{"id":265182,"date":"2024-03-01T13:45:39","date_gmt":"2024-03-01T06:45:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=265182"},"modified":"2024-03-01T13:49:38","modified_gmt":"2024-03-01T06:49:38","slug":"kenaikan-ump-jogja-2024-itu-tak-ada-artinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenaikan-ump-jogja-2024-itu-tak-ada-artinya\/","title":{"rendered":"Kenaikan UMP Jogja 2024 Itu Tak Ada Artinya, Tetap Nggak Bisa Beli Apa-apa"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa-rasanya, kenaikan UMP Jogja 2024 itu percuma ya. Sebab, ya, kenaikannya jauh lebih lambat ketimbang kenaikan harga jasa dan barang.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat jadi penyandang ODGJ, alias orang dengan gaji Jogja. Tak usah tanya seperti apa rasanya, benar-benar menderita. Meski belum menikah, menempati kos murah, dan tidak belanja kopi tiap hari seperti nyinyiran orang goblok di Twitter, tetap saja saya kewalahan. Kadang saya masih heran bagaimana bisa saya tidak mengalami malnutrisi selama setahun bergaji Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, saya tak bisa mungkiri, masa-masa itu (2018-2019), harga barang masih masuk akal, setidaknya ketimbang sekarang. Rokok pabrikan besar masih berharga di bawah 20 ribu, harga kopi masih masuk akal (meski ya sudah mahal), dan makanan masih jauh lebih murah, lagi-lagi, ketimbang sekarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya adalah, harga semurah itu, masih susah terbeli dengan gaji Jogja saat itu. Meski UMP Jogja 2024 sudah naik, tetap saja keadaan tak berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UMP Jogja 2024 belum lama ini naik lebih dari 7 persen. Rata-rata, gaji di DIY sudah di atas 2 juta. Meski ya, saya yakin masih ada perusahaan yang tetap menggaji karyawannya di bawah 2 juta. Tapi, upah sekarang jauh lebih baik ketimbang masa saya bergaji UMR. Saat itu, UMK Jogja adalah 1.7 sekian juta. sekarang, UMP Jogja menjadi 2.125 juta, naik sekitar 350 ribuan setelah 5 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kenaikan UMP terasa percuma sebab kenaikannya tak secepat harga barang. Harga jasa naik begitu cepat, harga barang masih fluktuatif, tapi harga dasarnya sudah jauh meningkat ketimbang beberapa tahun lalu. Sedangkan, kenaikan UMP tak signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, kok rasa-rasanya, kenaikan UMP Jogja 2024 itu percuma ya. Sebab, ya, kenaikannya jauh lebih lambat ketimbang kenaikan harga jasa dan barang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>UMP Jogja 2024 naik merangkak, tapi biaya hidup lari secepat kilat<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara tentang upah Jogja memang tak ada habisnya. Kalau bicara solusi paling sederhana, kecuali minggat dari kota ini, ya pemerintah menaikkan besaran upah. Masalahnya adalah, tak bisa semudah itu. Salah satunya gara-gara branding \u201csegalanya murah di Jogja\u201d yang diserukan secara serampangan oleh banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya benci betul dengan kampanye itu sebab itu semuanya bohong. Betul ada mi ayam seharga 5 ribu di Jogja, tapi warung lain mematok harga 8-12 ribu. Betul ada gudeg seharga 3 ribu, tapi tak semuanya begitu. Kecurigaan saya, pembuat konten Jogja murah itu otaknya tertinggal di 2008. Raganya jalan tanpa otak, makanya kontennya busuk betul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup, nyatanya, tak selalu tentang makan murah. Kenaikan listrik, air, internet, jelas tak memedulikan UMP Jogja. Ia akan terus naik, sekalipun UMP jalan di tempat. Dan brengseknya, itulah yang dihadapi dalam hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini saya belum bicara biaya pendidikan di Jogja yang alamak tingginya. Uang pangkal TK dan SD banyak yang semahal biaya semester kuliah. Hash, angel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya adalah, menaikkan upah secara signifikan akan mengubah banyak hal di Jogja. Yang jelas, harga-harga akan naik juga. Dan tentu itu sudah mengkhianati branding \u201cJogja murah\u201d. Meski sebenarnya ya, kota ini nggak ada murah-murahnya sama sekali. Biaya hidup kota ini terasa murah bagi orang Jakarta, bagi orang dari kota lain ya tetap saja tolol mahalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Potensi ini dikhawatirkan betul oleh warga Jogja cabang ICJ. Bagi mereka, lebih baik UMP tetap rendah agar segalanya tak makin mahal. Lagi-lagi, menurut mereka, harga barang-barang di DIY yang \u201cdianggap\u201d murah ini karena upahnya rendah. Dan itu tentu saja tak benar, apalagi setelah kalian baca tulisan dari <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/v7dz99\/faktor-penyebab-umr-jogja-termasuk-rendah-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Vice Indonesia<\/em> terkait UMR Jogja<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari satu masalah saja, terasa kompleks betul perkara upah Jogja ini. Alamak.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tetap tak terbeli<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika UMP Jogja tak naik, terlebih secara signifikan, apa-apa makin tak terbeli. Jadi meskipun naik, bila tidak signifikan, ya hampir tak ada gunanya. Jika saya yang dulu bergaji UMR, saat apa-apa masih murah saja kewalahan betul menghidupi diri sendiri, saya tak bisa membayangkan bagaimana hidup orang yang sudah berkeluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimanapun, kenaikan UMP Jogja 2024 ini tetap harus diterima dan sedikit diapresiasi. Setidaknya, upah masih naik. Meski angkanya tidak bikin puas dan hampir tak ada efeknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tetap saja, saya nggak bisa untuk tidak heran dengan kota ini. Masalahnya begitu banyak, mulai dari tukang parkir liar, klitih, gentrifikasi, harga properti yang tak masuk akal, dan lain-lain. Tapi deretan masalah itu, tak pernah bisa mengurangi rasa cinta penduduknya dan orang-orang yang singgah di Kota Istimewa ini. saya kagum, tapi juga sedikit bingung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, jangan-jangan, rasa cinta yang masih terpupuk itu adalah ilusi yang diciptakan agar pedihnya hidup di kota ini tak begitu menggerogoti.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/umr-jogja-rendah-kok-masih-pada-bertahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalau UMR Jogja Memang Serendah Itu, Kenapa Masih Banyak yang Bekerja di Jogja?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ra ngaruh!<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":243413,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[1979,115,13053,12370,23482],"class_list":["post-265182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gaji","tag-jogja","tag-pendapatan","tag-ump-jogja","tag-ump-jogja-2024"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265182"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265182\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/243413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}