{"id":270175,"date":"2024-04-11T18:33:05","date_gmt":"2024-04-11T11:33:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=270175"},"modified":"2024-04-11T18:33:05","modified_gmt":"2024-04-11T11:33:05","slug":"hampers-lebaran-di-desa-namanya-munjung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hampers-lebaran-di-desa-namanya-munjung\/","title":{"rendered":"Bagi-bagi Hampers Lebaran Bukan Budaya Kami. Budaya Kami Adalah Bagi-bagi Munjung"},"content":{"rendered":"<p><em>Bagi orang desa dapat munjung lebih menarik daripada dapat hampers Lebaran.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini berseliweran di FYP orang-orang dengan penuh semangat unboxing hampers dan parcel. Maklum saja, menjelang Lebaran orang-orang zaman sekarang memang senang berkirim hampers dan parcel. Isinya beragam, mulai dari makanan ringan, barang elektronik, hingga alat salat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, budaya itu hanya ada di perkotaan. Di tempat tinggal saya di desa, nggak ada ceritanya unboxing hampers dan parcel dari kantor atau teman. Adanya munjung atau ater-ater.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munjung merupakan kegiatan memberikan makanan kepada tetangga atau saudara. Varian makanannya pun beragam, ketupat opor, tahu campur. Terkadang mereka juga memberi bahan yang belum diolah misal ayam atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjual-daging-sapi-banyak-yang-curang-selama-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">daging sapi<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi masyarakat desa seperti saya, munjung atau ater-ater lebih menyenangkan daripada bertukar hampers. Nggak perlu repot-repot packing. Makanan dimasukan dalam rantang saja sudah beres.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Munjung nggak hanya di hari Lebaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munjung atau ater-ater tidak hanya dilakukan ketika Lebaran. Tidak seperti hampers yang biasa dikirimkan ketika Lebaran atau hari raya lain. Budaya munjung yang sudah lama ada di Jawa ini juga berlangsung ketika tetangga atau saudara ada hajatan. Saya rasa ini menjadi salah satu keunggulan munjung daripada hampers yang populer ketika hari raya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, munjung atau ater-ater ini diberikan ketika acara belum dimulai. Misalnya, Lebaran berlangsung hari ini, maka ater-ater diberikan kemarin sore. Oleh karena itu, walaupun berupa makanan matang, makanan yang diberikan juga masih tergolong layak dan bukan makanan sisa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berbeda dengan hampers, munjung identik dengan nasi dan lauk pauknya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya munjung ditaruh dalam sebuah rantang atau besek. Susunan makanannya juga ada ciri khas tersendiri. Di paling bawah ada nasi, nasinya juga bukan cuma untuk satu orang, tapi untuk porsi banyak. Biasanya cukup untuk empat orang anggota keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, di atas nasi tadi baru diberi selembar kertas minyak atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/saat-ranting-daun-singkong-jadi-wayang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">daun singkong.<\/a> Lembaran ini ditaruh berbagai lauk. Mulai dari sambal goreng, ayam goreng, daging sapi, telur, dan tahu. Lebih enak dan mengenyangkan kan? Si penerima munjung pun nggak perlu memasak karena makanan sudah tersedia dan tinggal hap!<\/span><\/p>\n<h2><b>Semakin dekat hubungan, biasanya isi munjung semakin banyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, munjung ini juga erat dengan sistem kekerabatan. Semakin dekat hubungan yang terjalin, semakin banyak pula isian makanannya, baik dari sisi porsi maupun jenis. Misalnya untuk tetangga ayam gorengnya hanya dua, sementara untuk saudara dekat ayam gorengnya ada 4 potong. Menarik kan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma itu, kadang dari segi wadah pun berbeda. Kalau yang tetangga ya diberi wadah plastik sekali pakai. Kalau saudara atau kerabat dekat kadang ditaruh dalam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-langkah-untuk-mengurangi-penggunaan-plastik-pribadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">besek<\/a> yang super estetik<\/span><\/p>\n<h2><b>Munjung nggak perlu di-Instagram Story seperti hampers Lebaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang yang memberi ater-ater biasanya nggak meminta diberi ganti makanan. Dengan kata lain, ater-ater dilakukan dengan ikhlas dan tulus berbagai untuk tetangga dan saudara. Harapannya, munjung bisa mempererat persaudaraan dan kerukunan. Itu mengapa pengirim nggak ada yang sakit hati kalau penerimanya tidak membalas hantaran atau tidak mengunggah munjung di <a href=\"https:\/\/business.instagram.com\/blog\/a-step-by-step-guide-create-playful-and-interactive-instagram-stories?locale=id_ID\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Instagram Story<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah budaya kami orang dewasa. Kami nggak kenal saling bertukar hampers atau parcel lalu mengunggahnya dalam Instagram Story. Kami hanya mengenal munjung secara tulus. Selain mempererat persaudaraan, tradisi ini juga membantu meringankan beban saudara atau tetangga. Mereka nggak perlu memasak sebab makanan munjung dijamin enak dan isiannya lengkap. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di tempat kalian, ada budaya seperti ini tidak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karyawan-startup-di-jogja-tersiksa-saat-bulan-ramadan\/\"><b>Karyawan Startup di Jogja Tersiksa, Apalagi Saat Bulan Ramadan. Udah Gaji Nggak Seberapa, Kesempatan untuk Sahur dan Buka Hampir Nggak Ada<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hampers Lebaran hanya dikenal orang kota. Sementara orang desa lebih mengenal munjung yang biasanya berisi masakan matang atau bahan makanan. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":270192,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[6850,322,6851,23967,5880,342,23966],"class_list":["post-270175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ater-ater","tag-desa","tag-hampers","tag-hampers-lebaran","tag-kota","tag-lebaran","tag-munjung"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/270192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}