{"id":267329,"date":"2024-03-20T12:10:11","date_gmt":"2024-03-20T05:10:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267329"},"modified":"2024-03-21T10:07:54","modified_gmt":"2024-03-21T03:07:54","slug":"ironi-bangkalan-madura-miskin-kotanya-sejahtera-pejabatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-bangkalan-madura-miskin-kotanya-sejahtera-pejabatnya\/","title":{"rendered":"Ironi Bangkalan Madura: Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya. Saya rasa kalimat tersebut sangat cocok untuk dijadikan tagline Kabupaten Bangkalan Madura. Sebab meskipun masuk kategori sebagai kabupaten miskin, pejabat pemerintah di sini tidak sungkan menghambur-hamburkan anggaran. Layaknya rezeki yang bisa dicari, anggaran di kabupaten ini juga bisa dicari-cari. Yang terpenting ada program, anggaran dicairkan, bisa dapat uang makan, ambil ceperan, berguna nggaknya masalah belakangan. Itu menurut saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa apa yang saya katakan tidak hanya dipikirkan oleh saya, tapi juga teman-teman saya. Guyonan \u201cSaya Cinta Bangkalan, Tapi Nggak Pejabatnya\u201d sering sekali saya dengar. Hal ini membuktikan bahwa kinerja pemerintah kabupaten ini belum bisa memuaskan warganya. Saya pun tidak menyangkal, memang banyak program pemerintah yang menelan miliaran rupiah, tapi tidak ada dampaknya sama sekali, selain menghabiskan anggaran itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gedung-gedung tak berfaedah di Bangkalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya heran, kenapa pemerintah Bangkalan lebih memilih membangun gedung-gedung unfaedah daripada fokus memperbaiki<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/74920823\/mayoritas-gedung-sd-negeri-di-bangkalan-rusak\"> <span style=\"font-weight: 400;\">gedung SD yang banyak rusak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Gedung-gedung yang dibangun pun menelan banyak anggaran, tapi ketika selesai hanya dibiarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya gedung IKM Center di pintu masuk Suramadu. Meskipun pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN, tetap saja bangunan ini saya rasa hanya buang-buang anggaran. Sebab, pembangunan yang<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/74919144\/sentra-ikm-habiskan-anggaran-rp-75-miliar\"> <span style=\"font-weight: 400;\">menelan Rp75 miliar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ini masih terlihat sepi, padahal sudah dibuka sejak Agustus tahun lalu. Ketika siang hari lokasi dengan luas 6 hektar ini terlihat panas dan gersang, ketika malam pun terlihat kosong dan angker. Sangat tidak menarik untuk dikunjungi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lainnya adalah Pasar Palawija Tanah Merah. Salah satu pasar tradisional terbesar di Bangkalan Madura ini dibangun pada\u00a0 2019 dengan anggaran<\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/regional\/read\/5026786\/revitalisasi-pasar-tanah-merah-bangkalan-malah-bikin-pedagang-susah\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Rp25 miliar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi sampai saat ini, gedung megah yang sudah rampung tersebut belum bisa digunakan. Bahkan, kemacetan sebagai alasan pembangunannya juga tidak teratasi. Jalan di Pasar Tanah Merah tetap macet. Bahkan, Sabtu kemarin saya harus mematung selama 1 jam karena macet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggaran sudah dihabiskan, tapi gedungnya nggak terpakai. Apalagi kalau nggak disebut buang-buang?<\/span><\/p>\n<h2><b>Agenda duta-dutaan elit, tapi kontribusi sulit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bikin gedung unfaedah, agenda duta-dutaan juga hanya jadi ajang buang-buang anggaran di Bangkalan Madura. Salah satu pemilihan duta yang paling terkenal adalah pemilihan duta wisata. Di Bangkalan Madura disebut dengan Kacong Jebbing Bangkalan. Tapi, agenda tersebut agaknya hanya jadi agenda tahunan untuk menghabiskan anggaran saja. Sebab, kontribusi agenda ini kurang berdampak positif bagi Bangkalan. Ya, hanya adu kecantikan dan kepintaran saja. Buktinya, bertahun-tahun dilaksanakan, Bangkalan Madura yang terkenal hanya<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-beneran-mengecewakan-dan-bikin-saya-kapok\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">buruk-buruknya saja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, termasuk<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-nggak-cocok-dijadikan-destinasi-wisata\/2\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">pariwisata<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang jadi kewajiban mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-bangkalan-madura-miskin-kotanya-sejahtera-pejabatnya\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Duta Genre Bangkalan? Apa lagi ini?<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilihan duta lainnya yang cukup kompetitif adalah Duta Genre Bangkalan. Tahun lalu, anggaran kegiatan ini tidak menelan biaya yang sedikit. Juara 1 dan 2 nya saja mendapatkan laptop. Anggaran segitu banyak dampaknya apa? Bertahun-tahun dilaksanakan saja, pernikahan dini di Bangkalan malah<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/berita-kota\/74919678\/sebanyak-1650-remaja-di-bangkalan-nikah-dini\"> <span style=\"font-weight: 400;\">meningkat<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, pada 2021 sebanyak 1.366 orang menjadi 1.650 orang pada 2022. The real nggak ada dampak positifnya. Malah menciptakan gap antara seorang duta dengan masyarakat yang kebanyakan dari desa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biaya rapat pejabatnya selangit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini enaknya jadi pejabat pemerintah di Bangkalan. Di tengah kondisi kabupaten yang miskin, pejabat pemerintah tetap bisa makan enak. Cukup agendakan meeting, makan siang sudah dijamin, misalnya menjadi pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes). Selama 2024, anggaran<\/span><a href=\"https:\/\/radarmadura.jawapos.com\/bangkalan\/744365157\/konsumsi-rapat-dinkes-bangkalan-hampir-setengah-miliar-legislatif-bakal-kroscek-ulang\"> <span style=\"font-weight: 400;\">konsumsi rapat Dinkes saja menelan Rp403 miliar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk 133 rapat. Bahkan, sekali rapat ada yang puluhan juta. Ingat, itu konsumsi saja ya, pengisi perut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi itu belum seberapa jika dibandingkan dengan Dinas KB-PPPA. Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP) yang saya himpun, Dinas KB-PPPA menganggarkan 260 juta untuk salah satu konsumsi rapatnya. Penasaran nggak sih apa konsumsinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya jika diperhatikan, antar dinas di Bangkalan Madura lebih suka adu-aduan anggaran konsumsi rapat daripada peran dan fungsi mereka. Memang ya, kalau sudah masalah perut harus jadi yang paling utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, cukup sekian beberapa contoh kinerja pejabat kabupaten saya yang lebih suka buang-buang anggaran. Saya harap kedepannya, dampak yang dihasilkan oleh kinerja pejabat pemerintah bisa sesuai dengan jumlah anggaran yang mereka buang. Sebab, kabupaten tercinta kita ini bukan kebanyakan uang, pak\/bu!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Abdur Rohman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-beneran-mengecewakan-dan-bikin-saya-kapok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bangkalan Madura: Beneran Mengecewakan dan Bikin Saya Kapok<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>T<\/em><em>erminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gimana ini?<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":260464,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23731,23730,22434,790,5020],"class_list":["post-267329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-anggaran-daerah","tag-anggaran-rapat-pejabat","tag-bangkalan-madura","tag-kemiskinan","tag-madura"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267329\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/260464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}