaret-dan-alfamart\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a0warung Madura<\/a>. Sering kali saya lihat, penjual warung Madura berjualan sambil teleponan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini sebetulnya ga cuma di warung Madura aja, tapi bisa kita temukan di lini-lini usaha lain. Lihat saja orang Madura yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-sate-madura-primadona-di-luar-merana-di-tanah-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jualan sate<\/a>, pangkas rambut, sampai penjaga warkop. Kalau yang melayani orang Madura, teori tadi pasti terbukti. Valid. Bukannya saya stereotyping ya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tapi memang hasil pengamatan saya menunjukan fenomena ini adanya ya disitu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Orang Madura luar biasa multitasking<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka kalau sudah dalam mode teleponan, sama sekali tidak bisa diusik barang sejenak. Entah pelanggan banyak atau sedikit, komunikasi dengan yang di sana tidak boleh terputus. Satu waktu selepas Magrib saya mampir ke warung Madura di seberang gang rumah. Sampai disana, ibu penjaga warung sedang sibuk memasukan minuman-minuman botol ke dalam kulkas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya kira beliau nyetok minuman di kulkas sambil ngomong ke anaknya karena kebetulan saat itu anaknya nangis dan teriak-teriak cukup kencang. Setelah didekati, barulah saya sadar ternyata tangan kirinya memegang smartphone dan sedang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/video-call-di-tengah-keramaian-adalah-bentuk-komunikasi-yang-sia-sia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">video call<\/a><\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan seseorang. Entah apa yang dibicarakan, yang jelas beliau masih bisa sat set melayani saya di tengah-tengah tangisan anak dan video call. Luar biasa\u00a0 multitasking.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-orang-madura-selalu-teleponan-saat-jualan\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Teleponan sebagai hiburan &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Teleponan sebagai hiburan dan mempererat persaudaraan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dugaan awal saya, mereka melakukan ini sebetulnya cuma sebatas hiburan saja. Jualan dari pagi sampai malam pasti bosan, bahkan ngantuk. Telepon dan video call orang-orang terdekat mungkin cara mereka untuk mengusir dua hal tadi. Lha tapi kalau memang hiburan, berarti orang Madura yang berdagang hiburannya sama ya? Padahal hiburan jenisnya banyak lho, bisa dengerin lagu, menonton video Youtube, hingga main Mobile Legend.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, jawaban yang paling masuk akal adalah karena orang Madura punya rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang sangat tinggi. Dugaan ini diperkuat dengan testimoni teman saya yang beberapa bulan belakangan pergi ke <a href=\"https:\/\/sumenepkab.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumenep<\/a> yang ada di Pulau Madura. Selama perjalanan, sang sopir juga multitasking menyetir sambil video call-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya memperhatikan, sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Sumenep, ada beberapa teman yang dihubungi pak supir selama perjalanan. Satu waktu beliau video call group<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan banyak temannya sekaligus. Setelah pamitan dengan kawan-kawannya, tiba-tiba saja beliau ini sudah video call<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">an dengan temannya yang lain. Begitu terus polanya sampai tiba di Sumenep.<\/span><\/p>\n<h2><b>Persaudaraan orang Madura yang kental<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persaudaraan yang kental nggak hanya terlihat ketika mereka bertukar kabar lewat. Kedekatan mereka juga tercermin dari cara mereka membangun rumah. Pengalaman beberapa kali mampir ke Pulau Madura, seringkali saya lihat mereka ini membangun rumah selalu di dekat rumah saudaranya. Jaraknya pun nggak jauh. Kalau ndak pas di sebelahnya, palingan cuma berjarak dua sampai tiga meter antar satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula konsep rumah yang lahannya sengaja dibeli agak luas berbentuk persegi. Lalu tengahnya dibiarkan kosong seperti lapangan dan pinggirnya barulah dibangun rumah. Lahan kosong di tengah tadi jadi tempat kumpul dan nongkrong keluarga besar di malam hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah orang-orang Madura, selalu membuat saya kagum dengan berbagai kelebihan dan keunikannya. Kegigihan mereka dalam bekerja ternyata juga sebanding usahanya dalam merawat hubungan dengan orang terkasih. Betul-betul menginspirasi. Saran saya, buat kalian yang suka overthinking<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dengan pasangan, cari saja jodoh orang madura. InsyaAllah 24 jam sehari nggak akan pernah libur video call-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-tidak-buka-24-jam-keputusan-terbaik-pemerintah\/\"><b>Saya Orang Madura dan Sepakat Warung Madura Tidak Buka 24 Jam<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang Madura terlihat selalu teleponan saat jualan. Kebiasaan ini menunjukkan mereka sangat multitasking dan punya persaudaraan yang kental. <\/p>\n","protected":false},"author":2008,"featured_media":274728,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5020,1976,3267,4907,24182],"class_list":["post-274597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-madura","tag-orang-madura","tag-smartphone","tag-telepon","tag-viceo-call"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274597\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}