{"id":273963,"date":"2024-04-25T08:00:28","date_gmt":"2024-04-25T01:00:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=273963"},"modified":"2024-04-26T13:07:19","modified_gmt":"2024-04-26T06:07:19","slug":"celetukan-nyelekit-fizi-upin-ipin-bikin-penonton-mengelus-dada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/celetukan-nyelekit-fizi-upin-ipin-bikin-penonton-mengelus-dada\/","title":{"rendered":"6 Celetukan Nyelekit Fizi dalam Serial Upin Ipin yang Bikin Penonton Mengelus Dada"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penonton setia serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pasti tidak asing dengan Fizi. Karakter bernama lengkap Muhammad Al-Hafezzy bin Yusoff ini begitu menyita perhatian karena celetukannya yang \u201ctepi jurang\u201d. Penonton kerap dibuat geleng-geleng kepala dengan komentar-komentarnya yang gelap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI saja, karakter Fizi pertama kali muncul sejak Upin Ipin musim pertama, tepatnya dalam episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terawih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hingga saat ini Fizi terus eksis dalam serial kartun garapan Les\u2019 Copaque Production. Biasanya dia muncul bersama <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-ekstrakurikuler-upin-ipin-dan-anak-anak-tadika-mesra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anak-anak Tadika Mesra<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di awal kemunculannya, anak yang akrab dengan Ehsan ini punya sifat pemalu dan cengeng. Namun, lama kelamaan Fizi tampak memberanikan diri untuk lebih ramah kepada teman-temannya. Nahasnya, sifat ramahnya kadang malah kelewat batas. Alhasil, kata-kata yang keluar dari mulut Fizi lebih banyak melukai hati teman-temannya. Kalau kalian nggak percaya, di bawah ini saya sudah\u00a0 merangkumkan enam dark jokes Fizi<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Menuduh Jarjit bercita-cita jadi pencuri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> musim 4 episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Besar Nanti<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Jarjit maju ke depan untuk menceritakan cita-citanya kepada murid-murid Tadika Mesra. Berbekal gambar polisi yang menangkap pencuri yang dibawa Jarjit, Upin menebak bahwa cita-cita kawannya itu akan menjadi polisi. Namun, tebakan itu ternyata salah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fizi kemudian nyeletuk kalau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jarjit-upin-ipin-nggak-jago-pantun-banyak-pantunnya-yang-gagal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jarjit<\/a> ingin menjadi pencuri. Sontak satu kelas kaget. Mungkin Fizi nggak salah-salah amat. Dia hanya terlalu polos menerjemahkan gambar yang dibawa Jarjit. Dia hanya mengartikan, kalau tidak menjadi polisi seperti digambar, berarti jarjit ingin menjadi pencuri. Tapi ya, tolong logikanya dong, masak ada orang yang cita-citanya ingin menjadi pencuri? Alhasil Jarjit pun menjelaskan dengan sabar bahwa cita-citanya ingin jadi reporter.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Fizi mengomentari mata Ehsan yang rabun<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari Ehsan bermain bola bareng duo kembar Upin dan Ipin. Tanpa sengaja dia mematahkan kacamatanya. Padahal, mata Ehsan menderita rabun jauh, dia tidak bisa melihat dengan jelas barang-barang yang berada jauh dari jangkauan pandangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keesokan harinya, Ehsan menggunakan kacamata lamanya ketika masuk kelas Tadika Mesra. Kacamata lama itu memang tampak lucu, teman-teman sekelas menertawakan Ehsan. Di tengah tawa, Fizi tanpa dosa nyeletuk dengan nyaring, \u201cDia kecil-kecil dah rabun\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut Fizi memang benar-benar nggak ada sopan santunnya. Mungkin maksud dia bercanda, tapi Ehsan yang mendengar langsung merengut, sakit hati. Kalau kalian nggak percaya Fizi bisa ngomong sengawur itu, tonton saja episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jaga dan Hargai Mata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada musim ke-8.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Body shaming Ehsan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi-lagi Ehsan menjadi korban mulut Fizi. Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">musim 14, episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dayung Laju-Laju, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Fizi secara blak-blakan nggak mau naik kapal dengan Ehsan yang berbadan gemuk. \u201cAku nggak pengin naik kapal bareng Ehsan, sebab Ehsan berat, nanti kapal bisa tenggelam,\u201d begitu katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, konteks pada waktu itu, Ehsan yang habis naik kapal memberikan oleh-oleh gantungan kunci kepada kawan-kawannya. Bukannya berterima kasih, Fizi malah mengejek Ehsan. Nggak heran sih kalau Ehsan langsung marah dan menarik kembali oleh-oleh yang seharusnya diterima Fizi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Fizi rusuh di ulang tahun Mei Mei hingga membuatnya marah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kurang tahu mulut Fizi ini terbuat dari apa, kok ya gampang banget bisa bikin orang naik darah. Salah satu korbannya adalah Mei Mei. Pada waktu itu Mei Mei menggelar pesta ulang tahun. Upin dan Ipin datang belakangan. Fizi kemudian bertanya pada duo kembar, kenapa mereka tidak ikut Kak Ros nonton bioskop? Dia kemudian menimpali, \u201c Wah rugi lah, kalau aku mending nonton bioskop, bisa nonton film, makan pop corn, dapet mi.\u201d Bayangkan kata-kata itu dilontarkan di tengah pesta ulang tahun Mei Mei.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar hal itu, tentulah Mei Mei naik pitam karena Fizi menganggap acara ulang tahunnya nggak seru. Alhasil, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mei-mei-upin-ipin-dan-sifatnya-yang-saya-benci\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mei Mei<\/a> langsung memusuhi Fizi. Namun atas dasar kasihan, akhirnya Mei Mei juga memaafkan kesalahan Fizi dan memberikannya sepotong kue. Episode ini bisa kita jumpai di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> musim 16 dengan berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hari Bahagia Mei Mei<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Mengejek Upin Ipin yang yatim piatu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara ujaran Fizi yang nyelekit di hati, kata-kata dia ke Upin dan Ipin yang paling tidak termaafkan. Jujur saja, saya yang nonton episode<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Cucu Kesayangan Opah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga ikut marah mendengarnya. Ya bagaimana saya nggak marah kalau perkataan Fizi merendahkan duo kembar yang yatim piatu itu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya, saat kelas seni menggambar anggota keluarga, Upin dan Ipin menggambar diri mereka bersama Opah dan Kak Ros. Namun, karena mereka lebih sayang kepada Opah, mereka membuat gambar Opah lebih besar dibanding gambar Kak Ros. Lantas<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikgu-melati-upin-ipin-perlu-introspeksi-soal-tugas-anak-anak-tadika-mesra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Cikgu Melati<\/a> bertanya, \u201cBerarti Upin Ipin ini cucu kesayangan Opah ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian tahu apa yang terjadi setelah? Tiba-tiba Fizi tanpa rasa bersalah menimpali, \u201cIyalah, Upin Ipin ini kan yatim piatu, jadi mana ada bapak yang sayang dia?\u201d Saya langsung ngelus dada mendengar perkataan itu. Saya yang penonton saja sakit hati, apalagi Upin Ipin atau penonton anak-anak lain yang sudah yatim piatu. Benar-benar Fizi nggak punya hati!<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Fizi bilang Upin Ipin nggak punya surga karena sudah nggak ada ibu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Syahdunya Syawal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">musim ke-14, Fizi mengungkapkan kata-kata yang tidak termaafkan lainnya ke duo kembar. Saat itu Mail bercerita tentang membantu dagangan ibunya. Apa yang mendorong Mail repot-repot melakukan itu semua? Tentu atas dasar pengabdian karena surga berada di bawah telapak kaki ibu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upin dan Ipin yang sudah yatim piatu dengan polos bertanya, \u201cLah, kalau yang nggak ada ibu?\u201d Fizi tiba-tiba jawab, \u201cMaka nggak ada lah surga\u201d. Ucapan somplak Fizi menyakiti hati Upin dan Ipin. Saya rasa nggak cuma duo kembar yang sakit hati, tapi semua anak yatim piatu juga akan sedih mendengar itu. Di saat itulah banyak fans Upin Ipin yang<a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/10\/14\/184500865\/apa-itu-cancel-culture-berikut-pengertian-dan-dampaknya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> nge-cancel<\/a> Fizi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa ucapan Fizi yang bikin penonton mengelus dada saking menyakitkannya. Mungkin Fizi hanya bermaksud bercanda ya, tapi candaannya kurang tepat, jadi perkataannya terdengar dark jokes. Kalau sosok Fizi betul ada di dunia nyata, orang tuanya yang harus ditegur dan diminta mendidik anak dengan lebih baik. Tapi, Fizi kan hanya karakter serial TV ya, jadi maklumi ajalah ya. Itung-itung sebagai pembelajaran bagi penonton supaya selalu menjaga tutur kata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Nadlif<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/upin-ipin-dan-murid-tadika-mesra-ikut-psikotes-mbti\/\"><b>Menebak Tipe Kepribadian Upin Ipin dan Murid Tadika Mesra Berdasar Tes MBTI yang Viral<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fizi &#8220;Upin Ipin&#8221; tampak seperti bocah pemalu dan cengeng. Namun, dia sering melempar celetukan yang menyakiti hati kawan-kawannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2128,"featured_media":274115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[10407,23058,6931,24092,15095,16487,5855],"class_list":["post-273963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-dark-jokes","tag-ehsan","tag-fizi","tag-fizi-upin-ipin","tag-kampung-durian-runtuh","tag-tadika-mesra","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2128"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=273963"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/273963\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/274115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=273963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=273963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=273963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}