{"id":268539,"date":"2024-04-02T13:43:07","date_gmt":"2024-04-02T06:43:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=268539"},"modified":"2024-04-03T15:45:58","modified_gmt":"2024-04-03T08:45:58","slug":"abang-roy-upin-ipin-antagonis-yang-melakukan-5-kelakuan-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/abang-roy-upin-ipin-antagonis-yang-melakukan-5-kelakuan-buruk\/","title":{"rendered":"Mengenal Abang Roy dalam Serial Upin Ipin, Tokoh Antagonis yang Mengusik Ketenangan Kampung Durian Runtuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penikmat Upin Ipin pasti tahu, serial satu ini tidak hanya berisi tokoh-tokoh protagonis. Supaya menyerupai kehidupan nyata, terdapat satu tokoh antagonis di Kampung Durian Runtuh yang selalu bikin onar. Abang Roy namanya. Walau kehadirannya bikin geram, Abang Roy mampu membawa serial anak-anak asal Malaysia itu menjadi lebih nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang masih asing, Abang Roy merupakan karakter laki-laki berusia sekitar 30 tahun. Dia berambut pendek dan memiliki janggut. Biasanya Abang Roy mengenakan kaus berwarna coklat polos. Pemuda ini memang jarang muncul, tapi sekalinya tampil selalu ada saja masalah yang mengikuti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran tokoh antagonis satu ini menurut saya adalah langkah cerdas. Selain menambah dinamika cerita, kartun bikinan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Les%27_Copaque_Production\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Les\u2019 Copaque Production<\/a> itu memberi gambaran sosok yang jangan ditiru. Penonton jadi tahu, sosok seperti Abang Roy hanya merepotkan masyarakat sekitar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Mencuri durian milik Tok Dalang untuk dilombakan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Upin Ipin musim ke-6 episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Raja Buah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Uncle Muthu dan Tok Dalang mengobrol. Tok Dalang yang punya gelar raja buah bercerita ingin mengikuti pagelaran lomba durian di Kampung Durian Runtuh.\u00a0 Abang Roy yang duduk tidak jauh dari mereka menguping pembicaraan itu. Dia langsung menyusun strategi busuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam harinya, Tok Dalang ditemani Upin dan Ipin bermalam di kebun durian untuk menunggu durian matang jatuh. Roy yang sudah tahu rencana Tok Dalang diam-diam mengikuti mereka. Roy berencana maling durian si raja buah dengan ukuran yang paling besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja, Abang Roy tetap kalah dalam perlombaan Raja Buah Kampung Durian Runtuh. Meski ukuran duriannya besar, buah curian itu rasanya hambar dan nggak enak. Pemenangnya tetap jatuh di tangan Tok Dalang. Saat itu Tok Dalang membawa jenis durian hitam yang baunya enak dan rasanya lezat.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Bukannya memberi, Abang Roy malah kabur saat dimintai sumbangan buat Ijat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan nggapleki Abang Roy lainnya muncul di Upin Ipin musim ke-5 episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ikhlas Dari Hati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat itu, Upin dan Ipin membawa sebuah kaleng memutari desa demi mengumpulkan sumbangan untuk Ijat. Diceritakan, Ijat baru saja mengalami musibah, rumahnya terbakar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abang Roy tampak tidak berempati dengan musibah yang menimpa Ijat. Dia menolak memberikan sumbangan. Abang Roy berhasil menghindar ketika bertemu Upin dan Ipin di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uncle-muthu-upin-dan-ipin-belajar-masak-dari-mana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kedai Uncle Muthu<\/a>. Dia juga melarikan diri ketika bertemu lagi di pasar. Benar-benar sosok orang dewasa yang nggak pantas dicontoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Memperkeruh suasana dengan membakar sampah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di episode Upin Ipin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahaya Jerebu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, diceritakan asap tebal menyelimuti Kampung Durian Runtuh. Kondisi tersebut berbahaya dan mengganggu, sehingga berbagai kegiatan diliburkan. Termasuk kegiatan belajar mengajar di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikgu-jasmin-upin-ipin-sebaik-baiknya-guru-tk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">TK Tadika Mesra<\/a> dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah tebalnya asap yang berbahaya menghambatan aktivitas warga kampung, Abang Roy tanpa dosa membakar sampah di depan rumah. Untung saja saat itu ia langsung ditegur Tok Dalang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Bukannya dilerai, Abang Roy malah merekam dua warga yang sedang rebutan beras<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya pengin berprasangka buruk, namun kayaknya hati si Abang Roy ini emang nggak ada unsur damai-damainya. Dia memang didesain untuk menciptakan masalah dan keramaian. Lihat saja dalam episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin Gerobok Rejeki<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saat itu ada orang yang sedang rebutan beras. Bukannya melerai, Si Roy malah asyik merekam kejadian itu. Akhirnya, plastik beras itu robek dan berasnya berserakan. Emang kampret kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Abang Roy pengendara motor ugal-ugalan yang meresahkan Kampung Durian Runtuh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin episode Motor Kapcai<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diceritakan motor<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tok-dalang-bukan-cuma-tokoh-figuran-serial-upin-dan-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Tok Dalang<\/a> sedang mogok. Tiba-tiba Abang Roy muncul dari belakang dengan kecepatan tinggi. Kemunculan tokoh mengesalkan ini diikuti dengan asap kendaraan hingga menyelimuti Tok Dalang dan Upin Ipin yang sedang menemani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya pemuda itu memang membantu Tok Dalang sih, tapi perilaku berkendara secara ugal-ugalannya nggak bisa dibenarkan. Apalagi kendaraan yang ditumpanginya terbukti nggak dirawat dengan baik hingga menimbulkan polusi udara dan suara yang meresahkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa episode yang menunjukkan Abang Roy Upin Ipin adalah karakter antagonis yang menyebalkan. Melalui episodes-episode itu, serial anak-anak Upin dan Ipin seolah-olah ingin mengajarkan perilaku-perilaku Roy keliru dan nggak patut untuk ditiru. Kalau kalian menjumpai seseorang yang wataknya mirip Abang Roy, tugas kita adalah harus menegurnya. Seperti Tok Dalang yang menegur dengan tegas pemuda itu ketika melakukan kesalahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Nadlif<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jarjit-upin-ipin-nggak-jago-pantun-banyak-pantunnya-yang-gagal\/\"> <b>8 Pantun Jelek dan Gagal Ciptaan Jarjit dalam Serial Upin Ipin, Lebih Baik Jangan Ditiru<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abang Roy Upin Ipin adalah tokoh antagonis di Kampung Durian Runtuh. Dia mencontohkan perilaku-perilaku yang tidak patut ditiru.<\/p>\n","protected":false},"author":2128,"featured_media":268946,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[23880,23879,13098,5675,5855],"class_list":["post-268539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-abang-roy","tag-abang-roy-upin-ipin","tag-pilihan-redaksi","tag-tokoh-antagonis","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2128"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=268539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268539\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/268946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=268539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=268539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=268539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}