{"id":267626,"date":"2024-03-26T12:01:51","date_gmt":"2024-03-26T05:01:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267626"},"modified":"2024-03-26T12:01:51","modified_gmt":"2024-03-26T05:01:51","slug":"betapa-problematiknya-trans-semanggi-surabaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-problematiknya-trans-semanggi-surabaya\/","title":{"rendered":"Betapa Problematiknya Trans Semanggi Surabaya: Waktu Kedatangan yang Tak Bisa Diprediksi, Nunggu Sampai Lumutan!"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya banyak transportasi umum di Surabaya, seperti Trans Semanggi cukup membuat arek-arek Surabaya bergembira. Tapi..<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan transportasi umum di Surabaya memang perlu diapresiasi. Dulu satu-satunya transportasi umum andalan warga Surabaya untuk mondar-mandir dari\u00a0 rumah ke pasar lalu berangkat sekolah dan kembali lagi ke rumah adalah angkot atau biasa dipanggil len atau bemo. Kini mulai bermunculan beragam transportasi umum yang menghiasi jalanan Kota Surabaya. Mulai dari bus kota yang memiliki dua versi, yaitu Trans Semanggi dan Suroboyo Bus, kemudian muncul lagi angkutan umum yang bernama Wira Wiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Surabaya, saya merasa ini adalah progres yang sangat baik untuk mengurangi tingkat polusi dan angka kemacetan di area metropolitan. Dan sebagai orang yang belum bisa berkendara alias motoran sendiri, transportasi publik akan sangat membantu kumpulan orang-orang seperti kami untuk sampai ke tujuan dan menghemat ongkos perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang bukan menjadi rahasia lagi bahwa naik transportasi umum tentunya akan jauh lebih murah. Namun, apakah\u00a0 hal itu lantas membuat warga Surabaya memilih menggunakan transportasi umum?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabanya bisa ya bisa tidak, tergantung dengan kebutuhan masing-masing individu. Namun, faktanya di sekitar saya, banyak warga Surabaya yang memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibanding dengan naik transportasi publik. Alasannya pastinya beragam, \u201cya karena sudah punya motor sendiri\u201d, \u201clebih cepat naik motor\u201d, \u201crutenya ga paham\u201ddan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak pilihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sebagai orang yang tidak bisa berkendara sendiri seperti saya, sedangkan saya memiliki keharusan untuk ngampus hampir setiap harinya dari Surabaya Barat ke Surabaya Timur, membuat saya tidak punya banyak pilihan lagi selain harus naik transportasi umum, yang tidak lain adalah Trans Semanggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trans Semanggi sendiri mulai beroperasi pada 1 Februari 2022 secara gratis dan mulai ditetapkan pembayaran pada akhir Oktober 2022. Menurut saya <a href=\"https:\/\/www.jawapos.com\/surabaya-raya\/01420903\/aplikasi-dan-tarif-suroboyo-bus-dan-trans-semanggi-akan-diintegrasikan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tarifnya<\/a> masih terbilang terjangkau, yaitu Rp6.200 untuk umum dan Rp2000 untuk pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas. Ditambah lagi ada aplikasi untuk mengecek pergerakan bus ini dan memantau jarak antarhalte.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu sudah seharusnya orang normal yang memiliki kasus sama seperti saya akan memilih menggunakan bus ini setiap harinya. Tapi lagi-lagi, kenyataannya sampai tahun ini banyak orang yang tidak begitu, termasuk kadang saya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya adalah, kenapa?<\/span><\/p>\n<h2><b>Trans Semanggi kerap telat, bikin lumutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun murah, tapi warga yang pernah menikmati bus ini pada akhirnya lebih memilih ojol. Ini semua karena tidak ada kepastian waktu Trans Semanggi tiba di halte. Jadi, warga diminta berharap pada hal yang jelas tak pasti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan ini menurut saya bisa terjadi karena tidak adanya jalur khusus untuk bus, jadi kedatangannya tidak bisa diprediksi. Pada akhirnya, Trans Semanggi ikut bertarung dengan kemacetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak keluhan tentang aplikasinya. Terkadang titik busnya tidak sesuai dengan titik lokasi sebenarnya, sehingga sulit untuk memperkirakan kapan busnya akan datang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Wajib sabar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trans Semanggi sendiri mulai beroperasi dari pukul 05.00 &#8211; 22.00 WIB. Seharusnya jarak waktu antarbus sekitar 15 menit. Tapi sekali lagi, karena tidak ada jalur khusus bus, waktu Anda untuk menunggu adalah tergantung seberapa baik nasibmu. Bus bisa saja datang lebih cepat, atau bisa jadi sangat lama atau sering diistilahkan sampai lumutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa Pemerintah Kota Surabaya perlu membuat jalur khusus busway agar permasalahan ini dapat diatasi. Usaha pemerintah menciptakan bus ini tentunya agar warga beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, nanti masalahnya beralih ke bagaimana cara bikin jalur bus. Itu biar dipikirin sama pemerintah yang berwenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trans Semanggi ini sudah bagus, lebih bagus lagi kalau semua bisa diperbaiki. Bisa meniru Transjakarta yang jelas bisa dianggap transportasi umum yang berhasil. Kalau sudah ada contohnya, bisa dipelajari, lalu, tunggu apa lagi?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Daffa Amelia Yasa<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/depok-memang-dicap-ajaib-tapi-jadi-tempat-tinggal-terbaik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Depok Memang Unik dan Ajaib, tapi Jadi Tempat Tinggal Terbaik<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kok gini ya.<\/p>\n","protected":false},"author":2615,"featured_media":268168,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[405,18161,2404],"class_list":["post-267626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-surabaya","tag-trans-semanggi","tag-transportasi-umum"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2615"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267626"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267626\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/268168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}