{"id":2703,"date":"2019-06-01T16:45:31","date_gmt":"2019-06-01T09:45:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2703"},"modified":"2022-01-17T15:44:32","modified_gmt":"2022-01-17T08:44:32","slug":"alasan-kita-harus-pakai-otak-bukan-dengkul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-kita-harus-pakai-otak-bukan-dengkul\/","title":{"rendered":"Alasan Kita Harus Pakai Otak, Bukan Dengkul"},"content":{"rendered":"<p>Manusia memiliki mekanisme pertahanan sendiri yang beberapa diantaranya akan bekerja secara otomatis\u2014kayak <em>matic<\/em> jadi nggak perlu pake <em>starter\u2014<\/em>dalam merespon segala sesuatu yang dianggap sebagai ancaman dalam misi perlindungan diri. Itulah mengapa otak kita sangat berjasa. Nah, mekanisme pertahanan ini juga beragam dan setiap orang tentu tidak selalu sama. Ini nih, mekanisme pertahanan paling umum dan paling sering dilakukan yang perlu kita ketahui untuk belajar memahami diri kita lebih baik lagi. Langsung <em>aja<\/em>, <em>check it out!<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><strong><em>Displacement<\/em> (Perpindahan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mekanisme ini di realisasikan melalui pengalihan emosi dari objek yang sebenarnya ke target pengganti. Misalnya, ketika seorang mahasiswa tingkat akhir\u2014sesepuh <em>gaes<\/em>\u2014habis-habisan \u201cdibantai\u201d oleh dosen penguji ujian skripsi dan membuatnya merasa sangat marah atau jengkel. Alih-alih melampiaskan secara langsung kepada objek yang menyebabkan ia marah, yakni si dosen ini tadi\u2014ya kali <em>bro<\/em>, balik marah sama penguji=daftar jadi mahasiswa abadi\u2014dia malah melampiaskannya kepada orang lain yang ada di sekitarnya atau orang tertentu yang kebetulan kena sialnya aja pas ketemu dia.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong><span style=\"text-decoration: line-through;\">Astral <\/span><em>Projection<\/em> (Proyeksi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Proyeksi pemikiran, perasaan, maupun motif kamu ke orang orang lain. Misalnya nih, kamu merasa bahwa pasanganmu selingkuh atau melarang kamu untuk sering \u2018jalan\u2019 dengan cowok lain tapi kamu merasa malah dia yang selingkuh dan rajin \u2018jalan\u2019 sama mantan. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/misteri-tulisan-dokter-susah-dibaca-kayak-perasaannya-padamu\/\">Atas dasar perasaan itu<\/a>, kamu pun akhirnya melakukan hal yang sama\u2014jadi biar adil <em>gitu <\/em>ceritanya.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong><em>Rasionalization<\/em> (Rasionalisasi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk membenarkan suatu perilaku yang tidak dapat di terima atau perilaku yang salah, kamu akan cenderung melakukan pembenaran atas alasan kamu yang tidak rasional agar menjadi masuk akal\u2014<em>hmm<\/em> <em>cewek banget. <\/em>Contohnya begini, kamu mengambil satu barang berharga teman kamu namun kamu mencari pembenaran dengan keyakinan teman kamu itu hartanya pun nggak akan habis tujuh turunan. Jadi bukan masalah jika kamu mengambil sedikit barang berharganya\u2014<em>toh<\/em> ia bisa membeli lagi dengan cuma menjentikkan jari.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong><em>Reaction Formation<\/em> (Formasi Reaksi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kamu akan cenderung berperilaku yang berlawanan dengan perasaan kamu\u2014<em>cieee<\/em>. Misalnya, kamu lagi <em>naksir<\/em> seorang cowok nih, temen kamu\u2014<em>iyaa kamuu<\/em>~\u2014tapi kamu menampik tegas fakta tersebut dengan menyangkal bahwa kamu sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap orang tersebut\u2014<em>cieee lagi, fren-jon~<\/em><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong><em>Regression<\/em> (Regresi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Berperilaku kekanak-kanakan. Misalnya, ketika kamu mengalami sesuatu yang buruk atau sesuatu yang tidak kamu harapkan seperti kegagalan. Kamu cenderung akan marah-marah, menangis, <span style=\"text-decoration: line-through;\">guling-guling di tanah<\/span>, atau uring-uringan dengan orang terdekatmu atau orang yang berhubungan dengan penyebab kamu mengalami kegagalan tersebut untuk menyangkal kenyataan atas ketidaksiapanmu menerima kegagalan tersebut.<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong><em>Repression<\/em>\/Denial (Penolakan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Otak akan bereaksi melakukan penolakan terhadap sesuatu yang dianggap sebagai ancaman dengan mendorong perasaan maupun pikiran pada suatu hal tersebut ke dalam alam bawah sadar. Mekanisme pertahanan inilah yang biasanya membuat orang yang menyaksikan suatu tindak kejahatan dan pengalaman traumatis kehilangan ingatan mereka mengenai peristiwa tersebut\u2014jadi gitu.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong><em>Sublimation<\/em> (Sublimasi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pengarahan impuls atau <a href=\"https:\/\/tirto.id\/sejarah-partai-amanat-nasional-pan-dan-hasrat-politik-amien-rais-dcBx\">hasrat yang tidak dapat diterima<\/a> kemudian diwujudkan dalam sesuatu yang bisa diterima. Misalnya, ketika kita mengalami suatu konflik batin yang sangat dilematis terhadap suatu permasalahan yang sebenarnya tidak dapat kita terima. Kita merasa seperti ingin melarikan dari masalah tersebut dan berusaha untuk mengalihkan fikiran kita dengan menyibukkan diri atau melakukan aktivitas yang lebih produktif sehingga kita dapat sukses melalui jalan atau cara lain yang dapat diterima\u2014<em>thank youuu, next<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong><em>Dissociation<\/em> (Disosiasi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Perubahan kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba sebagai akibat dari respon terhadap tekanan yang ekstrim di mana perubahan ini mempengaruhi ingatan dan identitas seseorang. Contoh yang dapat mudah difahami adalah amnesia. Ini dapat terjadi dengan dalam hitungan jam atau bahkan tahun dan ingatan yang hilang bisa saja hanya ingatan kejadian-kejadian tertentu yang penting atau traumatis atau bisa juga keseluruhan ingatan-mungkin bisa diterapkan buat ngelupain mantan. Kalau nggak juga <em>move on<\/em>, berarti pengalaman kamu belum cukup traumatis\u2014silahkan coba lagi.<\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li><strong><em>Intellectualization<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Diakibatkan karena otak memiliki banyak fikiran dan terlalu banyak fokus ketika merespon suatu keadaan tertentu, maka otak akan salah arah fokus. Misalnya, ketika seseorang mendengar kabar kematian salah satu keluarganya, orang itu akan mulai berfokus memikirkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan pemakaman sehingga dalam situasi yang sangat sibuk, mereka lebih berfokus pada apa yang harus dilakukan daripada meratapi kesedihan.<\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li><strong><em>Compensation<\/em> (Kompensasi)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Mengimbangi kelemahan dengan menekan kekuatan. Misalnya, seseorang mengakui bahwa prestasi akademik mereka memang tidak begitu baik\u2014alias buruk. Namun, tingkat pemahaman mereka tentang kepemimpinan dan kemampuan sosial mereka tinggi.<\/p>\n<p>Nah, itu saja saudara-saudara. Jadi, jenis mekanisme pertahanan psikologis seperti apa saja yang biasanya kamu gunakan baik secara sadar maupun tidak sadar?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otak sangat berjasa dalam mekanisme pertahanan sendiri yang beberapa di antaranya akan bekerja secara otomatis dalam merespon. <\/p>\n","protected":false},"author":106,"featured_media":2784,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[722,721,723,241],"class_list":["post-2703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-bukan-pakai-dengkul","tag-pakai-otak","tag-pertahanan-psikologis","tag-psikologi"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/106"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2703"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2703\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}