{"id":267320,"date":"2024-03-20T12:43:29","date_gmt":"2024-03-20T05:43:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267320"},"modified":"2024-03-20T12:43:29","modified_gmt":"2024-03-20T05:43:29","slug":"mimpi-kuliah-di-surabaya-kandas-ibu-dan-kiai-tak-setuju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mimpi-kuliah-di-surabaya-kandas-ibu-dan-kiai-tak-setuju\/","title":{"rendered":"Saya Gagal Kuliah di Surabaya meski Persyaratan Sudah 95%. Saya Terhalang Perubahan Restu Ibu karena Kiai Sekolah Tidak Setuju"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kelas 3 MA, banyak guru bertanya saya mau kuliah di mana setelah lulus. Saya selalu tegas menjawab, \u201cDi Surabaya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meringankan beban kuliah, saya berusaha mendapatkan beasiswa. Nah, setelah bertanya ke banyak orang, akhirnya saya menemukan orang yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia adalah kakak tetangga saya, seorang dosen, sekaligus guru madrasah. Sejauh ini, dia sering berhasil membantu calon mahasiswa mendapatkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-lengkap-mendaftar-beasiswa-lpdp-2024\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">beasiswa S1<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita orang yang saya panggil kakak itu berhasil menemukan salah satu kampus di Surabaya yang cocok dengan saya. Jurusannya ada, sekaligus ada peluang mendapatkan beasiswanya. Setelah mengatur strategi, kakak meminta saya agar segera memenuhi persyaratannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ibu saya sempat merestui untuk kuliah di Surabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bilang ke ibu kalau sudah menemukan kampus di Surabaya. Insyaallah, saya akan kuliah dan dapat beasiswa. Ibu bangga dan memberi restu setelah mendengar kabar itu. Misal nantinya diterima atau tidak, dapat beasiswa atau tidak, saya pikir belakangan. Pokoknya coba dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya langsung mengumpulkan berkas. Mulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bisnis-fotokopi-di-desa-dapat-cuan-dan-rahasia-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">fotokopi KTP<\/a> hingga SK Tidak Mampu dari desa. Dari 100% berkas, 95% persen sudah terkumpul. Bahkan, saya sudah membeli map kancing sebagai wadah persyaratan itu untuk disetor ke kampus yang saya tuju. Siap dikirim lewat pos saat itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dipanggil kiai di sekolah, awal mula saya gagal kuliah di Surabaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu, siang hari, sebelum masuk kelas jam ketiga, saya tertidur di ruangan kelas. Salah satu teman membangunkan saya. Katanya, kiai sekolah, sekaligus yang punya lembaga, memanggil saya ke kantor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setibanya di kantor, beliau bertanya, saya mau kerja apa kuliah?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tegas saya menjawab, \u201cMau kuliah.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKe mana?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bilang, \u201cDi Surabaya dan sedang berusaha mendapatkan beasiswa.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau bertanya lagi, dapat info dari mana. Saya bilang dari kakak. Kebetulan beliau kenal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOooh dari dia. Kamu kira-kira kuat nggak seperti dia kuliah di luar Madura. Karena, di luar Madura, banyak tantangan selain kamu harus betul-betul serius berkuliah,\u201d ucap beliau menghadap ke arah timur duduk di kursi empuk dalam kantor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cInsyaallah,\u201d jawab saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni lho, hatimu takut nggak kuat. Kuliah di luar Madura itu sungguh berat,\u201d ujar beliau sambil memegang dadanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya diam. Menunduk. Membatin, \u201cYa Allah. Bukannya memberi semangat, kok malah begini.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesaat kemudian, saya bilang baik-baik ke beliau kalau persyaratan sudah hampir lengkap. Usaha untuk kuliah ke Surabaya, sudah bulat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, beliau tetap menyarankan saya untuk kuliah di tanah kelahiran, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-pasongsongan-sumenep-agak-repot-ketika-belanja-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumenep<\/a>. Beliau ngasih opsi beberapa kampus. Salah satunya, kampus yang menerapkan Bidikmisi alias beasiswa juga. Tapi, saya menolak secara halus karena nggak ada jurusan yang saya inginkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, beliau tetap kurang setuju jika saya kuliah di Surabaya. Beliau ngasih saran lagi agar saya kuliah di kampus yang ada di Sumenep.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adalah kampus <a href=\"https:\/\/instika.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika)<\/a> yang menjadi opsi terakhir. Sebab di sanalah ada jurusan yang saya inginkan seperti di kampus di Surabaya tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ibu berubah sikap, manut kiai<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pulang dari sekolah, saya bilang ke ibu kalau saya nggak mendapatkan restu dari kiai untuk kuliah di Surabaya. Ibu yang semula mendukung, langsung berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYaudah, mau gimana lagi, Cong jika kiai kamu sudah begitu, aku ikut apa kata beliau saja. Siapa tahu, nanti, itu menjadi yang terbaik bagi kamu,\u201d kira-kira begitu ucap ibu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situlah saya tak bisa membantah. Semangat saya untuk kuliah di Surabaya merosot. Bagi saya, jika ibu tak mengizinkan, saya juga berat untuk berangkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika anak sudah tak mendapat restu ibu, ada perasaan tak lega dan hidup terasa sempit. Jelas, di titik itu, saya tak bisa melawan. Dan, memang tak ada niatan untuk melawan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kiai mengajarkan muridnya untuk kalah sebelum berperang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai saja kiai memberi semangat, mendoakan yang terbaik, bukan malah mengkerdilkan mental muridnya, mungkin ibu juga akan mengizinkan. Saya tak bisa menebak perasaan beliau kenapa tak mengizinkan saya ke Surabaya. Padahal, tujuan saya kuliah di luar Madura karena meyakini kualitas pendidikan di sana lebih unggul ketimbang di Sumenep.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak bermusuhan dengan beliau lantaran itu. Hanya, bagi saya, keputusannya tidak tepat. Beliau mengajarkan muridnya untuk kalah sebelum berperang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah semua muridnya dikira akan ugal-ugalan dalam menempuh pendidikan? Belum tentu. Dan niat saya kuliah ke Surabaya bukan untuk ugal-ugalan karena jauh dari orang tua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah beliau berkaca ke mahasiswa yang kuliah ke luar Madura tapi bikin orang tua tersiksa? Saya tidak tahu pasti. Misal acuannya ke situ, duh, kek nggak ada acuan yang lain aja yang lebih memotivasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencoba memahami perasaan ibu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, saya hanya bisa merenungi nasib melihat teman sekolah yang sukses kuliah di Jogja, Jember, dan Malang. Sementara saya, hanya mencoba memahami perkataan ibu yang berlandaskan atas ketidaksetujuan sang kiai itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali dalam pikiran ibu, jika tetap mengizinkan, sementara guriu saya tidak setuju, ibu mungkin takut dicap orang tua yang kekuatannya kalah atas kemauan anaknya. Dan takut dicap sebagai orang tua yang mengajari anaknya untuk tidak patuh kepada dawuh gurunya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tak berkutik. Kakak juga tak bisa berbuat apa-apa mendengar hal itu. Akhirnya, usaha untuk kuliah di Surabaya kandas di awal perjalanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kisah saya pada 2019 silam. Kini, saya sudah lulus S1 tepat waktu di Kampus Instika tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Zubairi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-di-mata-orang-sidoarjo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagi Orang Sidoarjo, Surabaya Adalah Kota yang Penuh Kenikmatan, Asal Kamu Betah Panas dan Nggak Baperan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>T<\/em><em>erminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mimpi saya untuk kuliah S1 di Surabaya kandas karena ibu dan kiai tidak memberi restu. Padahal saya sudah siap mengejar beasiswa. Sedih!<\/p>\n","protected":false},"author":1367,"featured_media":267397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[2807,23734,23732,23733,5020,16880,405],"class_list":["post-267320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bidikmisi","tag-kampus-di-surabaya","tag-kiai-sumenep","tag-kuliah-di-surabaya","tag-madura","tag-sumenep","tag-surabaya"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1367"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}