{"id":265577,"date":"2024-03-05T10:40:48","date_gmt":"2024-03-05T03:40:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=265577"},"modified":"2024-03-05T10:40:48","modified_gmt":"2024-03-05T03:40:48","slug":"exhuma-film-horor-korea-yang-menampar-sineas-horor-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/exhuma-film-horor-korea-yang-menampar-sineas-horor-lokal\/","title":{"rendered":"Exhuma, Film Horor Korea yang Menampar Sineas Horor Lokal Penjual Gimik, Mitos Agama, dan Jumpscare Murahan"},"content":{"rendered":"<p>Baru-baru ini sebuah film horor Korea lagi-lagi menarik perhatian publik. Di negara asalnya, film tersebut bahkan meraih 5 juta penonton dalam waktu 5 hari saja. Dalam tayangan pertamanya di Indonesia, <em>Exhuma\u00a0<\/em>juga sudah meraih banyak penggemar. Di CGV Kediri saja awalnya hampir nggak tayang karena katanya nggak kebagian jatah tayang.<\/p>\n<p>Akan tetapi demi memenuhi keinginan orang-orang, akhirnya\u00a0<em>Exhuma <\/em>ditayangkan selama 3 hari mulai dari Jumat hingga Minggu kemarin. Terbukti bioskop full hingga jam tayang malam. Bahkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/xxi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bioskop XXI<\/a> yang selama ini belum pernah menayangkan film Korea, akhirnya memenuhi permintaan masyarakat yang di daerahnya nggak ada CGV atau Cinepolis.<\/p>\n<p>Harus diakui, Lee Do Hyun dan Kim Go Eun jadi daya tarik kuat dari <em>Exhuma<\/em>. Banyak yang ingin nonton film ini berawal dari keinginan melihat aktor dan aktris muda Korea itu menjadi dukun. Boleh dibilang akting keduanya memang sudah nggak diragukan lagi, tapi saya juga nggak berekspektasi jika filmnya ternyata sebagus ini. Bahkan <em>Exhuma <\/em>jadi film horor terbaik pembuka tahun 2024 ini.<\/p>\n<h2><strong>Akting dari aktor dan aktris yang bagus<\/strong><\/h2>\n<p>Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, masalah akting dari para aktor dan aktris dalam\u00a0<em>Exhuma<\/em> memang sudah nggak perlu diragukan lagi. Choi Min Sik dan Yoo Hae Jin sudah jelas aktor veteran yang namanya sudah melejit di perfilman Korea. Pencinta film mungkin akan lebih tertarik karena adanya Choi Min Sik dan Yoo Hae Jin.<\/p>\n<p>Sementara itu, Lee Do Hyun dan Kim Go Eun adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-aktor-dan-aktris-korea-yang-overrated\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aktor dan aktris<\/a> muda yang tak kalah apik mengimbangi akting seniornya. Keduanya memang dikenal tak pernah gagal membawakan peran mereka. Ditambah lagi sekarang mereka membawakan peran dukun yang kental dengan ritual okultisme ala Korea.<\/p>\n<p>Keempat aktor ini membawakan peran dan karakter berbeda dalam <em>Exhuma<\/em>. Cerita dapat tersampaikan dengan baik melalui akting mereka.<\/p>\n<h2><strong>Alur cerita <em>Exhuma<\/em> menarik dengan treatment horor yang apik<\/strong><\/h2>\n<p>Secara premis, film horor Korea satu ini memiliki tipe yang umum sekali dengan film horor lain. Sekelompok orang yang terdiri dari sepasang dukun, ahli fengshui, dan penggali kubur bekerja menangani client, namun terjadi masalah di tengahnya.<\/p>\n<p>Sangat simple, namun penonton mampu digiring jauh menikmati film ini. Bagaimana dukun digambarkan nggak selalu seram karena penampilan mereka yang modis bahkan sempat untuk nge-gym layaknya manusia pada umumnya. Hal ini memberikan kesan bahwa dukun tetap manusia biasa meski punya kekuatan spiritual.<\/p>\n<p>Bagaimana <em>Exhuma<\/em> menampilkan ritual ala Korea ini juga sangat menarik. Kita jadi diperkenalkan budaya pemanggilan maupun pengusiran setan yang biasa ada di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/korea-selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Korea Selatan<\/a>. Teror yang dihadapi juga makin lama intensitasnya meningkat. Dengan teror dan ancaman yang dihadapi oleh para pemain ini saja sudah membuat bulu kuduk merinding. Bahkan <em>Exhuma<\/em> bisa menakut-nakuti penonton tanpa jumpscare murahan, yang artinya semua kemerindingan itu didapat dari suasana mencekam film.<\/p>\n<p>Saya yang menonton juga ikut deg-degan apa yang akan dihadapi para pemain. Teror apa lagi yang akan mereka hadapi karena ancamannya yang makin serius. Bahkan saya mampu dibuat tutup mata, padahal hampir nggak ada penampakan seram dalam film ini.<\/p>\n<p>Alih-alih sibuk membuat fisik hantu dan jumpscare seseram mungkin, film horor Korea satu ini lebih berfokus membuat cerita sebaik mungkin. Hantu di sini cuma ada sosok jenderal Jepang penunggu kuburan yang bentuknya mirip monster biasa. Secara look-nya nggak lebih menyeramkan dari hantu mulut sobek, tapi kehadirannya mampu membuat bulu kuduk merinding sebab kekuatannya mampu membunuh manusia.<\/p>\n<p>Saya sendiri sebagai pencinta film horor menilai, horor itu berhasil sampai ketika penonton mampu dibuat takut dengan minimnya hantu dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/jumpscare\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jumpscare.<\/a> Jadi rasa takut itu murni bukan dipaksa untuk ditakut-takuti dan dikejutkan terus. <em>Exhuma<\/em> juga tak banyak menjual gimik murahan seperti berasal dari cerita viral maupun mitos murahan seperti mengada-ada setan yang suka ikut salat saat tahajud hanya untuk menakut-nakuti saja.<\/p>\n<h2><strong>Ritual okultisme tradisional yang menarik\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p>Di Indonesia harusnya memang sudah banyak sekali ritual begini. Malah yang ada lebih kaya karena tiap daerah ataupun kultur juga berbeda. Belum lagi Indonesia masih jadi negara yang memegang adat ketimuran dan percaya akan hal magis.<\/p>\n<p>Sayangnya hal ini entah kenapa tak banyak dieksplorasi jadi film yang harusnya menarik. Sineas Indonesia sering terjebak di alur cerita yang melempem dan hanya mengandalkan jumpscare. Bahkan demi meraih banyak penonton, produser memilih jalur instan menayangkan cerita-cerita viral di media sosial. Template ini lama-lama jadi membosankan. Belum lagi mengemasnya juga biasa saja.<\/p>\n<p>Ritual di <em>Exhuma<\/em> terbilang masih sangat kental dengan budaya Korea. Mengharuskan ada persembahan, alat-alat tradisional Korea, bahkan pakaian khas Korea. Penonton jadi ikut dibawa untuk mengatahui budaya yang ada di Korea. Padahal ritualnya nggak seseram yang ada di Indonesia, tapi tetap saja bawaannya merinding.<\/p>\n<h2><strong><em>Exhuma<\/em> layak bersanding dengan <em>The Wailing<\/em><\/strong><\/h2>\n<p><em>The Wailing<\/em> sendiri juga jadi salah satu film horor Korea <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/20-film-korea-selatan-terbaik-sepanjang-masa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terbaik sepanjang masa<\/a>. Bahkan kesuksesan film ini juga diakui banyak pengamat film. <em>Exhuma<\/em>\u00a0jadi mengingatkan saya juga pada<em> The Wailing<\/em>. Secara garis besar, teror dan ancamannya mirip. Treatment horor dan suasananya juga mirip.<\/p>\n<p>Sama seperti <em>Exhuma<\/em>, <em>The Wailing<\/em> juga tak banyak menampilkan sosok setan yang buruk rupa, cuma ada satu entitas yang bisa disebut monster juga yang munculnya pun jarang sekali. Minim jumpscare dan terhitung slowburn dengan aura yang mencekam. Meskipun dibanding <em>Exhuma<\/em>, <em>The Waling<\/em> tetap lebih baik karena ceritanya yang lebih rapi, tapi tetap saja nggak mengurangi esensi bagaimana <em>Exhuma<\/em> menjadi film terbaik tahun ini.<\/p>\n<p>Entah mungkin karena berlabel film Korea yang membuat <em>Exhuma<\/em> laris manis, ditambah kehadiran Lee Do Hyun dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kim_Go-eun\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kim Go Eun<\/a> yang memang sedang naik daun membuat film ini ramai. Tapi, harapan saya Indonesia juga bisa buat film horor masuk akal yang bisa eksplore banyak urban legend juga mitos yang umum saja jangan mengada-ada. Mengingat tipe penonton orang Indonesia yang asal dikasih jumpscare saja sudah langsung ngecap &#8220;film terseram&#8221;, siapa tahu lewat\u00a0<em>Exhume<\/em> ini pikiran mereka bisa terbuka dalam menilai film horor.<\/p>\n<p>Penulis: Arsyanisa Zelina<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<div id=\"div-gpt-ad-multibanner2\" data-google-query-id=\"CIfojPD3yP4CFQNojwodc84JYQ\">\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-film-korea-dengan-plot-twist-ciamik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Film Korea dengan Plot Twist Ciamik, Bikin Penonton Melongo<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Exhuma seharusnya dapat menampar para sineas horor lokal. Sebab, film horor Korea satu ini nggak cuma jualan gimik dan jumpscare murahan.<\/p>\n","protected":false},"author":2422,"featured_media":265597,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13081],"tags":[23533,1053,23534,30,13630,7579,959],"class_list":["post-265577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-film","tag-exhuma","tag-film-horor","tag-film-horor-korea","tag-film-korea","tag-film-korea-selatan","tag-jumpscare","tag-korea-selatan"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2422"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}