{"id":269067,"date":"2024-04-03T11:37:34","date_gmt":"2024-04-03T04:37:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=269067"},"modified":"2024-04-03T11:37:34","modified_gmt":"2024-04-03T04:37:34","slug":"jaken-pati-tempat-slow-living-terbaik-se-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jaken-pati-tempat-slow-living-terbaik-se-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Jaken Pati Tempat Slow Living Terbaik Se-Jawa Tengah, bahkan Lebih Baik daripada Salatiga"},"content":{"rendered":"<p><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu saya membaca<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salatiga-tempat-slow-living-terbaik-di-jawa-tengah\/\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Salatiga, Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Tengah<\/span><\/i><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">di Terminal Mojok. Sebagai seseorang yang pernah tinggal di kota tersebut<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, saya merasa Salatiga memang nyaman untuk ditinggali. Namun, berlebihan rasanya kalau menjadikannya sebagai tempat slow living terbaik se-Jawa Tengah. Menurut saya, Jaken Pati lebih layak menjadi tempat slow living daripada Salatiga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jekan adalah sebuah kecamatan yang terletak di ujung timur dan tenggara Kabupaten Pati. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Rembang dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blora-memang-banyak-kekurangan-tapi-jangan-diprotes-terus-dong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Blora<\/a>. Bagi yang masih asing dengan Jaken Pati, tempat ini berbeda dengan Jakenan ya. Saya menekankan hal ini karena banyak orang sering salah paham.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mayoritas penduduk Jaken Pati bekerja sebagai petani<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan yang terletak 30 km dari Kota Pati itu dihuni oleh 45.209 penduduk yang tersebar ke 21 desa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani karena tanah di sana memang subur. Keadaan tanahnya berupa aluvial dan memiliki ketinggian 10-35 meter dpl (di atas permukaan laut). Komoditas yang ditanam biasanya tanaman tebu, padi, bawang merah, lombok, melon dan aneka sayuran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keseriusan daerah ini di bidang pertanian dibuktikan dengan keberadaan <a href=\"https:\/\/lingkungan.bsip.pertanian.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Balai Instrumen Penguji Standar Lingkungan Pertanian<\/a>. Balai yang dahulu bernama Balingtan ini milik pemerintah pusat yang berdiri di Desa Sidomukti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena mayoritas petani, mereka hidup damai dan tenang. Tidak kemrungsung mengejar keuntungan dan setoran. Mereka menikmati hidup sederhana dan bergotong royong dalam hidup bermasyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang mengejar hidup slow living akan sangat cocok hidup di Jaken Pati. Kalian bisa ikut bertani sambil berkomunitas dengan petani sempat. Niscaya hidup menjadi lebih tenang dan bermakna.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak banyak pusat perbelanjaan, jadi hemat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jaken Pati tidak ada pusat perbelanjaan modern seperti departement store atau mal. Paling mentok, di kecamatan ini hanya ada minimarket seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aturan-tidak-tertulis-saat-belanja-di-indomaret\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret<\/a> dan Alfamart yang jumlahnya tidak banyak, 3 buah saja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga lebih mengandalkan pasar tradisional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jaken Pati terdapat 3 pasar tradisional yakni Pasar Ngulaan di Desa Sumberejo sebagai kota kecamatan, Pasar Ronggo di Desa Ronggo, dan Pasar Taunan di Desa Tegalarum. Bahkan, pasar hewan juga ada di Pasar Ngulaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat perbelanjaan yang tidak begitu banyak sebenarnya menguntungkan bagi kalian yang ingin slow living. Kalian tidak akan disibukkan untuk berbelanja atau membeli ini-itu. Kalian cukup hidup sederhana dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Sisi positif lainnya, pengeluaran kalian tidak akan membengkak.\u00a0 \u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada fasilitas sekolah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang ingin menjalani hidup slow living bersama anggota keluarga yang masih sekolah, sepertinya perlu menyusun strategi khusus. Di Jaken Pati memang ada fasilitas sekolah, tapi terbatas. Di kecamatan ini hanya ada 1 lembaga pendidikan setara SMA yakni MA Darul Ulum di Desa Sumberejo. Sementara untuk tingkat SMP ada SMP 1, SMP 2, SMP Satap Gendolo, dan MTs Natijatul Islam di Sumberejo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi jangan khawatir, mayoritas anak-anak Jaken Pati menempuh bangku SMA di luar kecamatan. Walau di luar kecamatan, jaraknya masih terjangkau seperti SMAN 1 Sumber Rembang, SMAN 1 Batangan, SMAN 1 Jakenan atau sekolah lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keadaan yang jauh dari hiruk pikuk kota, menjadikan slow living di Jaken Pati benar-benar optimal. Nggak ada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantul-tidak-memiliki-mal-karena-alasan-alasan-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mal<\/a> dan tempat nongkrong bikin kantong tidak jebol. Terlebih, harga makanan di daerah ini murah banget. Dengan uang Rp10.000 perut dijamin kenyang. Menarik bukan? Ingin mencoba slow living di Jaken Pati?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rusdi Ngarpan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedayu-tempat-slow-living-terbaik-mengalahkan-kota-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sedayu Tempat Slow Living Terbaik, Mengalahkan Jogja dan Daerah-Daerah Lain<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jaken Pati tempat slow living terbaik se-Jawa Tengah mengalahkan Salatiga. Di sana jauh dari hiruk pikuk kota dan bisa bertani.<\/p>\n","protected":false},"author":2172,"featured_media":269140,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23893,1245,14205,23282],"class_list":["post-269067","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jaken-pati","tag-pati","tag-salatiga","tag-slow-living"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269067","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2172"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=269067"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269067\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/269140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=269067"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=269067"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=269067"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}