{"id":265147,"date":"2024-03-02T09:55:24","date_gmt":"2024-03-02T02:55:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=265147"},"modified":"2024-03-03T07:39:23","modified_gmt":"2024-03-03T00:39:23","slug":"rahasia-kecerdasan-upin-ipin-dan-naruto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rahasia-kecerdasan-upin-ipin-dan-naruto\/","title":{"rendered":"Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan ini sebenarnya adalah turunan dari tugas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-ipk-mahasiswa-pascasarjana-itu-seringnya-tinggi-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dosen pasca-sarjana<\/a> dalam mata kuliah Kajian Kurikulum. Dosen saya meminta kami menuliskan apa yang akan terjadi ketika mengajar 30 siswa dalam 1 kelas. Kira-kira, masalah apa yang akan timbul. Dan, kayaknya menarik kalau menggunakan serial Upin Ipin, Nobita, dan Naruto sebagai bahan amatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang ingin saya amati sederhana saja. Pertama, dampak dari perbandingan jumlah guru dan murid di kelas. Kedua, perbedaan hasil belajar dari setiap karakter di serial Upin Ipin, Nobita, dan Naruto.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Serial Upin Ipin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, ulasan tentang Upin Ipin dan karakter di dalamnya sering muncul di Terminal Mojok. Serial asal Malaysia ini memang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, di dalam serial tersebut, Upin Ipin dan kawan-kawannya masih berada pada level TK. Dalam 1 kelas, ada 2 guru yang mengajar, yaitu Cikgu Jasmin atau Cikgu Melati. Jumlah siswanya sendiri adalah 12 siswa. Jadi, dalam 1 kelas TK Tadika mesra, perbandingan guru dan murid adalah 1:12.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mendapatkan pendidikan formal di TK Tadika Mesra, pendampingan keluarga dan lingkungan menjadi salah satu kunci perkembangan pengetahuan anak. Misalnya Upin Ipin sendiri yang seolah-olah overpower sebagai anak TK dari segi pengetahuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa saja terjadi berkat pendampingan Kak Ros, kakak Upin Ipin yang masih duduk di bangku SMA. Selain itu tentu saja mereka dalam pengawasan Opah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, tokoh masyarakat yang memainkan peran sebagai \u201caktor pendidikan\u201d di lingkungan juga hadir, Khususnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tok-dalang-bukan-cuma-tokoh-figuran-serial-upin-dan-ipin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tok Dalang<\/a>. Tetangga Upin Ipin itu mempunyai kepedulian yang mendalam terkait masalah lingkungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Support system di dalam kehidupan Upin Ipin dan kawan-kawannya terlihat sangat baik. Unsur ini memberikan dampak yang sangat positif bagi pendidikan anak-anak di Kampung Durian Runtuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Nobita di serial Doraemon<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Upin Ipin, tokoh selanjutnya adalah Nobita dalam serial <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ninja-hattori-lebih-mendidik-ketimbang-doraemon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Doraemon<\/a>. Setelah saya coba amati kondisi kelas Nobita, ternyata terdapat 30 siswa dalam 1 kelas. Artinya, perbandingan guru dan siswa adalah 1:30. Angka ini hampir mirip seperti SD Negeri di Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Guru di serial itu sering marah-marah, mungkin karena kewalahan dengan para murid, khususnya Nobita. Di serial itu, Nobita sering menjadi korban bully Giant dan Suneo. Mungkin kalau di Indonesia kebiasaan itu sudah viral dan Kak Seto merasa prihatin. Kepala sekolah sudah pasti viral dan dimutasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter Nobita sendiri memang manja dan cengeng. Dia juga sangat malas belajar sehingga sering mengoleksi nilai nol. Nobita juga tidak pernah terlihat mengikuti les atau bimbel. Kegiatan Nobita sehari-hari lebih sering bermain, baca komik, makan kue, dan tidur siang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat tidak ada orang dewasa yang secara intens mendampingi sebagai support system. Berbeda dengan Upin Ipin yang mempunyai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kak-ros-figur-perempuan-melayu-idaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kak Ros<\/a> dan Tok Dalang. Ayah Nobita sendiri lebih sering pulang malam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibunya ada di rumah, tapi mungkin terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga. Dia jadi jarang terlihat mendampingi Nobita belajar. Biasanya langsung marah-marah saja ketika anaknya dapat nilai jelek. Mirip seperti emak-emak di negara +62.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doraemon, yang datang dari abad 21 bertanggung jawab untuk hal-hal kurang baik karena pemakaian alat ajaibnya. Misalnya, pemakaian baling-baling bambu. Akibatnya, Nobita lebih sering keluar rumah dari jendela kamar di lantai 2 dibanding pintu rumah. Dia juga sering pergi menggunakan pintu ke mana saja. Ini seolah memberikan contoh anak yang tidak baik dan kurang sopan, karena tidak pamit ke orang tua kalau mau pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi saya berpikir, mungkin pola pendidikan dan pola asuh warga +62 adalah adaptasi dari serial ini. Sebab jika dipikir-pikir, orang tua sekarang, adalah anak-anak yang dulu gemar nonton Doraemon.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Naruto di serial Naruto<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Upin Ipin dan Nobita, terakhir adalah Naruto. Sebagai salah satu warga +62\u00a0 yang dimirip-miripkan dengan <a href=\"https:\/\/travel.detik.com\/international-destination\/d-4525239\/inilah-desa-konoha-di-dunia-nyata\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Desa Konoha<\/a>, tentu harus kita membahas Naruto. Naruto dalam sudut pandang pendidikan adalah anak yang mendapatkan proses pendidikan yang lengkap dan lingkungan yang mendukung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di fase pra-sekolah, sebagai anak yatim piatu seperti Upin Ipin, Naruto mendapatkan bimbingan penuh dari Guru Haruka. Naruto memang sempat \u201cdikucilkan\u201d oleh lingkungan, tapi selalu ada Guru Haruka yang menemani, memberikan pengertian, dan menasehatinya. Pokoknya bonding banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada fase sekolah, Naruto bergabung di Tim 7 yang dipimpin langsung oleh ninja jenius Kakashi. Dalam satu atau kelompok belajar terdapat 3 murid dan 1 guru. Perbandingannya 1:3.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbandingan antara guru dan murid ini ideal. Hasilnya, setiap murid berkembang pesat. Saya jadi iri karena di Indonesia, perbandingan guru dan murid lebih banyak yang nggak ideal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan yang didapat Tim 7 tidak hanya berhenti pada guru Kakashi. Masing-masing anggota mendapat \u201clatihan privat\u201d dari Jiraya, Orochimaru, dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-jutsu-naruto-yang-mirip-dengan-ajian-yang-ada-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tsunade<\/a>. Dalam \u201cles tambahan\u201d ini, perbandingan antara guru dan murid adalah 1:1. Ini benar-benar maksimal. Jadi, potensi 3 anggota Tim 7 dapat keluar dan dieksplor secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira kapan ya sistem pendidikan kaya Konoha yang beneran. Sepertinya masih lama wong pemerintah mau ganti kurikulum lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Sugeng Riyanto<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-ekstrakurikuler-upin-ipin-dan-anak-anak-tadika-mesra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menebak Ekstrakurikuler Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upin Ipin dan Naruto menjadi anak cerdas karena mendapat pendidikan dan lingkungan yang baik. Sesuatu yang sulit ditiru oleh Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":1934,"featured_media":265255,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[23489,1890,23488,14435,2778,5473,23487,16487,9534,5855],"class_list":["post-265147","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-cikgu-jasmin","tag-doraemon","tag-durian-runtuh","tag-kak-ros","tag-naruto","tag-nobita","tag-pendidikan-upin-ipin","tag-tadika-mesra","tag-tok-dalang","tag-upin-ipin"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1934"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=265147"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/265147\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=265147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=265147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=265147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}