{"id":27279,"date":"2020-02-13T12:50:49","date_gmt":"2020-02-13T05:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=27279"},"modified":"2020-02-14T11:17:04","modified_gmt":"2020-02-14T04:17:04","slug":"salah-kaprah-orang-tua-dalam-menggunakan-emoticon-dan-panduan-bagi-anak-untuk-memberi-arahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salah-kaprah-orang-tua-dalam-menggunakan-emoticon-dan-panduan-bagi-anak-untuk-memberi-arahan\/","title":{"rendered":"Salah Kaprah Orang Tua dalam Menggunakan Emoticon untuk Berkirim Pesan"},"content":{"rendered":"<p>Sebagian orang masih menganggap, ibu-ibu yang mengendarai motor matic adalah salah satu hal yang perlu diwaspadai di jalanan. Belum lagi cerita soal lampu<em> sign<\/em> yang nyala itu di kanan, eh, beloknya ke kiri. Padahal, sebagai seorang pekerja yang sehari-harinya menggunakan motor, dan setelah saya observasi, hal demikian juga biasa dilakukan oleh pengendara lain. Mau bapak-bapak, anak muda, semua memiliki potensi melakukan kesalahan yang sama.<\/p>\n<p>Entah karena memang tidak fokus, kebiasaan, atau bisa jadi karena teledor\u2014mengabaikan keselamatan diri dan orang lain.<br \/>\nSelain itu, serupa tapi tak sama, orang tua juga kerap kali menjadi sosok yang keliru dan \u201cgagap\u201d dalam menghadapi kecanggihan teknologi pada masa kini. Seperti ibu saya yang ketika mengotak-atik handphone miliknya, hampir selalu merasa khawatir akan potensi rusak atau pun <em>error.<\/em> Saya sampai berkata bahwa, \u201c<em>Error<\/em> nggak apa-apa, kok, Bu. Nggak akan sampai rusak, nanti bisa dibetulkan lagi.\u201d<\/p>\n<p>Sebab, ketika membuka suatu fitur, ibu tidak terbiasa untuk mengotak-atik seperti kebanyakan anak muda. Ibu akan mencatat <em>step by step-<\/em>nya sendiri, menghafalkan harus tap hape berapa kali, masuk ke menu apa, harus tap berapa kali lagi, sampai akhirnya masuk ke suatu fitur. Ya, tiap orang memang memiliki cara yang unik untuk memahami sesuatu, pun dengan ibu saya.<\/p>\n<p>Kejadian tersebut akhirnya terbawa hingga beliau memutuskan untuk <a href=\"https:\/\/tirto.id\/q\/aplikasi-whatsapp-kXp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>download<\/em> aplikasi WhatsApp<\/a> dan menggunakannya untuk berbalas pesan dengan rekan, tetangga, juga saudara. Ketika belajar menggunakan WhatsApp, ibu pun membuat catatan yang kurang lebih sama. Alasannya agar cepat paham dan bisa berbalas pesan secara fasih, \u201cdi luar kepala\u201d.<\/p>\n<p>Perlahan, ibu bisa menggunakan WhatsApp dengan baik, dan mulai menggunakan beberapa <em>emoticon<\/em> untuk mendukung pesan yang dikirim kepada rekannya. Namun sayangnya, hal itu tidak diimbangi dengan pemilihan <em>emoticon<\/em> yang tepat pada setiap pembahasan.<\/p>\n<p>Misalnya saja\u2014dan ini yang paling sering terjadi, <em>emoticon<\/em> ? sering disalahartikan sebagai <em>emoticon<\/em> bersedih sekaligus menangis. Meski ada air mata yang keluar di sekitar mata, tapi kan bentuk mulutnya terbuka lebar, lekukan matanya pun mendadakan sedang tertawa. Celakanya lagi, <em>emoticon<\/em> ini sering digunakan untuk ucapan belasungkawa kepada teman atau saudara yang sedang mengalami kemalangan.<\/p>\n<p>Saya juga pernah membaca <em>update<\/em> status WhatsApp ibu yang berisikan ucapan bela sungkawa, tapi menggunakan <em>emoticon<\/em> tersebut. \u201cTurut berbelasungkawa ya, Bu Aminah (nama samaran), semoga selalu diberi ketabahan dan kesabaran ?.\u201d<\/p>\n<p>Saya yang membaca status tersebut, langsung meluruskan dan memberi tahu ibu bahwa <em>emoticon<\/em> yang dipakai kurang tepat. Jika lawan bicara tahu, kan gawat betul. Apalagi jika memahami <em>emoticon<\/em> tersebut lebih tepat digunakan untuk konteks apa. Mengetahui hal tersebut, Ibu langsung menanyakan <em>emoticon<\/em> yang tepat dan cocok digunakan itu yang mana.<\/p>\n<p>Padahal, kalau yang dimaksud ikut bersedih dan berduka, bisa menggunakan emoticon ?, ?, ?, atau \u2639\ufe0f. Dan masih banyak lagi variasi lain yang bisa digunakan. Nggak mungkin juga kan saya jabarkan satu per satu, nanti yang ada tulisan ini malah<em> full<\/em> berisikan <em>emoticon<\/em>.<\/p>\n<p>Namun pada realitanya, bukan hanya ibu saya yang keliru menggunakan <em>emoticon<\/em> ketika berbalas <em>chatting<\/em> maupun <em>update<\/em> status. Masih banyak orang tua yang melakukan kesalahan yang sama. Sebagai bukti otentik, fenomena salah kaprah dalam menggunakan <em>emoticon<\/em> oleh sebagian orang tua tersebut sudah diabadikan dalam meme dan tersebar di interntet, juga dijadikan sebagai bahan candaan sehari-hari.<\/p>\n<p>Dengan segala keterbatasan dalam memahami ragam <em>emoticon<\/em>, saya pikir kita harus mengapresiasi usaha orang tua dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi terkini. Salah satunya ketika menggunakan aplikasi <em>chatting<\/em> dengan banyak jenis <em>emoticon<\/em> di dalamnya. Jika mereka belum paham, ada baiknya diberitahu.<\/p>\n<p>Sebab, tidak sedikit pula orang tua yang mau belajar penggunaan aplikasi atau fitur terkini pada hape agar bisa lebih dekat dengan anaknya. Entah dengan berdiskusi soal bagaimana cara menggunakannya atau menjalin komunikasi lewat aplikasi terbaru, via chat, voice call, atau video call. Terkadang, semua dilakukan untuk dapat menyesuaikan apa yang sedang menjadi tren dan sering digunakan oleh anaknya.<\/p>\n<p>Saya pikir, membalas segala kebaikan orang tua itu pasti sulit\u2014atau mungkin tidak akan pernah terbalas seutuhnya. Meski tidak akan pernah sepadan, paling tidak memberi arahan kepada orang tua dalam menggunakan hape, WhatsApp, termasuk memilih <em>emoticon<\/em> yang tepat dalam berbagai jenis percakapan dengan sabar, bisa menjadi salah satu bukti bakti anak kepada orang tua dalam skala paling kecil.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-mengakhiri-chat-di-whatsapp-biar-nggak-cuman-pakai-haha-hehe-thok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan Mengakhiri Chat di WhatsApp Biar Nggak Cuman Pakai \u201cHaha-Hehe\u201d Thok<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibu bisa menggunakan WhatsApp dan mulai menggunakan beberapa emoticon untuk berkirim pesan. Namun, ini tidak diimbangi dengan pemilihan emoticon yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":27316,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5352,200,2090,307],"class_list":["post-27279","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-emoticon","tag-orang-tua","tag-teknologi","tag-whatsapp"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27279","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27279"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27279\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27279"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27279"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27279"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}