{"id":270080,"date":"2024-04-11T08:15:56","date_gmt":"2024-04-11T01:15:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=270080"},"modified":"2024-04-11T16:56:14","modified_gmt":"2024-04-11T09:56:14","slug":"lawson-nggak-layak-disebut-convenience-store-tapi-perpaduan-kafe-dan-warkop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lawson-nggak-layak-disebut-convenience-store-tapi-perpaduan-kafe-dan-warkop\/","title":{"rendered":"Lawson Nggak Layak Disebut Convenience Store, melainkan Hasil Kawin Silang Kafe dan Warkop"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama Lawson beberapa tahun belakangan viral di kalangan anak kuliahan. Utamanya karena banyak influencer yang nge-<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">review <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tempat ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">worth it <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">banget buat dikunjungi. Kata mereka, layanan plus barang dagangannya unik dan susah dijumpai di tempat lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Lawson pertama kali buka dekat rumah saya di Surabaya, rasanya wajib hukumnya untuk segera silaturahmi dan membuktikan sendiri klaim para influencer. Apalagi ada klaim bahwa Lawson ini ibarat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">wonderkid<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang punya potensi menggeser takhta <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/indomaret\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret<\/a> dan Alfamart di masa depan (walaupun sebenarnya lisensi Lawson yang pegang ya Alfa Group).<\/span><\/p>\n<h2><strong>Banyak keheranan saat berkunjung pertama kali ke Lawson<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali datang saya langsung dibuat kaget. Ketika melirik etalase jajanan ringan, saya refleks ngebatin, \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hah? Tenanan sak mene regane<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?\u201d. Setelah melihat sekeliling dengan lebih saksama, ternyata memang banyak barang dagangannya dipatok sedikit diatas harga normal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih heran lagi ketika sadar kalau hampir semua yang dijual adalah makanan dan minuman. Berbeda dengan <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/convenience-store\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">convenience store <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">pada umumnya yang menjual berbagai macam barang mulai dari jebakan tikus hingga pembersih kakus. Akhirnya pada perjumpaan pertama tersebut, saya memutuskan membeli <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">odeng-odengan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, makanan yang memang menjadi ikon Lawson.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa penasaran masih menyelimuti akibat kesan pertama yang relatif biasa saja. Setelah beberapa kunjungan rutin, saya baru <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngeh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ternyata ada fitur tersembunyi yang belum saya optimalkan dari tempat ini.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lawson-nggak-layak-disebut-convenience-store-tapi-perpaduan-kafe-dan-warkop\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Mirip nongkrong di kafe tapi keluar uangnya kayak di warkop&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Mirip kafe, tapi nongkrong di sini bisa diakali sehingga cuma keluar uang kayak di warkop<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantai atas Lawson biasanya terdapat tempat nongkrong yang luas. Suasananya memang nggak bisa dibilang istimewa, meja dan kursi kayu ditambah hawa dinginnya sudah cukup buat ngobrol-ngobrol sambil makan odeng. Hadirnya Lawson Coffee memberikan kesan kalau tempat ini sebetulnya semi kafe. Interiornya pun sudah mirip kafe-kafe kekinian, bahkan bisa dibilang sedikit lebih baik dengan balutan cat putih. Melawan arus tren kafe bernuansa abu-abu semen atau merah bata yang sudah membosankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat hanya sebagai tempat nongkrong, Lawson mampu menarik perhatian semua golongan anak kuliahan. Mulai dari kaum anak kosan yang serba pas-pasan, hingga mahasiswa hedon penerima <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beasiswa-kip-kuliah-bukan-tanda-mahasiswa-pecundang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">beasiswa KIP<\/a>. Hal ini tentu karena lawson menawarkan banyak sekali variasi makanan dan minuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan harga yang ditawarkan memang bikin jiwa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mendang-mending<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> saya meronta-ronta. Tapi nggak perlu khawatir, ada juga opsi lainnya yang bisa kalian ambil kalau mau sedikit jeli mengecek satu per satu produk di etalasenya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Opsi paling ekstremnya, kalian bisa cuma menghabiskan Rp6.500 untuk bisa nongkrong berjam-jam. Caranya dengan membeli <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengurutkan-5-kopi-botol-kemasan-terenak-yang-ada-di-minimarket\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kopi botol<\/a> kecil, biasanya 200 ml, seharga Rp3.500 dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ice cup<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seharga Rp3.000. Kalau mau sambil ngemil, ada beberapa opsi jajanan di bawah Rp5.000 yang bisa kalian pilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan lagi bisa nongkrong di tempat mirip kafe, tetapi dengan harga warkop? Saya sendiri sudah buktikan trik ini karena kebetulan bulan puasa kemarin, saya nggak pernah bolos mampir ke Lawson setelah salat tarawih hingga larut malam.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Nggak ada WiFi justru bikin Lawson jadi tempat favorit para introvert<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian pikir saya ke sana untuk sekadar ngobrol, itu salah besar. Justru sebaliknya, saya ke sana selalu membawa laptop. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun sudah disediakan tempat yang luas, ternyata tempatnya nggak ramai-ramai amat. Mungkin nggak terlintas di benak banyak orang untuk tinggal berlama-lama di sana akibat nggak terpenuhinya salah satu kebutuhan primer mereka. Yups, Lawson nggak menyediakan WiFi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang introvert akut seperti saya, ini merupakan tempat yang pas untuk bersemedi mencari wangsit. Absennya WiFi justru menguntungkan saya karena mengurangi godaan buka YouTube kala mentok di depan laptop. Apabila mendadak ramai, tinggal pasang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">headphone <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">saja. Simpel!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, saya mengamini review bagus para influencer atas tempat ini. Selain itu, saya rasa hadirnya Lawson mampu membawa angin segar di antara persaingan monoton antara Indomaret dan Alfamart. Apabila pada akhirnya Lawson nggak mampu menjadi yang teratas, setidaknya inovasi saat ini dapat memberikan tekanan kepada para pemuncak klasemen sekarang. Tinggal berharap saja semoga tren baik ini terus berlanjut dan tidak bernasib sama dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/7-Eleven\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">7-Eleven.<\/a><\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-menu-hacks-lawson\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">9 Rekomendasi Menu Hacks Lawson yang Layak Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lawson sebenarnya nggak layak disebut convenience store. Ia adalah hasil kawin silang antara kafe dan warkop. Sebuah perpaduan yang mantap.<\/p>\n","protected":false},"author":2008,"featured_media":270109,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[18308,3450,6856,18307,20595,13098,1640,8723],"class_list":["post-270080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-convenience-store","tag-free-wifi","tag-kafe","tag-lawson","tag-menu-lawson","tag-pilihan-redaksi","tag-warkop","tag-wifi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2008"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/270109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}