{"id":267547,"date":"2024-03-21T13:02:00","date_gmt":"2024-03-21T06:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267547"},"modified":"2024-03-21T13:02:00","modified_gmt":"2024-03-21T06:02:00","slug":"jogja-menertawakan-orang-yang-putus-asa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jogja-menertawakan-orang-yang-putus-asa\/","title":{"rendered":"Jogja Tak Selalu Istimewa, tapi di Sini Kamu Bakal Malu kalau Putus Asa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja akan istimewa di mata orang yang tepat. Setelah banyak membaca tulisan di Mojok yang mengungkap aib kota ini, rasanya saya harus angkat bicara. Jogja tidak se-PHP itu, sih. Kalian masih bisa bersyukur dengan pernah hidup di kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa itu kali pertama kali saya rasakan ketika acara pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukan-ugm-atau-uny-uin-sunan-kalijaga-adalah-kampus-paling-unggul-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UIN Sunan Kalijaga<\/a>. Saat itu, kegiatannya adalah pengenalan organisasi kemahasiswaan. UIN berbangga diri dengan branding kampus inklusi. Betul, UIN berusaha memanusiakan manusia. Walaupun nantinya, inklusifitas di kampus ini masih jauh dari harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Kampus Sapen ini, saya banyak menemukan mahasiswa yang memiliki keistimewaan. Mereka adalah teman-teman netra, tuli, daksa, dan sebagainya. Begitu juga dengan fasilitas yang mewadahinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UIN Sunan Kalijaga sendiri telah menyediakan sarana dan prasarana yang ramah difabel. Adanya block guide, lift dengan tombol braille, got yang sudah ditutup dengan besi. Selebihnya, kampus ini punya Pusat Layanan Difabel. Unit di bawah LPPM yang diisi oleh sukarelawan yang membantu mobilitas dan kegiatan belajar teman-teman difabel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para relawan membantu menjadi notetaker teman-teman tuli, membantu mobilitas teman-teman daksa ke kelas, hingga belajar bahasa isyarat dasar. Hal ini menjadi salah satu alasan banyak orang memilih UIN. Kampus ini mengizinkan calon memilih program studi. Tidak memandang kondisi fisik tertentu, sehingga saat ini UIN menjadi model percontohan kampus inklusi bagi perguruan tinggi lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perjuangan yang menginspirasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lepas dari dunia perkampusan, saya lebih banyak menemukan teman-teman difabel di jalanan Jogja. Coba saja kalian melintas di Jalan Timoho. Kalian akan menjumpai pedagang-pedagang netra. Dari remaja hingga orang tua, mereka menjajakan jualannya dengan percaya diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lainnya, saya menemukan lagi di Jalan Menteri, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kotagede-jogja-dulu-pusat-pemerintahan-kini-kota-mati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kotagede<\/a>. Bahkan di Panggungharjo tempat saya tinggal di Jogja, saya menemukan pedagang perabotan rumah, sepasang suami istri netra, ditemani seorang anak kecil. Pengalaman ini tidak saya temukan di kota asal saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapati itu semua, saya merasa harus ngelus dodo. Mereka berjuang untuk hidupnya sendiri. Bekerja, berkuliah, apa saja, mereka mencoba mandiri. Bahkan jika melintas di Jalan Menteri Supeno ke arah Kotagede, kalian akan menemui pedagang asongan netra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, saya berkali-kali ngopi di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Angkringan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">angkringan<\/a> di daerah Sorowajan. Di angkringan ini saya sering ngopi bareng bersama teman-teman netra. Di kondisi ini, biasanya ngopi adalah wahana membuang penat dan mencari inspirasi. Rasanya makjleb bertemu mereka. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan. Seandainya ketika ngopi kita berkeluh kesah satu sama lain, seketika kalian akan langsung diberikan pukulan. Malu jika harus mengeluh menghadapi keadaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak menemukannya di kota asal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kota saya berasal jarang ada suasana seperti ini. Malah mereka menunjukkan sisi kekurangannya supaya orang lain kasihan. Coba bayangkan, kalian bertemu pengemis yang menyandang <a href=\"https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7019658\/tunadaksa-adalah-kelainan-fisik-ketahui-jenis-dan-ciri-cirinya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tunadaksa<\/a>. Mereka mengemis diantar seseorang menggunakan sepeda motor menyambangi tiap-tiap rumah warga. Kelucuan apa lagi ini. sebenarnya bukan masalah tapi jika dipandang di tengah masyarakat, malah menyulut api kesal. Bukan malah ingin memberi tapi ingin mengusir sekalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan pengalaman ini kiranya kita mendapatkan motivasi hidup. Dengan keterbatasan mereka masih riang gembira dan bersungguh-sungguh dalam bekerja. Hal ini membawa spirit tersendiri ketika menghadapi masalah-masalah yang ada. Setidaknya kita harus berpikir 2 kali jika harus berputus asa di Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Iklil Muhaiyaddin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jogja-masih-berguna-walau-punya-banyak-kekurangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menganggap Trans Jogja Nggak Berguna Adalah Pendapat Ngawur<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jogja memang tidak selalu istimewa. Namun, di sini, terdapat perjuangan teman-teman difabel yang mandiri. Kamu malu kalau putus asa di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":2610,"featured_media":267563,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9377,23760,115,14566,23761,9282,22692,5443],"class_list":["post-267547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-difabel","tag-jalan-timoho-jogja","tag-jogja","tag-kotagede","tag-tuna-daksa","tag-uin-jogja","tag-uin-suka","tag-uin-sunan-kalijaga"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2610"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}