{"id":274023,"date":"2024-04-24T17:00:58","date_gmt":"2024-04-24T10:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=274023"},"modified":"2024-04-25T09:34:07","modified_gmt":"2024-04-25T02:34:07","slug":"lagu-sheila-on-7-nggak-semuanya-bagus-ada-juga-yang-cringe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-sheila-on-7-nggak-semuanya-bagus-ada-juga-yang-cringe\/","title":{"rendered":"Lagu Sheila On 7 Nggak Semuanya Bagus, Ada Juga yang Cringe"},"content":{"rendered":"<p><em>Beberapa lagu Sheila On 7 memang cringe, tapi saya tetap menyukainya.\u00a0\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sheila On 7 memang band yang doyan viral. Dalam satu tahun, pasti ada saja momentum band asal Jogja ini menjadi perbincangan. Entah karena karyanya atau kehidupan personelnya yang dianggap begitu membumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kita tilik kembali ke belakang, seberapa sering kalian dengar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/duta-sheila-on-7-mengomentari-kehidupannya-yang-biasa-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">vokalis Sheila On 7, Pak Duta<\/a>, viral karena kehidupannya yang sederhana. Satu waktu dia tertangkap kamera netizen sedang salat Jumat di masjid kampung. Di waktu lain, dia tertangkap kamera sedang jajan siomay, kondangan, main voli, atau kegiatan-kegiatan biasa lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bukan karena kehidupan personelnya yang begitu sederhana, Sheila On 7 viral karena hajatan konser tunggal yang dinanti penggemar. Akhir-akhir ini misalnya, belum genap separuh tahun 2024 terlewati, band ini kembali mengguncang dunia maya dengan kabar konser tunggal di 5 kota besar di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau digelar di 5 kota, saya pesimis bisa mendapatkan tiket konser itu. Trauma war tiket konser Sheila On 7 bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tunggu Aku di Jakarta<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2023 lalu masih begitu membekas. Selain modal dana dan kecepatan internet, menonton konser mereka juga perlu keberuntungan. Satu hal yang sering nggak saya miliki dalam hal-hal semacam ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, kekhawatiran kalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">war<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tiket mendorong saya menuliskan 5 judul lagu Sheila On 7 yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cringe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ini salah satu coping mechanism. Kalau nggak dapat tiket konser, setidaknya saya nggak perlu begitu kecewa karena ada lagu-lagu SO7 yang begitu cringe.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Lirik lagu \u201cBelum\u201d menyisakan kesan sedang belanja di warung Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan kilogram tapi ton menimpa<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Memang berat tapi itulah cinta<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Belum..Belum..Belum..<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar lirik ini, rasanya kok seperti sedang berada di <a href=\"https:\/\/www.google.com\/search?q=warung+madura+mojok&amp;rlz=1C1VDKB_enID1058ID1058&amp;oq=warung+madura+mojok&amp;gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIHCAEQIRigATIHCAIQIRifBTIHCAMQIRifBTIHCAQQIRifBdIBCDIwNTVqMGo0qAIAsAIB&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">warung kelontong Madura 24 jam<\/a>. Seperti sedang disuruh ibu, membeli gula atau telur. Penggunaan ukuran kilogram ataupun ton menjadi terdengar janggal di telinga. Tidak hanya itu, dalam lagu ini saya coba hitung Pak Duta menyebutkan kata \u201cbelum\u201d sebanyak 40 kali. Mungkin kalau lagu ini diciptakan di era Gen Z judulnya akan berubah dari \u201cBelum\u201d menjadi \u201cNggak Dulu\u201d (dengan emoji tangan meminta maaf).<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Lirik \u201cBobrok\u201d yang begitu berbeda dengan lagu-lagu Sheila On 7 lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Lelah ku dengar demoralization<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Tatap negeri ucap valediction<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Bang! Bang! Pergi Lo!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Bang! Bang! You better go to hell!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau bukan karena kehebatan telinga saya dalam mengenali suara Pak Duta, lagu \u201cBobrok\u201d mungkin sudah dikira dari band lain. Lirik lagu ini begitu berbeda dari kebanyakan lagu Sheila On 7 lainnya. Bisa dilihat dari judulnya, sangat lugas dan penuh sindiran. Di kuping saya terdengar agak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> wagu,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> SO7 yang terkenal kalem <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">malah dengan nyaring menyanyikan \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Go to hell<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Aduh, lidah yang akrab dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/istilah-bahasa-jawa-yang-susah-diartikan-ke-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Jawa<\/a> seperti saya juga agak keseleo <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">baca liriknya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-sheila-on-7-nggak-semuanya-bagus-ada-juga-yang-cringe\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Lagu &#8220;Pendosa&#8221; benar-benar &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>#3 Lagu \u201cPendosa\u201d benar-benar jadi dosa besar Sheila On 7\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Memikirkanmu kriminalku<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Menantimu kejahatanku<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cPendosa\u201d jelas masuk dalam jajaran lagu cringe Sheila On 7. Liriknya mengingatkan saya pada gombal recehan zaman dulu yang kurang lebih berbunyi, \u201dJika mencintaimu adalah kejahatan, maka aku sekarang sedang jahat-jahatnya.\u201d Kalau saya yang digombali seperti itu bukannya tersipu, tapi malah bergidik jijik. Untung saja, saat memasuki bagian reff, lirik \u201cPendosa\u201d lebih enak untuk disenandungkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Ada kata yang mengganggu dalam lirik lagu \u201cUntuk Perempuan\u201d\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Tidaklah mawar hampiri kumbang<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Bukanlah cinta bila kau kejar<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Tenanglah tenang dia kan datang<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, \u201cUntuk Perempuan\u201d sebenarnya tidak memberikan kesan cringe, hanya terdengar aneh saja secara logika. Saya paham, lirik lagu Sheila On 7 ini sebetulnya memiliki maksud yang baik. Lagu ini ingin memberikan petuah bagi seluruh perempuan agar tidak resah menunggu pujaan hati.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk perempuan\u201d seolah menyarankan para perempuan agar fokus dalam karir atau meningkatkan kualitas diri. Hanya saja, ada satu kata yang terasa pengen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tak hih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu kata \u201cmemungutmu\u201d. Jujur saja, coba apa yang pertama kali kita pikirkan ketika mendengar kata memungut? Memungut sampah? Anak Pungut? Sebagai perempuan, saya jadi kesal sendiri mendengar kata itu dalam lirik lagu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Lirik \u201cHingga Ujung Waktu\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kau menjadi istriku nanti, pahami aku saat menangis<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kau menjadi istriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga Ujung Waktu<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa harus istri yang memahami? Kenapa harus istri yang disuruh untuk tidak pernah berhenti memiliki. Itulah yang terngiang-ngiang di benak saya ketika mendengar lirik &#8220;Hingga Ujung Waktu&#8221;. Bukankah lebih menyenangkan kalau saling memahami dan juga saling berjuang tidak berhenti memiliki hingga ujung waktu. Namun, di saat yang sama saya berpikir, mungkin saja lagu Sheila On 7 yang satu ini ingin mendobrak stigma bahwa laki-laki juga boleh menangis. Laki-laki tidak harus selalu kuat. Mantap, sebuah analisis subyektif yang mengamankan saya dari hujatan netizen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya menuliskan dan berkali-kali membaca ulang tulisan ini, lirik-lirik yang cringe itu kok ya nggak menurunkan tingkat kebucinan saya pada Sheila On 7 ya. Tidak ada sedikitpun niat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mau-sukses-war-tiket-konser-idola-kesayangan-ini-tips-dan-triknya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">war tiket<\/a> pudar dan saya yakin masih akan kecewa kalau nggak mendapatkan tiketnya. Benar-benar magis band Jogja satu ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mozara Kartika Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyesal-jadi-warga-bantul-karena-tidak-bisa-bertemu-duta-sheila-on-7\/\">Satu-satunya Hal yang Saya Sesali sebagai Warga Bantul Adalah Tidak Bisa Bertemu Duta Sheila On 7<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa lirik lagu Sheila on 7 yang sebenarnya cringe, tapi tetap banyak disukai. Band asal Jogja ini benar-benar sulit dibenci.<\/p>\n","protected":false},"author":2646,"featured_media":274083,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[7501,115,24091,13098,329,331],"class_list":["post-274023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-band","tag-jogja","tag-lirik-lagu-cringe","tag-pilihan-redaksi","tag-sheila-on-7","tag-so7"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2646"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274023\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}