{"id":267426,"date":"2024-03-20T14:47:54","date_gmt":"2024-03-20T07:47:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267426"},"modified":"2024-03-24T22:08:01","modified_gmt":"2024-03-24T15:08:01","slug":"lucunya-harga-tiket-pesawat-domestik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lucunya-harga-tiket-pesawat-domestik\/","title":{"rendered":"Lucunya Harga Tiket Pesawat di Indonesia: Bagaimana Bisa Jakarta ke Singapura Lebih Murah ketimbang ke Surabaya? Nggak Masuk Akal!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini ada cuitan di X yang mengeluhkan harga tiket pesawat domestik mahal. Hal tersebut ditanggapi Kemenhub dengan mengatakan jika penumpang pesawat atau customer harus jeli saat membeli tiket, sebab tiket pesawat connecting\/sambungan\u00a0 umumnya memang\u00a0 mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, fakta lapangannya harga tiket pesawat domestik baik penerbangan direct\/langsung ataupun connecting memang mahal. Bahkan jauh lebih mahal ketimbang tiket pesawat tujuan internasional. Untuk membuktikannya, mari kita bandingkan harga tiket pesawat direct kelas ekonomi tujuan domestik dari Surabaya ke Jakarta dan tiket pesawat internasional tujuan Surabaya menuju Singapura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak antara Surabaya ke Singapura adalah 1376 km. Jika ditempuh menggunakan pesawat membutuhkan waktu 2 jam 15 menit dan harga tiketnya Rp700 ribuan. Kalau sedang promo malah bisa Rp480 ribu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara jarak antara Surabaya ke Jakarta adalah 780 km. Jika ditempuh dengan pesawat membutuhkan waktu 1 jam 20 menit dan harga tiketnya Rp1 jutaan. Harga tersebut belum termasuk asuransi kecelakaan ya, ada biaya tersendiri sebesar Rp75 ribu untuk asuransi. Dulu, sebelum pandemi covid, umumnya tiket pesawat sudah include asuransi kecelakaan, tapi sekarang tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan jarak yang lebih dekat dan waktu tempuh yang lebih cepat, kok bisa harga tiket pesawat domestik (Surabaya-Jakarta) lebih mahal ketimbang tujuan internasional (Surabaya-Singapura). Aneh, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini kita baru berbicara tiket domestik untuk rute di Pulau Jawa. Kalau kita melihat harga tiket pesawat domestik di luar Pulau Jawa. Terutama di Indonesia bagian timur, harganya lebih mahal dan mencekik lagi. Naik pesawat dari Surabaya ke Ternate harganya bisa lebih mahal dari UMR Jogja. Ngeneslah pokoknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alasan harga tiket mahal versi pemerintah Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif<\/span><a href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20240122\/98\/1734498\/tiket-pesawat-domestik-masih-mahal-menparekraf-ungkap-sebabnya\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Sandiaga Uno<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan ada dua hal yang menyebabkan tiket pesawat domestik mahal. Pertama, karena jumlah armada terbatas. Kedua, karena harga avtur (bahan bakar pesawat) fluktuatif dan cenderung naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, saya kurang sepakat dengan pendapat tersebut. Pesawat tujuan internasional bahan bakarnya juga\u00a0 avtur, kenapa mereka mampu memberikan harga tiket pesawat murah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal jumlah armada sedikit juga kurang masuk akal. Maskapai penerbangan tentu memiliki prinsip dagang yang sama dengan industri lainnya. Jika permintaan banyak dan penumpang ramai mereka pasti tambah armada. Lihat saja jumlah penerbangan rute Surabaya ke Jakarta, dalam sehari bisa lebih dari enam kali. Bandingkan dengan rute Surabaya ke Ternate yang lebih sepi penumpang, sehari hanya dua kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jumlah armada pesawat sesungguhnya berkorelasi dengan permintaan pasar. Ya kali, penumpangnya sedikit mau beli pesawat lagi?<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lucunya-harga-tiket-pesawat-domestik\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Batas bawah dan atas yang malah jadi masalah<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Batas bawah dan batas atas justru membuat harga tiket pesawat domestik mahal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahalnya tiket pesawat domestik juga dipengaruhi adanya revisi peraturan pemerintah tentang tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA) yang diberlakukan sejak 2019 lalu. Peraturan tersebut sesungguhnya memiliki tujuan mulia. Tarif batas atas dimaksudkan agar melindungi konsumen dari terlalu tingginya harga tiket pesawat. Sementara tarif batas bawah difungsikan untuk melindungi maskapai dari perang tarif murah yang tidak masuk akal dan menyebabkan kebangkrutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, peraturan ini justru lebih banyak merugikan konsumen lantaran maskapai cenderung memilih untuk membanderol harga mendekati TBA-nya. Saya akan mengambil contoh rute Surabaya ke Jakarta, untuk rute ini TBB-nya adalah Rp408 ribu, sementara TBA-nya adalah Rp1.167 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Silakan cek di semua maskapai domestik, harga tiket pesawat rute Surabaya-Jakarta rata-rata di atas Rp980 ribu semua. Tidak ada satu pun maskapai yang membandrol harga Rp500 ribu atau mendekati\u00a0 TBB-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parahnya lagi, kalau saya ke Jakarta turunnya tidak di Bandara Soetta, melainkan di Bandara Halim Perdana Kusuma harga tiket pesawatnya malah Rp1.3 juta. Nominal tersebut kan sudah melampaui TBA, kok pemerintah diam saja?\u00a0 Harusnya menegur dan memberikan sanksi kepada maskapai yang bersangkutan sesuai<\/span><a href=\"https:\/\/jdih.dephub.go.id\/api\/media?data=7H7pvk1WI6K3r5KgQVLXjp8MSMf2oTm1h8hiwiRB6eUj8m0VDF10Fnk4JFq81TrIiw48WcUd1nfgz8MMyDjzeQmf8LW7AzkHkjB4qD6y6uYWHJFOJv0P1dBWTFwJ1Vs9GVvW925vYAbSg7eKbUuzdVzGK7KFeu6vl10PDLUHNXGmJrkJFHIXI9eBO0THh9aYkyY19QBbjMJWipLv095WcxCN4ZvN\"> <span style=\"font-weight: 400;\">peraturan Kemenhub<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan peraturan penerbangan domestik, dalam\u00a0 rute pesawat internasional tidak ada aturan batas atas dan batas bawah. Semuanya diserahkan pada mekanisme pasar, siapa yang mampu memberikan pelayanan baik dengan harga terjangkau itulah yang akan memenangkan pasar.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemerintah harus turun tangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Industri penerbangan di Indonesia sejatinya melibatkan banyak aspek, tidak hanya maskapai saja, tapi ada Angkasa Pura, Pertamina, AirNav, dan pajak untuk negara. Semua hal tersebut mempengaruhi harga atau tarif tiket pesawat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pajak suku cadang pesawat mahal, Angkasa Pura mematok jasa bandara mahal ke maskapai. Ditambah lagi Pertamina menjual avtur dengan harga yang tinggi dan berbeda-beda di setiap daerah, hasil akhirnya harga tiket pesawat domestik mahal dan makin mahal lagi untuk daerah yang terpencil.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Malaysia, harga<\/span><a href=\"https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/KRXC5Gpe-kppu-harga-avtur-di-indonesia-lebih-mahal-dibandingkan-10-bandara-luar-negeri\"> <span style=\"font-weight: 400;\">avtur<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">-nya lebih murah dari Indonesia dan pajak suku cadang pesawat lebih murah sehingga harga tiket pesawat domestiknya juga bisa lebih murah. Bahkan mereka masih memberikan subsidi untuk beberapa rute domestiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang pemerintah selaku pembuat kebijakan adalah satu-satunya pihak yang bisa membuat harga tiket pesawat murah. Jika memang benar avtur mahal, ya disubsidi dong. Kalau memang harga avtur di setiap daerah berbeda lantaran jalur distribusi mempengaruhi harga jualnya, itu juga tugas pemerintah untuk membuat harganya sama. Bukankah dulu tarif BBM juga\u00a0 berbeda\u00a0 antara di Jawa dan luar pulau Jawa, tapi sekarang semua daerah tarifnya sudah\u00a0 sama.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Subsidi tiket pesawat domestik bisa jadi kunci<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, jika pemerintah mau, silakan memberikan subsidi kepada penumpang. Sebenarnya ada sih subsidi tiket pesawat yang diberikan oleh Pemda seperti yang terjadi di beberapa distrik Papua. Tapi hal tersebut masih jarang dan hampir tidak pernah dilakukan daerah lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, masalah tiket pesawat juga erat kaitannya dengan pandangan pemerintah tentang transportasi udara. Jika pemerintah menganggap pesawat adalah transportasinya orang kaya sehingga enggan memberikan subsidi dan tidak menganggap mahalnya tiket pesawat sebagai masalah yang mendesak untuk diselesaikan, impian warga Indonesia untuk harga tiket pesawat domestik murah masih akan jauh dari kenyataan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, bagi negara kepulauan seperti Indonesia, pesawat adalah transportasi yang paling dibutuhkan oleh warganya. Kalau harga tiket pesawatnya murah maka mobilitas warga antar\u00a0 pulau menjadi tinggi dan otomatis bisa mempersempit kesenjangan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaaa lagi-lagi, kalau kepikiran sih.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Tiara Uci<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-tiket-pesawat-dalam-negeri-mahal\/q\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harga Tiket Pesawat Tujuan Dalam Negeri Nggak Ngotak! Harganya Lebih Mahal daripada ke Luar Negeri<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>T<\/em><em>erminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kok iso yo?<\/p>\n","protected":false},"author":1542,"featured_media":267428,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[2931,23740,529,405,23741],"class_list":["post-267426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-avtur","tag-harga-tiket-pesawat","tag-jakarta","tag-surabaya","tag-tiket-pesawat-domestik"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1542"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267428"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}