{"id":264603,"date":"2024-02-27T17:00:04","date_gmt":"2024-02-27T10:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=264603"},"modified":"2024-02-27T10:12:27","modified_gmt":"2024-02-27T03:12:27","slug":"bandung-bikin-culture-shock-perantau-dari-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandung-bikin-culture-shock-perantau-dari-medan\/","title":{"rendered":"Bandung di Mata Perantau dari Medan: Banyak Culture Shock, Perlu Waktu Lama untuk Adaptasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya orang Medan yang sedang merantau ke Bandung. Ketika awal sampai di Kota Kembang, banyak sekali culture shock yang saya rasakan. Semua dari kota ini rasanya nggak cocok dengan saya mulai dari kuliner, kebiasaan warganya, hingga biaya hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, itu semua hanya perkara waktu ternyata. Setelah beberapa saat tinggal di sini, saya merasa Bandung adalah kota yang estetik dan syahdu. Cocok jadi tempat menghabiskan masa tua dengan orang yang dikasihi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bandung yang lebih pelan dan tenang daripada Medan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali saya naik ojol saat di Bandung, jam lima pagi menuju kampus untuk mengikuti orientasi kampus. Saya bertemu driver ojol yang ternyata alumni kampus saya. Dia banyak bercerita tentang kampus, hanya saja saya nggak bisa mendengarkan dengan jelas karena suaranya terlalu pelan dan lembut. Kuping saya yang terbiasa mendengarkan suara yang keras tidak bisa menangkapnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman lain, saat saya dalam perjalanan dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-bandara-di-indonesia-yang-lokasinya-kerap-disalahpahami-wisatawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandara Soekarno-Hatta<\/a> ke Bandung menggunakan bus. Supir bus memainkan lagu yang tenang dan pelan, sama sekali tidak mengganggu tidur saya. Pikir saya pada waktu itu, mungkin orang-orang Jawa, khususnya Bandung dan sekitarnya, memang suka pelan dan ketenangan ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini pengalaman yang sungguh aneh. Di tempat saya, bus dan musik yang keras tidak bisa dipisahkan. Pernah saya melakukan perjalanan dari Siantar ke Medan menggunakan bus, sama sekali tidak bisa memejamkan mata karena musik yang terlalu kencang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Makanan mahal dan nggak cocok di lidah\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak cocok dengan kuliner Bandung menjadi salah satu tantangan besar. Kebanyakan masakan di warteg kurang asing di lidah saya. Sudah begitu, saya merasa harganya nggak cocok untuk kantong mahasiswa. Terlalu mahal!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas makanan di Bandung nggak cocok di lidah saya. Saya menjajal<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seblak-adalah-makanan-yang-paling-aneh-dan-saya-punya-argumen-logis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> seblak<\/a> yang katanya disukai banyak orang saja nggak doyan karena ada kencurnya. Itu mengapa\u00a0 pengalaman kuliner di sini jadi nggak banyak. Padahal kata orang-orang, pengalaman kuliner adalah jalan terbaik untuk bisa krasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Ojol nggak boleh masuk di wilayah ojek pengkolan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu ada semacam ketegangan antara ojek pengkolan dan ojek online alias ojol. Namun, saya nggak pernah tahu kalau ketegangan itu cukup panas hingga mempersulit calon penumpang seperti saya. Saya kerap kali kerepotan setiap memesan ojol di kawasan-kawasan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rahasia-tukang-ojek-pengkolan-mengalahkan-ojek-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ojek pengkolan<\/a>. Biasanya ada dua pilihan, entah disuruh berjalan dahulu ke titik tertentu atau membatalkan pesanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selidik punya selidik dari ibu kos saya, ternyata memang seperti itu kebiasaannya. Konflik yang pernah memanas di antara dua jenis ojek itu belum benar-benar padam hingga saat ini. Sejak saat itu saya menjadi lebih berhati-hari.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Warga Bandung cakep-cakep<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dia yang buat saya makin kagum sama Bandung, anak mudanya geulis dan kasep pisan. Selain itu, mayoritas dari mereka pandai memadukan busana. Keahlian ini membuat penampilan mereka tambah menarik. Saking menariknya penampilan mereka, saya terkadang jadi<a href=\"https:\/\/www.siloamhospitals.com\/informasi-siloam\/artikel\/apa-itu-insecure\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> insecure dengan penampilan diri<\/a> sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas beberapa keterkejutan saya sebagai perantau Medan di Kota Bandung. Awalnya memang sulit menyesuaikan diri di kota ini. Namun, lama kelamaan kerasan kok. Semua hanya perkara waktu dan keinginan menerima hal baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Syifa Adinda Sitompul<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/batununggal-bandung-kecamatan-paling-nayaman-untuk-ditinggali\/\"> <b>Batununggal Kecamatan Paling Nyaman di Kota Bandung, Hidup Jauh Lebih Mudah di Tempat Ini<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung bikn kaget perantau dari Medan. Banyak hal mengenjutkan mulai dari makanan hingga penampilan warga. Perlu waktu untuk adaptasi.  <\/p>\n","protected":false},"author":2581,"featured_media":264670,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[141,2921,399],"class_list":["post-264603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandung","tag-culture-shock","tag-medan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2581"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=264603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264603\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/264670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=264603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=264603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=264603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}