{"id":270017,"date":"2024-04-10T06:42:10","date_gmt":"2024-04-09T23:42:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=270017"},"modified":"2024-04-10T10:57:59","modified_gmt":"2024-04-10T03:57:59","slug":"arsenal-harusnya-menang-tanpa-diving-bukayo-saka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arsenal-harusnya-menang-tanpa-diving-bukayo-saka\/","title":{"rendered":"Arsenal Seharusnya Bisa Mengalahkan Bayern di Liga Champions dan Ini Bukan tentang \u201cDiving\u201d Bukayo Saka"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arsenal bermain \u201cselayaknya\u201d Arsenal. Saya menemukan, mungkin, lebih dari 10 akun yang memprediksi bahwa di Liga Champions, The Gunners akan berbeda. Apakah karena lawan mereka adalah Bayern? Tidak juga. Sebagian besar memprediksi, yang akan menyulitkan tim dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arsenal-membiarkan-si-gajah-terjatuh-dari-ketinggian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">London Utara<\/a> ini adalah dirinya sendiri, termasuk momen penting Bukayo Saka di ujung laga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti sebuah plot drama usang yang sudah dimainkan ribuan kali, Arsenal di Liga Champions kehilangan banyak hal. Mereka tampil tidak seperti tim yang penuh percaya diri dan perhitungan seperti di Liga Inggris. The Gunners meninggalkan banyak bekal untuk menang di rumah. Dan yang paling mereka lupakan adalah bermain dengan ketenangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini lahir bukan untuk memuaskan ego berdebat tentang \u201cdiving\u201d Bukayo Saka di ujung laga. Yah, meskipun, memang, momen antara Saka dan Neuer memang debatable. Dan di Twitter, saya sudah menegaskan bahwa semua opini bisa saja benar. Apakah Saka \u201cmencari\u201d penalti? Bisa jadi. Bukankah Neuer yang kaki kanannya menjegal? Mungkin saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini adalah sebuah catatan, setidaknya penting bagi saya, yang sudah pernah menyaksikan Arsenal menderita dengan agregat 10-2 melawan Bayern. Meski gagal menang, tim yang biasanya menjadi pecundang ini, setidaknya sudah naik level. Izinkan saya menjelaskannya secara ringkas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pray for Bayern, pray for Arsenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum laga, banyak akun parodi yang memainkan tagar pray for Bayern. Seakan-akan, raksasa Bavaria itu akan terbantai di Emirates. Yah, lawakan mereka bukannya tidak beralasan melihat catatan performa Bayern di Bundesliga. Namun, bagi saya, \u201cpray for\u201d juga berlaku untuk Arsenal dan Bukayo Saka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga sebelum laga, saya sudah \u201ccuriga\u201d bahwa akan ada perbedaan besar antara Arsenal yang bermain di Liga Inggris dengan yang tampil di <a href=\"https:\/\/sport.detik.com\/sepakbola\/uefa\/d-7286985\/arsenal-vs-bayern-munich-tuntas-2-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Liga Champions<\/a>. Saka dan kawan-kawan hampir selalu \u201cmendominasi\u201d di Liga Inggris. Namun, mereka bermain seperti \u201ctanpa kepala\u201d di babak pertama melawan Bayern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tim Stillman, jurnalis yang sering menulis soal Arsenal Ladies, menggunakan kata \u201cimmature\u201d untuk menggambarkan performa tim ini. Saya sangat suka dengan kata itu, yang artinya tidak dewasa. Cocok sekali menggambarkan betapa skuat ini naif ketika sempat unggul 1-0 di awal babak pertama dan Ben White membuang peluang yang kata Arteta, menjadi momen paling krusial di laga ini. Ya, bukan \u201cdiving\u201d Bukayo Saka, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komentator laga menggunakan 2 istilah yang jitu menggambarkan perbedaan kedua tim ini. Katanya, melihat Arsenal bermain, selalu ada rasa \u201cfestive\u201d atau meriah. Sementara itu, Bayern bermain dengan kekhasan seseorang yang dewasa dan matang, yaitu \u201ccalm\u201d. Komentar itu muncul ketika skor masih 1-1 dan tidak lama Bayern unggul 1-2.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pray for Arsenal adalah sebuah harapan, dari seorang fans, yang tidak mungkin berhenti berharap. Saya sudah mengikuti tim ini sejak <a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/sport\/soccer\/aswar-riki\/kisah-nicolas-anelka-c1c2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nicolas Anelka<\/a> menjadi \u201calien\u201d di Liga Inggris dan melihatnya memborong piala bersama Real Madrid. Dan, melihat perkembangan tim ini, dengan segala turbulensinya, terutama di era Emirates, saya bahagia masih bisa berharap.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arsenal-harusnya-menang-tanpa-diving-bukayo-saka\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Arsenal seharusnya bisa mengalahkan Bayern, tinggal mau atau tidak.<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Sebetulnya bisa, cuma mau apa tidak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah babak kedua berjalan 10 menit, Arsenal bermain dengan level yang berbeda. Ya, mereka masih membuat \u201ckekonyolan\u201d. Namun, The Gunners memberi gambaran mengapa mereka bisa menjadi pemuncak klasemen Liga Inggris meski untuk sementara waktu. Yang saya maksud adalah determinasi dan daya cipta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika lebih banyak memanfaatkan progresi vertikal dari Zinchenko, Arsenal menemukan beberapa momen penting di depan kotak penalti Bayern. Saya agak malas menjelaskan semua proses dalam term \u201ctulisan taktik\u201d. Intinya saja, yaitu, The Gunners selalu bisa membuat peluang, meski tengah dalam tekanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan ini yang membuat mereka bisa membuat 30+ gol dalam 7 laga. Artinya, tim ini bisa mencetak gol dan itu kabar baik, bukan. Setidaknya mereka bisa mengubah skor dari 0 menjadi 1, 2, atau bahkan 5 dalam sekejap. Semua kembali ke apakah mereka mau atau tidak, bukan soal bisa atau tidak bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau sudah begini, mau itu Bukayo Saka, Gabriel Jesus, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/leandro-trossard-kepingan-final-yang-dicari-arsenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Leo Trossard<\/a> yang menjadi pahlawan, Kapten Ode, Martinelli, Declan Rice, hingga Saliba-Gabriel harusnya bisa menjadi pembeda. Semua kembali apakah mau atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau tidak memenangi laga? Apakah mau atau tidak untuk menjadi juara?<\/span><\/p>\n<h2><b>Bukayo Saka, tolong agak calm, ya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak zaman <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kangen-arsene-wenger-sebagai-sosok-manusia-bukan-pelatih-di-atas-lapangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsene Wenger<\/a>, saya selalu yakin bahwa untuk mencapai 100% potensi klub di atas lapangan, perlu ada pembagian \u201cyang pas\u201d. Untuk porsi pelatih dengan strateginya, ada di 40%. Sementara itu, faktor internal pemain, ada di 60%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor internal pemain adalah banyak. Mulai dari skill, kecerdasan untuk memahami taktik, kemampuan menjaga fisik, dan lain sebagainya. Salah satu yang penting lainnya adalah composure yang berkaitan dengan sisi \u201ccalm\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, menurut saya, Arsenal seharusnya bisa mengalahkan Bayern jika mereka mampu mempertahankan sisi composure dan calmness (dan dewasa seperti kata Tim Stillman). Faktor \u201ccalmness\u201d akan membantu pemain memanajemen stres di bawah tekanan dan membuat mereka bisa memaksimalkan semua skill secara efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukayo Saka bisa jadi contoh terbaik. Dia bisa saja langsung menembak ke tiang jauh ketika 1vs1 dengan Neuer. Sementara itu, Ben White seharusnya membuat gol ketika 1vs1 juga dengan Neuer ketika skor masih 1-0. Keduanya, menurut saya, adalah contoh situasi ketika si pemain kehilangan composure dan calmness di bawah tekanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lain? Ya tinggal lihat lagi rekaman di 2 proses gol Bayern. Semua terjadi karena nggak cuma Bukayo Saya, tapi banyak pemain kehilangan sisi terbaiknya. Oleh sebab itu, di atas, semua ditentukan apakah para pemain \u201cmau menang\u201d alih-alih mempertanyakan \u201capakah bisa\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/arsenal-membutuhkan-siksaan-jantung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arsenal Menang dengan Cara Terburuk<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alih-alih imbang, Arsenal seharusnya bisa mengalahkan Bayern Munchen di Liga Champions, bahkan tanpa &#8220;diving&#8221; Bukayo Saka sekalipun.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":270018,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12904],"tags":[4855,7699,8422,8718,17651,139,1887,12314],"class_list":["post-270017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-olahraga","tag-arsenal","tag-arteta","tag-bayern","tag-bayern-munchen","tag-bukayo-saka","tag-liga-champions","tag-liga-inggris","tag-saka"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270017"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270017\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/270018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}