{"id":267083,"date":"2024-03-18T11:00:26","date_gmt":"2024-03-18T04:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=267083"},"modified":"2024-03-18T10:47:21","modified_gmt":"2024-03-18T03:47:21","slug":"cikgu-jasmin-upin-ipin-sebaik-baiknya-guru-tk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikgu-jasmin-upin-ipin-sebaik-baiknya-guru-tk\/","title":{"rendered":"Cikgu Jasmin dalam Serial Upin Ipin Sebaik-baiknya Guru TK, Patut Diteladani Para Pengajar Se-Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><i>Banyak hal bisa diteladani dari Cikgu Jasmin Upin Ipin.\u00a0<\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang kerap menonton serial TV asal Malaysia <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pasti sudah tidak asing dengan Tadika Mesra. Taman kanak-kanak ini menjadi tempat Upin dan Ipin serta beberapa anak Kampung Durian Runtuh bersekolah. Selain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kampung-durian-runtuh-upin-ipin-adalah-tempat-pensiun-ideal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kampung Durian Runtuh<\/a>, Tadika Mesra menjadi latar tempat yang paling sering muncul di serial TV anak-anak itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya sekolah pada umumnya, Tadika Mesra punya beberapa guru dengan keunikan masing-masing. Di sana ada Cikgu Melati yang memiliki sifat periang, serba bisa, dan kreatif. Ada juga Cikgu Tiger, satu-satunya guru laki-laki di Tadika Mesra yang mengampu kelas berisi anak laki-laki berperilaku nakal. Lalu, ada Cikgu Besar yang merupakan kepala sekolah Tadika Mesra. Sifatnya yang disiplin, tegas, dan galak membuat para murid takut tatkala berhadapan dengan beliau.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tiga guru itu, kita nggak boleh lupa dengan Cikgu Jasmin sebagai guru pertama Upin dan Ipin. Berkat dia, anak-anak di kelas AMAN bisa jadi murid yang pandai, berkarakter, dan nggak menyusahkan guru setelahnya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikgu-melati-upin-ipin-perlu-introspeksi-soal-tugas-anak-anak-tadika-mesra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cikgu Melati.<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua guru di Tadika Mesra memang baik dan cerdas. Namun, bagi saya, Cikgu Jasmin adalah sebaik-baiknya seorang guru. Sifat dan cara mengajarnya itu lho, saya rasa patut diteladani oleh guru-guru di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sabar, bertutur lembut, dan nggak pernah marah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sifat Cikgu Jasmin yang perlu ditiru oleh para guru adalah sabar. Bagi saya, kesabaran adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh semua guru alias bare minimum. Soalnya, ini akan berpengaruh pada kondisi psikologis para muridnya. Jika gurunya sabar, tentu para murid akan lebih nyaman dalam belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain penyabar, guru juga sebaiknya bisa bertutur lembut dan nggak mudah marah seperti Cikgu Jasmin. Ini juga diperlukan supaya murid-murid nggak merasa seperti orang yang sangat berdosa setelah melakukan kesalahan. Padahal, murid-murid TK perlu didorong untuk eksplorasi sebanyak-banyaknya. Mereka seharusnya tidak perlu takut melakukan kesalahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2<\/b> <b>Cikgu Jasmin Upin Ipin mengayomi murid<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cikgu Jasmin sangat peduli kepada murid-muridnya. Saya ingat betul, salah satu episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada yang menceritakan Cikgu Jasmin mengajar Ijat membaca secara privat. Saya sangat kagum dengan beliau di episode ini. Bukannya menyalahkan Ijat yang tidak kunjung lancar membaca, Cikgu Jasmin inisiatif memberikan pelajaran membaca secara khusus. Di sini saya bisa melihat dia sangat mengayomi murid-muridnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, langkah Cikgu Jasmin mengajari<a href=\"https:\/\/mojok.co\/uneg-uneg\/seperti-ijat-cewek-pingin-banyak-omong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ijat<\/a> membaca secara privat sangat tepat. Dia berupaya sebaik mungkin menjaga perasaan muridnya. Jangan salah, murid yang kemampuannya tertinggal dibanding teman-teman lainnya mungkin merasa minder dan frustasi lho.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap-sikap mengayomi dengan cara yang tepat seperti Cikgu Jasmin ini sebaiknya diteladani oleh guru-guru di Indonesia. Seringkali yang terjadi, guru-guru memang punya sikap mengayomi, hanya saja cara-cara yang digunakan kurang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Cikgu Jasmin Upin Ipin memberi tugas seperlunya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya menonton episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Upin Ipin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari musim terbaru, saya agak heran melihat tugas anak-anak Tadika Mesra yang banyak dan sulit. Ada yang harus hafalan sifir, bawa miniatur ekosistem, hingga membuat mozaik tentang idola. Buset, tugas anak TK kok seperti murid-murid SD kelas besar ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat dari banyaknya tugas, di beberapa episode Upin Ipin diceritakan murid-murid lebih sering mengerjakan PR daripada bermain-main ketika berkumpul. Padahal ketika masih diajar oleh Cikgu Jasmin, anak-anak TK itu lebih sering bermain ketika berjumpa di pondok. Anak-anak juga punya banyak waktu untuk istirahat dan eksplorasi hal-hal lain di luar bangku sekolah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Mengejar pendidikan setinggi mungkin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cikgu Jasmin penuh semangat dalam pekerjaannya. Kalau boleh meminjam istilah anak muda zaman sekarang, guru yang satu ini sangat passionate akan pekerjaannya. Buktinya, dia rela meninggalkan zona nyaman untuk menempuh pendidikan tinggi S2 di Kuala Lumpur. Alasan melanjutkan pendidikan inilah yang membuat kelas AMAN Tadika Mesra tidak lagi diajar Cikgu Jasmin dan digantikan oleh Cikgu Melati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam episode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cikgu Baru<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dia juga berharap anak didiknya tumbuh menjadi orang yang cerdas dan mengejar ilmu setinggi mungkin. Saya merasa apa yang dilakukan Cikgu Jasmin patut dicontoh oleh para guru di Indonesia. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mempunyai-guru-yang-memiliki-passion-mengajar-adalah-sebuah-privilese\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guru perlu passionate dalam pekerjaannya<\/a> sehingga bisa menginspirasi murid-murid untuk tumbuh menjadi sosok-sosok yang bermanfaat. Terkadang, para murid hanya perlu contoh nyata yang menginspirasi bukan sekadar kata-kata motivasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Menekankan moral dan karakter murid<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang gemar nonton Upin dan Ipin pasti pernah mendengar atau membaca komentar di media sosial kalau Upin Ipin didikan Cikgu Jasmin lebih liar daripada didikan Melati. Memang sih, ungkapan itu hanya untuk lucu-lucuan. Namun, ungkapan itu sekaligus menunjukkan adanya perbedaan gaya mengajar Cikgu Jasmin dan Cikgu Melati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah itu berarti didikan Cikgu Jasmin lebih buruk? Saya merasa kok tidak ya. Ungkapan itu justru menunjukkan kalau ajaran Cikgu Jasmin lebih banyak menekankan pendidikan moral dan karakter sehari-hari ketimbang teori. Murid-murid <a href=\"https:\/\/upinipin.fandom.com\/wiki\/Mesra_Kindergarten\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tadika Mesra<\/a> didorong jadi peribadi yang berani, nggak cengeng, dan nggak takut melakukan kesalahan. Kesannya memang lebih \u201cliar\u201d sih, tapi dalam artian yang baik kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah di atas beberapa hal yang bisa diteladani dari Cikgu Jasmin Upin Ipin. Walau hanya sosok fiksi, saya berharap guru-guru se-Indonesia mencontohnya. Khususnya guru-guru TK dan SD, di mana pembentukan karakter dan moral sangat penting di usia-usia tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bella Yuninda Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jarjit-upin-ipin-nggak-jago-pantun-banyak-pantunnya-yang-gagal\/\"><b>8 Pantun Jelek dan Gagal Ciptaan Jarjit dalam Serial Upin Ipin, Lebih Baik Jangan Ditiru<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cikgu Jasmin Upin Ipin patut diteladani oleh guru-guru di Indonesia. Dia mengayomi, penyabar, serta mengutamakan moral dan karakter murid. <\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":267091,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[23489,23691,5855],"class_list":["post-267083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-cikgu-jasmin","tag-cikgu-jasmin-upin-upin","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=267083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/267083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=267083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=267083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=267083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}