{"id":263979,"date":"2024-02-22T15:11:51","date_gmt":"2024-02-22T08:11:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=263979"},"modified":"2024-02-24T14:13:15","modified_gmt":"2024-02-24T07:13:15","slug":"mengenal-banjar-jawa-barat-yang-sering-dikira-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-banjar-jawa-barat-yang-sering-dikira-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Mengenal Kota Banjar Jawa Barat yang Sering Disalahpahami sebagai Kota Banjarmasin, padahal Beda Pulau dan Provinsi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak daerah di Indonesia yang mengandung nama \u201cBanjar\u201d. Selain Kota Banjar di Jawa Barat, daerah-daerah lain yang menyandang nama ini ada Banjarbaru, Banjarnegara, Banjar Bali, Banjaran, hingga Banjarmasin. Saya rasa ini perlu dijelaskan di awal, sebab banyak orang yang sering salah mengira Kota Banjar sebagai daerah-daerah yang saya sebutkan tadi. Paling sering sih salah mengira Kota Banjar dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliner-banjarmasin-bikin-bingung-perantau-dari-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banjarmasin.\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Banjar dan Banjarmasin sangat berbeda. Kota yang juga dikenal dengan Banjar Patroman adalah sebuah daerah di provinsi Jawa Barat. Daerah ini punya julukan gerbangnya Jawa Barat karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Itu mengapa kota ini berperan cukup penting pada arus perpindahan barang dan manusia di bagian selatan Pulau Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa dari keterangan di atas sudah terlihat dengan jelas perbedaan Kota Banjar dengan Banjarmasin ya. Dua daerah itu sudah jelas berada di pulau yang berbeda. Banjarmasin merupakan kota terbesar Provinsi Kalimantan Selatan. Provinsi dengan julukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bumi Lambung Mangkurat itu punya Ibu Kota Provinsi Banjarbaru yang juga sering disalahpahami sebagai Kota Banjar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih ada beberapa daerah lain yang kerap disalahpahami sebagai Kota Banjar seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-fakta-soal-kabupaten-banjarnegara-dari-umk-terendah-hingga-budaya-rantau-anak-mudanya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banjarnegara di Jawa Tengah<\/a>, Banjaran di Banding, dan Banjar di Bali. Namun, untuk saat ini saya jelaskan perbedaannya dengan Banjarmasin terlebih dahulu ya, yang paling sering disalahpahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kota Banjar nggak dekat dengan Pantai Pangandaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya pemerintah dan warga setempat punya banyak pekerjaan rumah untuk memperkenalkan Kota Banjar lebih giat lagi. Pasalnya, selain banyak yang mengira kota ini sama dengan Banjarmasin, tidak sedikit pula yang mengira daerah ini terletak sangat dekat dengan Pantai Pangandaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, daerah ini berdekatan dengan Pantai Pangandaran, tapi nggak bisa ditempuh dengan jalan kaki juga. Jarak dua titik ini kurang lebih 50 kilometer atau sekitar 1-2 jam menggunakan kendaraan. Bayangkan jarak puluhan kilometer itu ditempuh dengan berjalan kaki, bisa melepuh kaki kalian. Entah siapa yang pertama kali menyebarkan informasi sesat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saya tidak bisa sepenuhnya menyalahkan informasi yang simpang siur. Sebab, kota yang sering disebut sebagai Banjar Ciamis atau Banjar Pangandaran ini memang tergolong baru. Tepatnya, pada 2022 melalui <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/44485\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Undang-Undang 27\/2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-banjar-jawa-barat-yang-sering-dikira-banjarmasin\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Dahulu, kota ini bagian &#8230;<\/strong><\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dahulu, kota ini bagian dari wilayah Kabupaten Ciamis. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa memiliki potensi sendiri untuk berkembang, daerah seluas 113 kilometer persegi itu memutuskan memisahkan diri dari Ciamis. Daerah ini kemudian memiliki 4 kecamatan yakni Banjar, Purwaharja, Langensari, dan Pataruman. Basis perekonomian masyarakat setempat bertumpu pada pertanian seperti perkebunan, peternakan dan perikanan sebagaimana visinya yakni Banjar Agropolitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak semua warganya bisa bahasa Jawa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara geografis Kota Banjar Jawa Barat memang berbatasan dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Cilacap\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.<\/a> Namun, tidak semua warga banjar bisa berbahasa Jawa. Memang ada beberapa bagian yang menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya, seperti Kecamatan Banjarsari atau Langensari. Namun, daerah-daerah lain menggunakan bahasa Sunda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa, kalau ketemu orang Banjar Jawa Barat jangan langsung ajak ngobrol dengan bahasa Jawa. Belum tentu mereka paham. Tanyakan dahulu daerahnya atau sekalian saja tanya lebih nyaman diajak ngobrol dalam bahasa apa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal yang sering disalahpahami terkait Kota Banjar Jawa Barat. Saya sebagai warga asli\u00a0 jadi terpanggil untuk lebih memperkenalkan daerah kesayangan ini ke banyak orang. Menulis artikel ini salah satu di antaranya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Teza Salih Mauludin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mojolaban-sukoharjo-daerah-pinggiran-yang-nggak-keurus\/\"><b>Mojolaban Sukoharjo, Pinggiran Kabupaten yang Nggak Keurus. Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Banjar Jawa Barat memang sering disalahpahami sebagai Banjarmasin. Padahal dua daerah itu begitu berbeda, bahkan beda provinsi dan pulau. <\/p>\n","protected":false},"author":2579,"featured_media":264093,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5364,5640,12820,23369,23368,9616,14373],"class_list":["post-263979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banjarmasin","tag-jawa-barat","tag-kalimantan-selatan","tag-kota-banjar","tag-kota-banjar-jawa-barat","tag-pulau-jawa","tag-pulau-kalimantan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2579"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263979\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/264093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}