{"id":268445,"date":"2024-03-29T13:36:57","date_gmt":"2024-03-29T06:36:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=268445"},"modified":"2024-03-29T13:36:57","modified_gmt":"2024-03-29T06:36:57","slug":"kota-solo-memang-nyaman-tapi-umk-nya-memprihatinkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-solo-memang-nyaman-tapi-umk-nya-memprihatinkan\/","title":{"rendered":"Kota Solo Memang Nyaman, tapi UMK-nya Memprihatinkan!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering nemu konten di Instagram maupun Tiktok yang menampilkan sudut Kota Solo dengan durasi 30 detik lalu diimbuhi teks \u201cSolo ditinggal ngangeni, ditunggoni ora sugih-sugih\u201d, terus dikasih backsound lagu melow atau pop yang lagi viral.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten itu membuat saya bergumam, bener juga ya. Kota yang didapuk jadi kota paling layak huni dan ternyaman di Indonesia ini memang patut dikangenin karena suasananya yang begitu hangat. Mulai dari orang-orangnya sampai lingkunganya, saya rasa Kota Solo ini memang senyaman itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain orang-orangnya yang ramah dan bikin nyaman, fasilitas di sini nggak perlu diragukan lagi. Di Solo pelbagai fasilitas ada. Dari pendidikan, kesehatan, air bersih, transportasi. Semua ada di Solo. Rata-rata dapat feedback positif semua. Apalagi soal transportasi seperti BST (Batik Solo Trans), nyaman pol pokoke. Kalau kalian nggak percaya coba datang ke Solo dan bisa buktikan sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik kenyamanan dan segala fasilitas di Solo yang bikin ngangenin ini, ada satu hal yang bikin saya dan semua orang di sini punya pikiran untuk keluar dari kota ini dan merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pasti kalian tau alasannya. Ya benar, UMK Solo yang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian belum tau, upah di Solo itu di angka Rp2.269.070, menduduki peringkat 14 di wilayah Jawa Tengah. Belum bisa dikatakan lumayan dengan posisi 14 itu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Fokus bertahan hidup<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya pertanyaan buat teman-teman. Jika kalian mendapat gaji standar segitu, apa yang kalian lakukan? Lebih tepatnya sih, apa yang bisa kalian lakukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau makan Marugame Udon yang seporsi 50 ribu, eman. Atau mau beli sepatu New Balance yang paling murah dengan harga 1 juta, sulit. Saya sarankan sih, urungkan niat kalian. Mending buat bertahan hidup di kota yang digadang-gadang paling nyaman ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa saya menyarankan hal tersebut, sebab beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca artikel dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-kota-solo-nyaman-ditinggali-biaya-hidupnya-begitu-tinggi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mbak Nurul Fauziah<\/a> di Terminal Mojok. Artikel tersebut menyebutkan kalau biaya hidup di Solo ini bisa tembus 3,5 juta per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa bayangkan, dengan biaya hidup segitu, dan gaji ngepas UMK, jelas kalian lebih fokus untuk bertahan hidup ketimbang membahagiakan dirimu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kota Solo murah, tapi bagi orang Jakarta<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, masih banyak yang mengamini biaya hidup Kota Solo sebenarnya nggak mahal. Salah satunya, dari teman saya yang asal Jakarta. Kata teman saya, kalau di Solo bawa uang 15 ribu sudah bisa makan nasi lauk ayam goreng plus sayur. Sedangkan di Jakarta sendiri, harga segitu belum dapat lauk ayam goreng, ujar teman saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wis, Solo akhirnya merasakan apa yang Jogja rasakan: dipandang murah pakai standar orang Jakarta. Hadeh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gini lho, Lur. Kenapa biaya hidup Kota Solo terkesan murah, pertama ya karena upahnya sudah murah to begin with. Tak mungkin pedagang bisa mematok harga proper karena ya siapa juga yang bisa beli?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biar memahami maksud saya, <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/v7dz99\/faktor-penyebab-umr-jogja-termasuk-rendah-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">reportase <em>Vice<\/em> ini<\/a> bisa memberikan gambaran. Memang fokusnya tentang Jogja, tapi, bisa juga diaplikasikan ke Kota Solo.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Ditinggal ngangeni, dienteni remuk neng ekonomi!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di Jakarta, mematok harga makanan proper, bahkan mahal pun aman. Di Ibu Kota saja upah kerja di sana per 2024 udah menyentuh angka Rp5.067.381,-, Dua kali lipat dari upah Kota Solo. Jadi wajar jika harga di Jakarta tak semurah di Solo. Soalnya upah di sana juga tinggi, maklum kalau biaya hidupnya juga tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka nggak heran jika Kota Solo dilabeli dengan biaya hidup yang murah bagi kacamata orang Jakarta dan sekitarnya. Lah wong upahnya ya murah. Kalau panganan di sini mahal, apa nggak nangis warlok sini kalau mengandalkan gaji UMK Solo yang naiknya nggak seberapa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya begitulah, di balik Solo yang nyaman dengan segala fasilitasnya. Masih ada UMK Solo yang jauh dari kata aman. Jadi nggak heran jika ada konten dengan kutipan Solo ditinggal ngangeni, dienteni ora marake sugih!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Akbar Maulana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-solo-sebaik-baiknya-kota-untuk-menetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Solo, Sebaik-baiknya Kota untuk Menetap<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumit.<\/p>\n","protected":false},"author":2349,"featured_media":263330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7539,14262,9578],"class_list":["post-268445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-biaya-hidup","tag-kota-solo","tag-umk-solo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2349"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=268445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268445\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=268445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=268445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=268445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}