{"id":265655,"date":"2024-03-06T11:28:09","date_gmt":"2024-03-06T04:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=265655"},"modified":"2024-03-06T11:28:09","modified_gmt":"2024-03-06T04:28:09","slug":"surabaya-selepas-hujan-tak-lagi-indah-hanya-tinggal-banjir-dan-macet-di-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-selepas-hujan-tak-lagi-indah-hanya-tinggal-banjir-dan-macet-di-jalan\/","title":{"rendered":"Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan"},"content":{"rendered":"<p><em>Surabaya selepas hujan sudah tak lagi menyenangkan. Ada banjir dan macet yang siap menemani kalian.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tua usia bumi kita, semakin ada saja kejutannya. Fenomena alam unik nan baru muncul tiada henti. Kadang membuat kita heran, sesekali juga membuat kita ingat kepada Sang Pencipta. Seperti hujan yang sekarang tak seromantis dulu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada yang masih bilang hujan adalah 1% cairan dan 99% kenangan, itu omong kosong. Sekarang hujan jadi sedikit lebih rumit untuk dimatematikakan seperti itu. Barangkali saat ini hujan adalah 30% cairan, 20% <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/banjir\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">banjir,<\/a> 10% petir, 10% angin, dan 10% macet. Nah, sisanya terserah mau digunakan untuk apa.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tren video Surabaya setelah hujan mulai redup<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataan itu membuat saya sadar kalau tren romantis-romantisan setelah hujan mulai meredup kiprahnya akhir-akhir ini. Tak seperti biasanya, sekarang hujan lebih dirayakan dengan sederhana, cukup berharap selamat dan tak terjadi hal aneh-aneh di sekitar kita. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga Surabaya, semakin jarang juga saya temui orang-orang, termasuk rekan saya yang membuat tren &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya Selepas Hujan&#8221;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tren berkeliling Kota Surabaya setelah hujan sebelumnya memang marak dilakukan. Katanya, Surabaya lebih romantis, syahdu, dan berbeda ketika selesai diguyur hujan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar, saya pernah merasakannya. Tapi akhir-akhir ini, saya rasa Surabaya selepas hujan sudah berubah. Tak seromantis dan sesyahdu dulu. Memangnya ada apa dengan Surabaya selepas hujan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Musim hujan ekstrem<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musim hujan yang terjadi di Indonesia sekarang boleh dibilang <a href=\"https:\/\/www.bmkg.go.id\/press-release\/?p=bmkg-cuaca-ekstrem-masih-berpotensi-hingga-8-maret-2024&amp;tag=&amp;lang=ID\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lebih ekstrem<\/a> dari tahun-tahun sebelumnya. Curah hujannya lebih tinggi dan semakin tak menentu. Belum lagi paket tambahan dari hujan seperti petir dan angin kencang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut BMKG, hal itu disebabkan faktor-faktor gelombang atau siklon-siklon tertentu. Bukan karena tangismu yang turun karena belum bisa move on dari mantan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, cuaca ekstrem itu yang menurut saya jadi salah satu faktor malas keluar keluar rumah untuk menikmati suasana kota selepas hujan, tak terkecuali di Surabaya. Hujan bisa datang dan pergi sesuka hati seperti gebetanmu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mulai banjir di beberapa titik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah menjadi rahasia umum kalau Surabaya menjadi langganan banjir akhir-akhir ini ketika selesai diguyur hujan. Teman-teman di <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah banyak yang membahasnya juga. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banjir tentu jadi hal yang menyebalkan untuk semua orang, namanya juga musibah. Buat muda-mudi yang mau menikmati suasana Surabaya selepas hujan, apalagi. Boro-boro romantis dan syahdu, yang ada justru celana basah, motor mogok, dan bikin kapok. Instagram Story <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tak lagi membagikan momen estetis, tapi malah mendadak menjadi laporan situasi terkini seperti akun media berita.<\/span><\/p>\n<h2><b>Surabaya selepas hujan hanya milik pusat kota<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, Surabaya selepas hujan hanya milik pusat Kota Surabaya. Saya rasa juga, teman-teman sepakat dengan apa yang katakan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, betapa indah dan romantisnya melintasi jalanan balai kota, alun-alun, dan Jalan Tunjungan yang dihiasi lampu-lampu kota dengan sedikit gerimis dan udara sejuk setelah hujan. Apalagi kalau lewat sini saat malam hari. Momen berkendara jadi lebih syahdu dan romantis (((kalau sama pacar))). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kalau selepas hujan kamu berkendara ke daerah lain selain daerah tersebut. Misalnya di daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ketintang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ketintang,<\/a> Mer, Bulak Banteng, atau Tandes. Biasanya kalau nggak ketemu macet, ya ketemu banjir. Nggak ada lagi pikiran estetik atau romantis. Jadi, menurut saya tren yang sudah ada ini keliru. Bukan Surabaya selepas hujan, tapi pusat Kota Surabaya selepas hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat situasi-situasi hujan akhir-akhir ini yang cukup <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">medeni, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ada baiknya kita merayakan hujan dengan sederhana. Seperti biasanya saja: memasak mie instan, menyeruput kopi, dan berpuisi. Nggak perlu keliling-keliling kota dengan tujuan sekadar mempercantik Instagram <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Story<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Toh, kalau ketemu macet sama banjir, Instagram <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Story-mu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> akan berjudul &#8220;laporan situasi terkini&#8221;.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ingat, jangan hujan-hujanan juga supaya air matamu tersamarkan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rahadi Siswoyo<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner2\" data-google-query-id=\"CIfojPD3yP4CFQNojwodc84JYQ\">\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surabaya-itu-romantis-saat-malam-hari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Surabaya Itu Romantis kalau Malam, kalau Siang Jangan Harap!<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya selepas hujan tak lagi seindah video orang-orang yang katanya syahdu dan romantis. Kota ini jadi banjir dan macet di mana-mana.<\/p>\n","protected":false},"author":2225,"featured_media":265741,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1095,5083,2501,4489,22422,4200,405],"class_list":["post-265655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banjir","tag-hujan","tag-jawa-timur","tag-macet","tag-macet-surabaya","tag-musim-hujan","tag-surabaya"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2225"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}