{"id":269046,"date":"2024-04-05T14:35:53","date_gmt":"2024-04-05T07:35:53","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=269046"},"modified":"2024-04-05T14:35:53","modified_gmt":"2024-04-05T07:35:53","slug":"blega-bangkalan-madura-kecamatan-yang-belum-layak-jadi-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/blega-bangkalan-madura-kecamatan-yang-belum-layak-jadi-kota\/","title":{"rendered":"Blega, Kecamatan di Bangkalan Madura yang Ngebet Disebut Kota, Padahal Nggak Punya Apa-apa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perdebatan antara warga<\/span> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tempat-tinggal-terbaik-di-temanggung-adalah-ngadirejo-bukan-kedu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ngadirejo<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Kedu di<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memantik saya untuk menulis artikel ini. Pasalnya, mereka saling berebut predikat kecamatan ternyaman untuk ditinggali di Temanggung. Namun, saya tidak akan mengganggu perdebatan mereka. Setelah membaca tulisan itu saya jadi ingin mengomentari perdebatan hangat yang tengah terjadi di Kabupaten Bangkalan Madura. Kecamatan-kecamatan di sini saling berlomba memperoleh predikat kota, salah satunya Kecamatan Blega.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya cukup memaklumi mengapa warga Blega ngotot kawasannya sebagai kota. Kawasan Blega memang terlihat lebih maju daripada daerah-daerah lainnya di Bangkalan. Terlepas dari itu, menurut saya predikat kota ini terlalu dipaksakan, sebab sebenarnya kemajuan kawasan Blega hanya tampak luarnya saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Blega, Bangakalan Madura sebenarnya seperti kota mati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan yang terdiri atas 19 desa itu memiliki Pasar Blega yang lebih ramai daripada pasar lain di Bangkalan. Itu mengapa orang-orang mengidentikan keramaian di pasar ini sebagai kota. Apalagi, pasar ini buka hingga malam hari. Selain pasar, di Blega terdapat beberapa perumahan yang sulit ditemukan di daerah lain di Bangkalan. Namun, hal-hal itu nggak cukup mengubah Blega dari kecamatan menjadi kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gambaran di atas hanyalah sebagian kecil dari Blega. Banyak hal di Blega yang nggak layak. Misal, lebih banyak jalan yang rusak daripada jalan mulus. Beberapa kali melewati daerah Blega, saya belum pernah menemukan jalan teraspal dengan rapi, sebaliknya adanya jeglongan, bebatuan, atau becek, pokoknya sangat tidak ramah untuk<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/supra-x-125-motor-honda-yang-rewel-kalau-diisi-pertalite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> motor honda Supra<\/a> saya. Selain itu, di sana masih banyak area persawahan yang sunyi sepi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Fasilitasnya nggak lengkap<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya Blega adalah kecamatan yang sial di Bangkalan. Jaraknya yang mencapai 40 km dari pusat kota membuat daerah ini seolah dianaktirikan. Berbagai urusan menyangkut administratif harus dilakukan di pusat kabupaten yang cukup jauh. Selain itu, fasilitas di kecamatan ini nggak lengkap. Kalau membutuhkan sesuatu mereka lebih memilih kabupaten tetangga yang mudah dan dekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu terjadi pada teman saya yang tinggal di Blega. Ketika ingin membayar biaya kuliahnya, dia harus pergi ke kabupaten sebelah, Kabupaten Sampang. Sebab, di Blega sendiri belum ada kantor bank yang menerima pelayanan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/ketidakadilan-sistem-ukt-menindas-mahasiswa-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pembayaran UKT<\/a>. Itu mengapa, kata teman saya, menjadi agen BRI link adalah usaha paling menjanjikan di Blega, Bangkalan Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah lho, buat ngirim uang aja harus ke kabupaten sebelah, malah sudah mau menyematkan gelar kota.<\/span><\/p>\n<h2><b>Daerah langganan banjir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blega adalah salah satu daerah di Bangkalan yang langganan banjir. Namun, itu bukan berarti daerah ini sudah layak menyandang gelar kota. Mentang-mentang banyak kota di Indonesia langganan banjir, bukan berarti banjir jadi pertanda suatu daerah layak menjadi kota. Banjir berarti penataan daerah yang buruk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penataan yang tidak baik ini dapat kalian temukan di area pasar Blega. Saluran air di wilayah ini posisinya lebih tinggi daripada permukimannya, makanya nggak heran kalau kawasannya jadi langganan banjir. Nah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">banjir bulan lalu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, katanya adalah bencana banjir terparah di wilayah ini. Sampai-sampai banyak rumah warga yang terendam, bahkan gedung <a href=\"https:\/\/suaraindonesia.co.id\/news\/peristiwa\/65f29aac05d1b\/Dampak-Banjir-Blega-Sebabkan-Sekolah-Rusak-Berat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SD Negeri 1 Blega<\/a> sampai roboh akibat arus yang tinggi. Benar-benar mengecewakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan-alasan di atas yang membuat Blega di Bangkalan Madura masih jauh dari status kota. Lagi pula, saya heran deh, kenapa ngebet banget ingin menjadi kota. Padahal status kota atau bukan itu nggak menjamin kesejahteraan warganya. Lihat saja, berapa banyak warga kota yang hidupnya semakin hari semakin sulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedayu-tempat-slow-living-terbaik-mengalahkan-kota-jogja\/\"><b>Sedayu Tempat Slow Living Terbaik, Mengalahkan Jogja dan Daerah-Daerah Lain<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kecamatan Blega di Bangkalan Madura ngebet disebut kota. Padahal fasilitas di sana nggak lengkap dan langganan banjir. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":269506,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,23926,23927,5020],"class_list":["post-269046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-blega-bangkalan-madura","tag-kecamatan-blega","tag-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=269046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/269046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/269506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=269046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=269046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=269046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}