{"id":274402,"date":"2024-04-27T08:00:43","date_gmt":"2024-04-27T01:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=274402"},"modified":"2024-04-27T02:09:10","modified_gmt":"2024-04-26T19:09:10","slug":"bakso-president-malang-memang-legend-dan-nggak-overrated","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakso-president-malang-memang-legend-dan-nggak-overrated\/","title":{"rendered":"Bakso President Sering Disalahpahami Kuliner Overrated di Malang, padahal Bakso Ini Memang Legend karena Perjalanan dan Rasanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemarin, penulis Terminal Mojok Mbak Erma Kumala Dewi, menulis tentang Bakso President Malang. Sudut pandangnya menarik. Sebagai warga lokal, Mbak Erma berpendapat kalau harga Bakso President harga kelewat mahal dan nggak sepadan dengan rasanya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dia merasa kedai bakso ini hanya menjual pemandangan dan pengalaman kuliner unik. Kebetulan lokasi Bakso President Malang memang berada di sebelah rel kereta api yang masih aktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya duga, tulisan dengan judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakso-president-malang-overrated-mahal-dan-rasanya-biasa-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bakso President Malang Overrated, Banyak Bakso Lain yang Lebih Enak dan Murah <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">itu mendapat beragam respon di media sosial. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa netizen sepakat bahwa kedai bakso ini memang overrated, mahal, dan nggak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">worth it.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Di sisi lain, ada juga netizen yang menentang keras tulisan tersebut. Bahkan, beberapa orang menuduh penulisnya \u201cmematikan rezeki orang lain\u201d. Tuduhan yang agak berlebihan menurut saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan saya curhat sedikit ya. Sebagai seseorang yang pernah mendapat tuduhan karena sebuah tulisan, saya tahu itu rasanya tidak menyenangkan. Saya pernah dituduh sebagai pembenci salah satu perguruan silat hanya karena menulis kritik kepada mereka. Saya juga pernah dituduh sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buzzer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Indomaret karena pernah menulis Indomaret lebih baik daripada Alfamart.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal sebagai penulis, saya hanya pengin menulis berdasar pengalaman atau pendapat personal saja. Sama sekali nggak ada niatan untuk mematikan rejeki orang, membenci golongan, ataupun mencoret nama baik siapapun. Nah, sebagai penulis yang pernah mendapat tuduhan berlebihan dan sebagai penggemar bakso yang tinggal di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-tempat-yang-sebaiknya-nggak-dikunjungi-saat-ke-malang-raya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malang Raya<\/a>, saya ingin menanggapi dan sedikit meluruskan anggapan Bakso President Malang yang overrated.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuliner jualan pemandangan dan pengalaman itu wajar saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan dalam artikel Mbak Erma kalau Bakso President Malang itu jualan pemandangan dan pengalaman unik. Harganya juga dinilai nggak sepadan dengan rasa dan pengalaman kulineran, apalagi kalau kedai sedang ramai-ramainya. Kenikmatan makan bakso seolah-olah luntur begitu saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, menurut saya, kedai bakso yang jualan pemandangan dan pengalaman itu wajar saja ya kok. Begini, tempat makan itu sebenarnya juga perlu memerhatikan hal-hal selain makanannya. Mereka bisa juga menarik pelanggan dengan pemandangan, pengalaman, dan banyak hal lain. Nggak melulu soal rasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian pasti sudah tidak asing dengan tempat makan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/pempek-masuk-5-besar-seafood-terbaik-resto-ini-jadi-rekomendasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seafood<\/a> yang cara penyajiannya dengan ditumplek langsung ke meja. Kalian juga pasti pernah mampir ke tempat makan yang mengunggulkan pemandangan laut atau pegunungan. Paling unik, ada tempat makan yang pelayannya memang di-setting untuk galak dan marah-marah mulu ke pelanggan. Itu segelintir bukti kalau tempat makan juga menjual pemandangan dan pengalaman kuliner adalah hal yang wajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, siasat yang ditempuh Bakso President Malang dengan\u00a0 menjual pemandangan dan pengalaman makan bakso di pinggir rel kereta api sah-sah saja. Toh, rasa baksonya juga nggak buruk-buruk amat, dikenal lumayan enak malah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakso President Malang itu nggak overrated<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang dahulu cukup sering makan di Bakso President Malang, saya kurang sepakat kalau bakso ini dilabeli overrated. Kalau dilabeli mahal, saya malah setuju. Kenyataannya, menu di kedai bakso ini harganya bisa berkali-kali lipat dibanding bakso lain di Malang Raya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakso President yang mahal ini justru semakin menegaskan siapa target pasarnya. Iya, siapa lagi kalau bukan wisatawan. Nggak percaya? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Coba tanya orang-orang Malang soal bakso favorit mereka, hampir pasti tidak akan ada yang menjawab Bakso President. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target pasar Bakso President adalah orang-orang pendatang, turis, yang pengin tahu bakso Malang yang khas itu yang seperti apa. Istilahnya, Bakso President ini pintu masuk paling aman kalau mau menggeluti khazanah perbaksoan di Malang. Itu semua sah-sah saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapresiasi nama besar, sejarah, dan memori yang tertinggal di sana<\/b><\/h2>\n<p>Terkait harga, kalian t<span style=\"font-weight: 400;\">ahu nggak kengapa Bakso President itu mahal? Ya, karena nama besar, sejarah, dan memorinya. Gaes, Bakso President menjadi ikon <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makanan-khas-malang-yang-jarang-direkomendasikan-warga-lokal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner Malang<\/a> bukan tanpa alasan. Bakso ini sudah ada sejak 70-an. Nggak heran namanya sudah melekat dengan Kota Malang, seolah sudah satu paket. Bahkan, kalau ada yang mau menulis sejarah lengkap Malang, kurang afdal rasanya kalau tidak memasukkan kedai baksi ini sebagai salah satu bagian sejarahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, sudah 50 tahunan Bakso President eksis. Entah berapa banyak orang besar, orang terkenal yang datang ke sana. Sepertinya juga sudah nggak terhitung berapa banyak media yang meliput keistimewaan Bakso President. Itulah yang membuat Bakso President jadi lebih mahal daripada yang lainnya. Dan mereka berhak melakukannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, memori yang tertinggal di Bakso President juga mahal. Nggak sedikit orang Malang yang punya memori spesial di sana. Ada yang kencan pertama di sana, bertemu pasangan, hingga makan bersama keluarga yang masih lengkap. Banyak orang Malang yang punya memori berkesan di Bakso President. Tidak terkecuali saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu saya masih kecil, saya cukup sering diajak oleh Ayah dan Pakde saya nonton pertandingan Arema (sebelum jadi klub nirempati), yang masih sering berkandang di Stadion Gajayana. Setiap nonton Arema tanding, kami pasti makan di sana. Kalau Arema main sore, ya malamnya setelah pertandingan kami ke Bakso President. Kalau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bom-waktu-arema-fc-dan-momentum-perubahan-bagi-suporter-generasi-baru-yang-menolak-tunduk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arema<\/a> main malam, ya siang atau sore sebelum tanding, pasti makan Bakso President dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bakso President Malang sudah puluhan tahun konsisten dan itu tidak mudah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal rasa, Bakso President mungkin bukan yang paling enak atau paling spesial. Tapi ingat, rasa sangat mudah diperdebatkan karena selera. Namun, kalau kata banyak orang, rasa Bakso President masih ada di level enak dan bisa bersaing dengan yang lain kok. Rasa yang enak ini bukan baru-baru aja lho, tapi memang sudah enak sejak dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, konsistensi ini yang mungkin sulit ditiru oleh kedai bakso lain. Bayangkan, puluhan tahun eksis di khazanah perbaksoan Malang, Bakso President patut diapresiasi. Ia sudah berusaha menjaga keotentikan rasa.<\/span><\/p>\n<p>Ya mungkin saja rasanya nggak sama persis, tapi kalaupun ada perbedaan, pasti sangat minor. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh lidah saya. Tidak ada perbedaan rasa yang jomplang antara Bakso President Malang yang sekarang dan belasan tahun lalu. Masih sama, masih enak, dan cuma kerasa lebih mahal aja sekarang karena bayar sendiri. Kalau dulu kan pasti dibayarin sama ayah.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya begini, soal kuliner itu mau tidak mau harus kembali ke persoalan selera dan pengalaman. Jadi wajar saja kalau ada perbedaan pendapat dan penilaian terhadap Bakso President.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian nih ya, ngapain kita terlalu terpaku pada penilaian seseorang untuk urusan kuliner? Satu-satunya cara untuk memastikan sebuah makanan itu enak atau tidak, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">worth it <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau tidak,<a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/education\/robertus-ari\/arti-overrated-dan-underrated\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> overrated<\/a> atau tidak, ya dengan dicoba sendiri, dirasakan sendiri pakai lidah dan mulut kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-batu-nggak-suka-disamakan-dengan-orang-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orang Batu Nggak Suka Disamakan dengan Orang Malang. Keduanya Memang Serupa, tapi Tak Sama!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bakso President Malang kerap disebut overrated. Padahal bakso ini memang legend karena perjalanannya yang panjang dan rasanya yang konsisten.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":274406,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[13853,13791,24097,985,11192],"class_list":["post-274402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-bakso-malang","tag-bakso-president","tag-bakso-president-malang","tag-malang","tag-malang-raya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}