{"id":267645,"date":"2024-03-22T13:15:29","date_gmt":"2024-03-22T06:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267645"},"modified":"2024-03-22T13:15:29","modified_gmt":"2024-03-22T06:15:29","slug":"jogging-track-sungai-brantas-mojokerto-sarang-mesum-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogging-track-sungai-brantas-mojokerto-sarang-mesum-pemuda\/","title":{"rendered":"Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto: Fasilitas Olahraga yang Kini Berubah Jadi Sarang Mesum para Pemuda"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto menjadi sarang aktivitas mesum. Bikin malu saja!\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mendengar istilah \u201cjogging track\u201d, saya cukup yakin, bahwa yang ada dalam pikiran kalian pasti tidak jauh-jauh dari \u201clintasan untuk lari santai\u201d. Cuman, kalau untuk Mojokerto, pengertian tadi akan jadi kurang pas. Kota Mojokerto, seperti dengan keras melawan definisi jogging track yang sudah jadi common sense banyak orang itu. Kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha ya itu, saya yang orang asli Mojokerto sendiri pun heran. Kok bisa kota onde-onde ini punya fasilitas jogging track yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan \u201clintasan untuk lari santai\u201d. Sudah lah cuma punya satu jogging track, konsepnya melawan common sense pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian nggak percaya, silakan kunjungi sendiri. Namanya Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto. Warga lebih akrab menyebutnya dengan singkatan JT (karena jogging track di Mojokerto cuma satu). Lokasinya dekat Sungai Brantas dan Jembatan Gajah Mada. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trowulan-mojokerto-tak-mungkin-kena-banjir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jogging Track Mojokerto Sempat Jadi primadona wisata olahraga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto, seingat saya sekitar 2010 sampai 2017, sempat normal. Panjang track-nya sekitar satu kilometeran. Setiap pagi dan sore hari, ia selalu jadi primadona, baik bagi warga Kabupaten maupun Kota Mojokerto untuk berwisata sambil berolahraga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pinggiran track-nya itu ada semacam tangga untuk duduk dan beristirahat. Dan saya ingat sekali, dulu, kalau melihat dari atas Jembatan Gajah Mada, tangga itu ketika pagi dan sore hari selalu penuh dengan pedagang dan orang-orang yang habis lari kecil. Mereka selalu bersantai di situ sambil menikmati semilir angin dan senja di atas Sungai Brantas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tangga, Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto juga ada semacam spot foto yang ukurannya setara lapangan futsal. Letaknya di tengah-tengah lintasan jogging. Di sana, ada pembatas besi dan kursi ala-ala seperti di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nggak-cuma-di-jogja-malioboro-juga-punya-cabang-di-beberapa-kota\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malioboro Jogja<\/a> yang berfungsi sebagai sandaran dan ornamen spot foto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, yang namanya masa lalu, ya tetaplah masa lalu. Sekarang, Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto yang dulu penuh keindahan, kesehatan, dan kenangan itu benar-benar melawan common sense tentang jogging track.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sekarang, track-nya bisa bikin celaka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bulan puasa, saya sempat berkunjung ke Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto. Situasinya benar-benar sepi. Saya tak tahu kenapa orang-orang tak lagi mengunjunginya. Tapi buat saya, ia memang benar-benar sudah tidak normal. Di area spot foto sudah tak ada lagi kursi ala Malioboro Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan ajaibnya, track-nya itu kalau dipakai buat jogging malah bikin celaka. Kok bisa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kondisi pavingnya sekarang itu penuh dengan lumut. Rumput gajah juga tumbuh subur di beberapa titik lintasan lari. Dengan kondisi paving yang demikian, wajar saja jika orang-orang sudah tak lagi berminat jogging di sana. Bisa-bisa celaka karena terpeleset.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin bikin malu karena udara di sana juga tak sehat. Banyak sampah berserakan yang bikin udaranya kotor. Dan itu, tentu saja bukan tanpa alasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sorenya tempat menikmati senja, malamnya jadi sarang mesum para pemuda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, ketika sore sampai malam hari, Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto ini beralih fungsi sebagai tempat nongkrong. Di sana terdapat banyak PKL yang menjajakan kopi dan kawan-kawannya. Lintasan jogging berubah menjadi lahan menggelar tikar tempat di mana lesehan dan gelas kopi itu berada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan fungsi ini sebenarnya tak masalah buat saya. Karena selain menjadi ladang pergerakan ekonomi kerakyatan, jogging track ini saat sore hari nyatanya memang cukup indah buat nongkrong. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sungai-brantas-kediri-sudah-nggak-nyaman-lagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Keindahan senja<\/a> di atas Sungai Brantas masih terasa meski situasinya tidak seperti dulu lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuman sayangnya, otak para tukang nongkrong di sana itu terlampau cerdas dan out of the box. Banyak dari mereka, kalau buang sampah, di luar tempat sampah. Lebih kacaunya lagi, saat malam hari, Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto ini berubah lagi menjadi tempat mesum muda-mudi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ia tetap jadi tempat nongkrong. Tapi, karena saat malam hari penerangan lampu di sana itu remang-remang, alhasil para pemuda dengan otak out of the box-nya memanfaatkan kondisi itu untuk berbuat mesum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan karena saking seringnya kelakuan tak senonoh itu terjadi, sampai-sampai fakta di Google tentang Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto ini separuhnya berisi berita muda-mudi mesum. Memalukan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemkot Mojokerto tak perlu sok-sokan melawan common sense<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, meski saya warga Kabupaten Mojokerto, saya juga malu melihat kenyataan Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto. Pihak pemkot seharusnya nggak perlu sok-sokan melawan common sense dengan membiarkan jogging track-nya terbengkalai. Sumpah, beneran nggak ada keren-kerennya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau memang fasilitas untuk warga sudah terwakili oleh alun-alun kota, ya setidaknya jogging track ini jangan dibiarkan. Seolah-olah pemkot menjadi pihak yang <a href=\"https:\/\/jatim.viva.co.id\/kabar\/4357-video-sejoli-diduga-mesum-di-area-jt-mojokerto-saat-ngopi-bikin-netizen-heboh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">melanggengkan generasi mesum<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, tidak ada salahnya kalau jogging track tersebut diubah menjadi fasilitas yang lain. Sebab, dengan adanya bekas lintasan jogging track, spot foto yang cukup lebar, dan keindahan Sungai Brantas, ia sebenarnya punya banyak potensi, khususnya di sektor ekonomi pariwisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara mau diubah menjadi fasilitas seperti apa, saya sih terserah. Yang jelas, saya berharap semoga nantinya Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto bisa bermanfaat lagi, dan nggak lagi jadi sarang mesum para muda-mudi. Sumpah, memalukan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-benteng-pancasila-pusat-kebahagiaan-warga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Benteng Pancasila Mojokerto, Jalan Sepanjang 2 Kilometer Pusat Kebahagiaan Warga<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jogging Track Sungai Brantas Mojokerto sempat menjadi spot favorit warga untuk olahraga. Namun kini, ia menjadi sarang mesum yang memalukan!<\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":267701,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[2501,23780,23779,23782,5532,8174,23781],"class_list":["post-267645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jawa-timur","tag-jogging-track-sungai-brantas","tag-jogging-track-sungai-brantas-mojokerto","tag-jogging-track-sungai-brantas-mojokerto-tempat-mesum","tag-mojokerto","tag-sungai-brantas","tag-sungai-brantas-mojokerto"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267645\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}