{"id":269825,"date":"2024-04-08T10:17:37","date_gmt":"2024-04-08T03:17:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=269825"},"modified":"2024-04-08T10:17:37","modified_gmt":"2024-04-08T03:17:37","slug":"kerja-di-tambangan-sidoarjo-itu-berat-mokel-puasa-jadi-pilihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-di-tambangan-sidoarjo-itu-berat-mokel-puasa-jadi-pilihan\/","title":{"rendered":"Kerja di Tambangan Sidoarjo Itu Berat, Mokel di Bulan Puasa Terpaksa Jadi Pilihan"},"content":{"rendered":"<p><em>Seoarang pekerja Tambangan di Sidoarjo terpaksa mokel agar tetap bertenaga.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tambangan bisa dibilang sebagai salah satu transportasi peninggalan sejarah yang masih eksis sampai sekarang. Kalau kalian belum tahu, tambangan adalah transportasi penyeberangan menggunakan perahu. Biasanya digunakan oleh pengendara motor untuk memotong jarak tempuh antar daerah yang terpisah oleh sungai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun nggak umum, tambangan masih menjadi andalan bagi banyak orang di daerah saya tinggal, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Mayoritas penggunanya merupakan pekerja di<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-enaknya-jadi-orang-gresik-pinggiran-bagian-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Kabupaten Gresik<\/a>. Kebetulan, dua daerah ini hanya terpisah oleh<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kali Mas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga lebih banyak orang menggunakan jasa tambangan daripada memutar dengan rute yang lebih jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama tambangan sendiri digunakan karena transportasi ini menggunakan tali tambang atau kabel baja yang terbentang dari satu sisi ke sisi lainnya. Biasanya, satu perahu akan dioperasikan dua orang. Satu bertugas menarik perahu dan satu bertugas menyeimbangkan sambil menarik ongkos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang saya penasaran seberapa berat menarik perahu berisikan sekitar 10\u201315 motor dengan penumpangnya. Yang pasti, hampir semua penarik perahu tambang yang saya temui pasti lengannya kekar. Maklum, mereka tiap hari binsik alias pembinaan fisik, Lur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demi mengetahui lebih banyak soal bisnis transportasi yang nggak umum ini, akhirnya saya bertemu dengan Rizky (23). Dia adalah salah satu pemilik sekaligus pekerja tambangan di Sidoarjo, di daerah tempat saya tinggal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja di Tambangan, Berkawan karib dengan kapal dan kapalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Rizky, syarat utama bekerja di tambangan adalah tahan fisik dan mental. Ketahanan fisik jelas karena pekerjaan ini mengandalkan otot, sedangkan ketahanan mental dibutuhkan karena mereka harus siap bekerja 9 jam dalam satu shift. \u201cYa, sebenernya abot, Mas, tapi mau gimana lagi. Selama bisa buat kebutuhan anak istri di rumah ya harus dijalani,\u201d ujar dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati demikian, Rizky mengaku bisa mendapatkan penghasilan antara Rp150.000 sampai Rp250.000 per hari. Kalau diakumulasikan dalam satu bulan, maka pendapatannya hampir setara <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2024\/01\/26\/134008026\/gaji-umr-sidoarjo-2024-tertinggi-ketiga-di-jawa-timur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR Kabupaten Sidoarjo<\/a>. Namun, nominal tersebut tetap nggak sepadan dengan risiko yang harus dihadapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cResikonya nyawa, wong nyeberang sungai yang alirannya deres. Kalau kapal dan talinya nggak sering dikontrol bahaya. Makanya hidupku nggak bisa jauh-jauh dari kapal, Mas. Entah itu kapal yang ini atau kapalan di tangan. Hahaha\u2026,\u201d kata Rizky sambil terkekeh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerja lebih berat saat puasa, mokel kadang menjadi pilihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nyatanya-wisata-halal-belum-tentu-ramah-muslim\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> muslim<\/a> setengah taat, Rizky memiliki pandangan yang sedikit berbeda soal bulan Ramadan. \u201cOrang bilang Ramadhan itu kan bulan baik ya, Mas, tapi koyoke mereka ngomong gitu karena belum ngerasain puasa sambil narik kapal,\u201d jawabnya sambil mengambil satu batang rokok Surya yang diselipkan di telinganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rizky nggak berniat menyangkal bahwa Ramadan adalah bulan yang baik, dia hanya merasa, bekerja di tambangan menjadi lebih berat di bulan ini. Menahan lapar dan haus di tengah terik matahari Sidoarjo tentu bukan perkara mudah. Apalagi, ditambah harus menarik kapal dengan penumpang. Tak ayal, beberapa kali imannya terpaksa goyah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak sering seh, cuma kalau udah nggak kuat nemen aja. Terpaksa daripada nggak bisa lanjut kerja. Aku yakin Gusti Allah Maha Pemaaf asal hambanya nggak kurang ajar. Gini-gini utang puasaku pasti tak ganti, Mas, jadi kayake nggak dosa-dosa bangetlah,\u201d ungkap Rizky.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ramadan adalah bulan penuh orang-orang baik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kerja di tambangan berasa lebih berat, sebisa mungkin Rizky menahan diri agar nggak mengeluh. Selain malu dengan karyawan yang satu shift dengannya, dia sering mendapat banyak kebaikan dari penumpangnya saat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/kolom\/ramadan-dan-usaha-melampaui-level-tahan-lapar-dan-dahaga-doang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bulan Ramadan<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPaling sering orang ngasih takjil, pasti itu. Saking banyaknya sampe sering tak bawa pulang. Lek nggak gitu mereka ngasih uang lebih\u2026,\u201d Rizky berhenti untuk menyeruput kopi, \u201cKadang aku sungkan sendiri, tapi yang namanya rejeki kan nggak boleh ditolak. Hahaha\u2026,\u201d sambungnya disusul dengan tawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari obrolan sore ini, saya bisa pastikan dua hal. Pertama, Rizky adalah orang yang ceplas-ceplos, sedikit slengean, tapi pribadinya menyenangkan. Kedua, Gubernur Jawa Timur ternyata belum punya niatan untuk membangun jembatan penyeberangan baru yang lebih aman dan proper untuk pengendara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, biarlah. Diambil baiknya aja, toh beberapa orang juga masih menggantungkan hidup dari jasa ini, Rizky misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dito Yudhistira Iksandy<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karyawan-startup-di-jogja-tersiksa-saat-bulan-ramadan\/\"><b>Karyawan Startup di Jogja Tersiksa, Apalagi Saat Bulan Ramadan. Udah Gaji Nggak Seberapa, Kesempatan untuk Sahur dan Buka Hampir Nggak Ada<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerja di Tambangan Sidoarjo semakin berat saat bulan puasa. Nggak heran, pekerjanya sesekali menjadikan mokel pilihan agar tetap bertenaga.<\/p>\n","protected":false},"author":2368,"featured_media":269833,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[23949,109,53,944,23948],"class_list":["post-269825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-mokel","tag-puasa","tag-ramadan","tag-sidoarjo","tag-tambangan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2368"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=269825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/269833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=269825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=269825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=269825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}