{"id":266264,"date":"2024-03-14T11:12:14","date_gmt":"2024-03-14T04:12:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=266264"},"modified":"2024-03-14T11:12:14","modified_gmt":"2024-03-14T04:12:14","slug":"4-pertanyaan-dari-warga-bandung-kepada-warga-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-pertanyaan-dari-warga-bandung-kepada-warga-yogyakarta\/","title":{"rendered":"4 Pertanyaan dari Warga Bandung Kepada Warga Yogyakarta: Nama Sultan di KTP Itu Apa? Terus Ulang Tahun Jogja Kapan?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di benak saya sebagai orang asli Bandung, Yogyakarta merupakan kota yang layak untuk dikunjungi apabila musim liburan menanti. Ya ini merupakan opini saya yang bukan mengada-ngada, karena Bandung dan Yogyakarta sama-sama kota di Pulau Jawa yang selalu diromantisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kesamaan kedua kota ini juga sama-sama kota tujuan wisata di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kota yang sama-sama mengandalkan devisa dari sektor pariwisata. Semisal wisata sejarah, wisata seni, wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ada persamaan, kedua kota ini juga memiliki perbedaan yang sangat jomplang. Yogya punya pantai karena berada di dataran rendah, sedangkan Bandung daerah yang bergunung jadi tak memiliki pantai. Dulu sih ada wacana di Bandung bakal dibangun pantai buatan di daerah Gedebage, namun sekarang tak tau kabar dan kelanjutannya bagaimana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan yang cukup mencolok dan jomplang di antara kedua kota ini ialah masalah UMR\/UMK. UMR\/UMK Bandung cukup lumayanlah walau tak sebesar UMR\/UMK Jabodetabek dan karawang. Sedangkan UMR\/UMK Yogyakarta tanpa perlu dijelaskan lah, heheheh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman pertama kali menginjakan kaki di Yogyakarta sewaktu saya masih SMP dalam acara study tour\/outing class, karena masih kecil menikmati kota Yogyakarta hanya sebatas cekrek foto di icon-icon Yogya upload ke facebook, di like coment teman dan selesai. Namun semakin bertambahnya usia saya semakin banyak membaca dan mengkaji kebudayaan Jawa khususnya Yogya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sering membaca dan mengkaji Yogyakarta, suatu saat nanti saya ingin liburan ke kota ini lagi. Namun, sebelum liburan ke kota ini lagi izinkan saya orang Bandung bertanya kepada Yogyakarta tentang uneg-uneg yang mengganjal di kepala.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa nama yang tercantum di KTP Sultan\/Gubernur Yogyakarta?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari buku yang saya baca, nama lahir Sultan\/Gubernur Yogyakarta yang sekarang adalah BRM Herjuno Darpito. Dan dilantik menjadi raja Yogya pada 7 maret 1989. Pertanyaan yang menjadi misteri bagi saya, apa nama yang tercantum di KTP Sultan\/Gubernur Yogyakarta\/DIY?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah BRM Herjuno Darpito nama lahirnya? Apakah Hamengkubuwono X? Atau gelar yang lengkap <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hamengkubuwana_X#:~:text=8%20Pranala%20luar-,Masa%20kecil,Sudibyo%20Rajaputra%20Nalendra%20ing%20Mataram.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sri Sultan Hamengkubuwono X<\/a>? Atau, malah gelar yang lebih lengkap, yaitu Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono Ingkang Jumeneng Kasepuluh, Suryaning Mataram, Senapati Ing Ngalaga, Langgenging Bawana Langgeng, Langgenging Tata Panatagama Ing Ngayogyakarta Hadiningrat?<\/span><\/p>\n<h2><b>Apabila saya mengkritik Hamengkubuwono X, apakah saya mengkritik Seorang Raja atau seorang Gubernur?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yogyakarta itu istimewa. Saking istimewanya Hamengkubuwono X memegang dua jabatan sekaligus, yaitu sebagai seorang raja dan sebagai seorang gubernur. Jadi apabila saya atau orang lain mengkritik beliau, apakah mengkritik sebagai seorang raja atau mengkritik seorang gubernur? Atau malah mengkritik kedua-duanya? Hehe<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa penulisan, ejaan dan sebutan yang benar nama Yogyakarta?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang membingungkan bagi saya, mungkin orang lain juga sama apa yang saya rasakan. Apa penulisan nama Yogya yang benar? Apakah Yogya, Jogja, Djogja, Yogyakarta, Jogjakarya, atau Ngayogyakarta? Apakah semunya benar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entahlah, yang pasti bangsawan Yogya yang bisa menjelaskan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kapan Ulang tahun Yogyakarta?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini yang lebih membingungkan saya lagi: ulang tahun Yogya kapan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah 13 Gebruari 1755 bertepatan dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perjanjian-giyanti-penyebab-orang-jogja-susah-menikahi-orang-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perjanjian Giyanti<\/a> yang membuat Mataram terpecah menjadi dua dan sebagai lahirnya Kasultanan Yogyakarta? Atau, apakah 5 september 1945, bertepatan ketika Sultan Hamengkubuwono IX mengeluarkan amanat tentang bergabungnya Kasultanan Yogyakarta sebagai kerajaan merdeka bersatu dengan NKRI?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apakah 4 Maret 1950, bertepatan Daerah Kesultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah daerah berotonomi khusus setingkat provinsi? Atau malah 1 September 1945, ketika Daerah Istimewa Yogyakarta dijadikan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entahlah mana ulang tahun yang benar dan mungkin semuanya benar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 4 pertanyaan dari saya sebagai warga Bandung kepada warga Yogyakarta. Kalau ada yang mau jawab sih, saya akan berterima kasih. Serta ya, ikutan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Itu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Acep Saepulloh<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-kota-romantis-di-titik-tertentu-saja-lainnya-ya-suram\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandung Kota Romantis di Titik Tertentu Saja, Lainnya ya Suram<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>T<\/em><em>erminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama Sultan di KTP apa ya?<\/p>\n","protected":false},"author":2577,"featured_media":243413,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,8955,8436,3812,509],"class_list":["post-266264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-ktp","tag-sultan","tag-ulang-tahun-jogja","tag-yogyakarta"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2577"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=266264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/266264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/243413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=266264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=266264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=266264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}