{"id":265504,"date":"2024-03-04T16:10:14","date_gmt":"2024-03-04T09:10:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=265504"},"modified":"2024-03-04T16:10:14","modified_gmt":"2024-03-04T09:10:14","slug":"jalan-kesehatan-ugm-jalan-paling-syahdu-dan-sendu-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-kesehatan-ugm-jalan-paling-syahdu-dan-sendu-di-jogja\/","title":{"rendered":"Jalan Kesehatan Depan Fakultas Teknik UGM, Jalan Paling Syahdu Sekaligus Paling Sendu di Jogja"},"content":{"rendered":"<p><em>Jalan Kesehatan UGM Jogja memang syahdu, tapi banyak kekurangannya. Termasuk kenangan-kenangan buruk yang tertinggal di sana.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkendara di Jogja sebenarnya tidak menyenangkan. Titik kemacetan semakin banyak dan jalanannya kurang menyenangkan, jarang ada pohon yang meneduhkan. Itu mengapa berkendara di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/jalan-macet-jogja-lebih-baik-cari-alternatif-lain-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jalanan Jogja<\/a> ketika terik matahari menyengat begitu bikin malas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, pengalaman berkendara di Jogja begitu berbeda ketika melewati Jalan Kesehatan yang berada di kawasan UGM. Jalan ini sebenarnya membentang dari RSUP Dr. Sardjito hingga Bundaran Teknik UGM. Namun, titik paling syahdu jalan ini berada di depan Fakultas Teknik UGM. Kebetulan, di seberang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/fakultas-teknik-ugm-kampus-negeri-pertama-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakultas Teknik UGM<\/a> terdapat arboretum Kebun Biologi yang sangat teduh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kanopi pepohonan yang berukuran besar menyerupai miniatur hutan, seolah memayungi jalanan di bawahnya. Jika mau diteruskan ke timur, suasana rindang ini masih bisa ditemukan sampai ujung Jalan Teknika Utara dan Teknika Selatan yang mengarah ke Jalan Agro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keteduhannya memberikan sensasi menyejukkan yang signifikan pada kulit setelah disengat panasnya matahari di jalanan Jogja. Keberadaan hutan mini di tengah kota seolah menjadi angin segar bagi Jogja yang kekurangan ruang terbuka hijau. Rimbunnya pepohonan mampu menyerap polusi dari kendaraan yang lalu-lalang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain teduh, udara di sekitar Kebun Biologi selalu sejuk. Melewati jalanan ini di pagi hari sebelum jam kantor terasa begitu menyenangkan. Setidaknya pengendara bisa menghirup udara segar yang menyegarkan otak sebelum berkutat dengan pekerjaan kantor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya pengendara, Jalan Kesehatan UGM ini juga ramah bagi pejalan kaki. Trotoarnya cukup lebar sehingga pejalan kaki bisa melintas dengan nyaman. Bahkan, menurut saya, trotoar di sana cukup layak untuk dijadikan rute jogging saking nyamannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan yang syahdu, tapi nggak selalu romantis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana syahdu ketika melewati jalan ini tidak selamanya menjadikannya jalan yang romantis. Pengendara harus waspada terhadap hujan kotoran burung di ruas jalan ini. Maklum saja, pepohonan besar di Kebun Biologi menjadi rumah bagi burung-burung, sebagaimana hutan yang ada di perempatan pos lalu lintas Polsek Bulaksumur. Bedanya, bau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/arboretum-ugm-bau-tahi-dan-surga-para-burung-air\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">arboretum Kebun Biologi<\/a> tidak begitu menyengat. Tidak seperti yang berada di Jalan Agro, baunya busuk bukan main terutama selepas diguyur hujan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boro-boro romantis, perasaan was-was terkena bom tahi burung lebih banyak menyelimuti ketika melintas di jalan ini. Rasanya apes banget kalau kena sebelum masuk kuliah. Masih mending kalau yang tahu burung cuma menempel di sepeda motor atau helm. Sangat sial kalau kalau kotoran burungnya mendarat di baju.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan was-was meningkat ketika musim hujan atau banyak angin. Ruas Jalan Kesehatan-Jalan Teknika Utara dan Selatan tak luput dari ancaman bahaya dari keberadaan pohon-pohon besar. Pohon yang sudah berusia puluhan tahun ini tentu memiliki bagian-bagian rapuh yang siap jatuh kapan pun. Perawatan rutin dilakukan untuk memangkas bagian-bagian pohon yang dirasa membahayakan pengguna jalan. Oleh sebab itu sebisa mungkin hindari melintasi ruas jalan ini ketika kondisi cuaca sedang berangin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalan Kesehatan UGM saksi bisu kenangan sendu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain layak dinobatkan jalan paling syahdu di Jogja, Jalan Kesehatan UGM juga pantas dijuluki sebagai jalan paling sendu. Ternyata bagi sebagian orang, Jalan Kesehatan menyimpan banyak kenangan kurang menyenangkan. Bagi orang-orang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di UGM, ruas jalan ini menjadi saksi bisu pahit getir kehidupan perkuliahan. Sebagian orang lainnya pernah punya kenangan pilu dengan <a href=\"https:\/\/sardjito.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RSUP Dr. Sardjito<\/a> rumah sakit besar yang menjadi rujukan pasien dari berbagai daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruas Jalan Kesehatan menjadi saksi bisu perjuangan orang-orang yang mencari kesembuhan. Sebagian bisa sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga, tapi tidak sedikit yang berpulang ke pangkuan Tuhan. Puncaknya terjadi pada masa pandemi Covid-19 yang lalu. Setiap hari sirine ambulance meraung-raung melintasi Jalan Kesehatan UGM. Pemandangan yang benar-benar memilukan dan tidak ingin saya saksikan lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Erma Kumala Dewi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-sarjono-ambarawa-jalan-terindah-se-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>Jalan Sarjono Ambarawa, Jalan Terindah Se-Jawa Tengah yang Bisa Jadi Tempat Healing Gratis<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Kesehatan UGM jalan tersyahdu di Jogja karena banyak pepohonan. Di sisi lain, jalan ini sendu bagi mereka yang mengunjungi RS Sardjito.<\/p>\n","protected":false},"author":1752,"featured_media":265506,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11368,23526,23525,23528,2729,23527,195],"class_list":["post-265504","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-jogja","tag-jalan-kesehatan","tag-jalan-kesehatan-ugm","tag-rs-sardjito","tag-sendu","tag-syahdu","tag-ugm"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1752"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265504"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265504\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}