{"id":274503,"date":"2024-04-28T17:46:17","date_gmt":"2024-04-28T10:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=274503"},"modified":"2024-04-28T21:54:39","modified_gmt":"2024-04-28T14:54:39","slug":"jalan-alternatif-magelang-boyolali-memang-indah-tapi-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-alternatif-magelang-boyolali-memang-indah-tapi-berbahaya\/","title":{"rendered":"Jalan Alternatif Magelang-Boyolali antara Merbabu dan Merapi, Indah Sekaligus Menantang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan alternatif atau jalan tikus di Indonesia sangat banyak. Salah satunya, jalan alternatif Magelang-Boyolali yang berada di antara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/maljum\/teror-kecil-di-gunung-merbabu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Merbabu<\/a> dan Gunung Merapi. Kalau orang setempat menyebutnya dengan jalan yang memutari gunung. Biasanya, truk-truk pengangkut pasir yang melewati jalan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan alternatif Magelang-Boyolali in menawarkan pemandangan yang indah. Maklum saja, jalan ini berada di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Keindahannya menarik banyak wisatawan berkunjung. Itu mengapa, ada banyak destinasi wisata dan homestay di sekitar sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di daerah Selo misalnya, di sana ada beberapa destinasi wisata seperti Embung Manajar,<a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2022\/06\/08\/223023878\/bukit-sanjaya-selo-boyolali-harga-tiket-jam-buka-dan-daya-tarik\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Bukit Sanjaya<\/a>, hingga Alun-Alun Selo Simpang Pakubuwono VI yang indah. Tempat-tempat ini bisa jadi refreshing kalau kalian lelah atau jenuh dalam perjalanan. Bukankah jalan alternatif Magelang-Boyolali ini sangat menarik?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>\u201cHarga yang harus dibayar\u201d untuk melewati jalan alternatif Magelang-Boyolali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu apa yang lebih menarik daripada pemandangan yang indah di jalan alternatif Magelang-Boyolali? Yaps, jalan ini jauh dari kata macet. Hanya ada beberapa kendaraan pribadi yang lewat jalan ini. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/riwayat-bus-mulyo-jogja-purwokerto-andalan-buruh-gendong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bus antar kabupaten<\/a> pun nggak melintasi jalan ini. Memang, pengendara harus bersaing dengan truk-truk pengangkut pasir, tapi kondisi jalannya tidak padat atau macet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdengar menyenangkan kan melewati jalan alternatif ini? Namun, tetap saja ada \u201charga yang harus dibayar\u201d. Harga itu adalah jalan yang naik turun nan curam. Layaknya jalanan di pegunungan, jalan alternatif Magelang-Boyolali berkelok-kelok dan naik turun. Kalian perlu konsentrasi ekstra ketika melewatinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-alternatif-magelang-boyolali-memang-indah-tapi-berbahaya\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Belum lagi kalau &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi kalau berpapasan dengan kendaraan pengangkut sayur. Kalian perlu hati-hati karena mereka sering menyalip dengan gesit, tapi nggak perhitungan. Bahkan, saking gesitnya, sering terjadi sayur yang diangkut berjatuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalanan yang dingin, berkabut, rawan longsor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melintasi jalan alternatif ini perlu perpaduan antara kendaraan dan tubuh pengendara yang prima. Apalagi kalau melintasi jalan alternatif ini ketika musim hujan.\u00a0 Udaranya sangat dingin dan jarak pandang pengendara terbatas terhalang kabut tebal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sisi kanan dan kiri jalan alternatif Magelang-Boyolali rawan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-cadas-pangeran-jalur-rawan-longsor-yang-harus-diberi-perhatian-ekstra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a0longsor<\/a>. Apabila terjadi tanah longsor, salah satu sisi jalan biasanya ditutup untuk membersihkan sisa-sisa longsoran. Itu mengapa, pengendara perlu memantau cuaca dan kondisi jalan hari itu sebelum melintas.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah jalan alternatif Magelang-Boyolali. Jalannya memang indah dengan dua gunung yang mengapitnya. Kondisinya tidak macet dan jalanan beraspal mulus. Namun, di balik kenikmatan itu, ada harga yang harus dibayar yakni kewaspadaan pengendara dan kendaraan yang prima. Tanpa dua bekal itu, nyawa adalah taruhannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-todanan-pucakwangi-tembusan-pati-blora-yang-bikin-tobat\/\"><b>Jalan Todanan-Pucakwangi, Jalan Tembus Pati-Blora yang Bikin Pengendara Kembali Ingat Tuhan<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan alternatif Magelang-Boyolali antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu indah dan jarang macet, tapi berbahaya. Pengengdara harus waspada<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":274521,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8877,24150,8599],"class_list":["post-274503","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-boyolali","tag-jalan-alternatif-magelang-boyolali","tag-magelang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274503"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274503\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}