{"id":263868,"date":"2024-02-21T13:43:54","date_gmt":"2024-02-21T06:43:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=263868"},"modified":"2024-02-21T13:43:54","modified_gmt":"2024-02-21T06:43:54","slug":"sekolah-kedinasan-nggak-cocok-buat-orang-gengsian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sekolah-kedinasan-nggak-cocok-buat-orang-gengsian\/","title":{"rendered":"Kuliah di Sekolah Kedinasan Nggak Cocok buat Orang Gengsian karena Nggak Bisa Dibanggakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) atau yang lazim disebut sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian, lembaga, atau badan secara mandiri di luar Kemendikbud, tapi tetap terintegrasi dan di bawah pengawasannya. Umumnya, sekolah kedinasan menyediakan pembebasan uang kuliah dan ikatan dinas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kuliah di sekolah kedinasan kelihatannya enak. Sebab, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kuliahnya gratis, dapat tunjangan, asrama, makan, seragam, dan bahkan setelah lulus nanti bisa diangkat menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/casn\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">calon pegawai negeri sipil (CASN).<\/a> Tapi, nggak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk Perguruan Tinggi Kedinasan. Berikut beberapa hal yang nggak bisa kamu banggakan jika kuliah di sekolah kedinasan yang mungkin akan membuatmu berpikir ulang.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Fasilitas sekolah kedinasan cenderung minim tak seperti PTN pada umumnya<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya minim di sini adalah fasilitasnya nggak semegah yang ada di PTN. Umumnya, PTN memiliki lahan kampus yang begitu luas. Makanya nggak jarang di satu kampus ada tugu ikonik, danau, bahkan sampai hutan kota. Rumah sakit besar serta masjid megah dan ramai dikunjungi masyarakat juga biasanya ada di universitas-universitas ternama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, di sebagian besar sekolah kedinasan, fasilitas-fasilitas tersebut belum tentu bisa kamu jumpai. Misalnya seperti rumah sakit yang nggak akan pernah kamu jumpai. Paling-paling hanya ada poliklinik. Begitu juga dengan masjid megah, hutan kota, bahkan danau menjadi hal yang jarang ada di PTK.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi saya nggak akan suuzan kepada para pemimpin perguruan tinggi yang hemat-hemat dana operasional. Bukankah memang sesuatu yang sangat mubazir jika di sekolah kedinasan dibangun fasilitas mewah dan lengkap sementara jumlah mahasiswanya paling cuma dua ribuan? Lagi pula sumber daya PTN juga bisa dari mana, misalnya dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-jogja-kelas-menengah-ukt-mahal-keringanan-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UKT mahasiswa<\/a> maupun uang sumbangan jalur mandiri.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Namanya kurang familier dibandingkan PTN<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu gengsian, kayaknya kamu lebih cocok masuk PTN daripada PTK. Sebab, jika ditanya, \u201cKuliah di mana?\u201d kamu bisa menjawab dengan lantang, \u201cKedokteran UI\u201d atau \u201cFTTM ITB\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau sudah begitu, pasti orang yang bertanya entah kerabat atau keluargamu pasti akan langsung tutup mulut. Soalnya universitas-universitas tersebut sudah familier di telinga masyarakat kita. Jurusan yang kamu sebutkan pun mungkin akan membuat orang diam seketika, dan bahkan berkata, \u201cPinter ya bisa masuk Kedokteran <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jembatan-aborsi-contoh-nyata-beratnya-perjuangan-kuliah-di-ui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UI<\/a>.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda kalau kamu masuk sekolah kedinasan. Saat ditanya, \u201cKuliah di mana?\u201d orang mungkin akan kebingungan. Misalnya, saat kamu menjawab, \u201cKuliah di STIS\u201d si penanya mungkin akan lanjut bertanya, \u201cApaan tuh?\u201d Akhirnya mau nggak mau kamu harus menjelaskan soal kampusmu ke orang tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Belum semua sekolah kedinasan memiliki akreditasi seperti PTN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain fasilitas yang minim dan nama yang kurang familier di masyarakat, sekolah kedinasan juga kerap dianalogikan sebagai perguruan tinggi kasta kedua. Sejatinya, tujuan diadakan program pendidikan PTK adalah untuk input SDM yang baru agar lebih berkualitas\u2014seperti pusdiklat, bukan menekankan pada keilmuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara dejure, sekolah kedinasan memang nggak lebih baik dari PTN dari penilaian beberapa indikator yang biasanya dikeluarkan secara berkala oleh beberapa lembaga. Misalnya, pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan Dikti, beberapa kali sekolah kedinasan tidak ada dalam daftar top 500. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, beberapa program studi maupun instansi juga ada yang tergolong baru dan belum terakreditasi. Beberapa sekolah kedinasan juga hanya tembus sampai akreditasi B, meski ada juga yang akreditasinya unggul. Kamu bisa cek akreditasi perguruan tinggi <a href=\"https:\/\/www.banpt.or.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><strong>#4 Pesaingnya banyak<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibandingkan tes masuk PTN, tes masuk sekolah kedinasan sedikit lebih mudah. Biasanya hanya terdiri dari tes-tes kemampuan dasar yang nggak lebih sulit dari Fisika dan Kimia seperti TPA, TBI, dan psikotes. Namun, hal ini berdampak dengan naiknya jumlah pendaftar dan menaikkan tingkat keketatan seleksi. Alhasil biasanya seleksinya jadi lebih ketat daripada seleksi masuk PTN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa alasan di atas biasanya membuat calon mahasiswa baru lebih sreg untuk memilih PTN dibandingkan sekolah kedinasan. Tapi, semua hal di atas balik lagi kepada pilihan masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rezky Yayang Yakhamid<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/rela-mundur-dari-snbp-ugm-demi-sekolah-kedinasan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rela Mundur dari Pendaftaran SNBP UGM Demi Sekolah Kedinasan Agar Lebih Mudah Jadi PNS<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah di sekolah kedinasan mungkin kelihatan menjanjikan. Sayangnya, orang yang gengsian nggak cocok untuk daftar di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":410,"featured_media":263871,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[34,410,19756,5715,5754],"class_list":["post-263868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-mahasiswa","tag-perguruan-tinggi","tag-perguruan-tinggi-negeri","tag-sekolah-kedinasan","tag-seleksi-masuk-perguruan-tinggi"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/410"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}