{"id":263676,"date":"2024-02-21T07:47:33","date_gmt":"2024-02-21T00:47:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=263676"},"modified":"2024-02-21T07:17:23","modified_gmt":"2024-02-21T00:17:23","slug":"sedayu-bantul-surganya-pecinta-mie-ayam-yang-murahnya-nggak-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sedayu-bantul-surganya-pecinta-mie-ayam-yang-murahnya-nggak-masuk-akal\/","title":{"rendered":"Sedayu Bantul, Surganya Pencinta Mie Ayam yang Murahnya Nggak Masuk Akal"},"content":{"rendered":"<p>Tulisan Kak Cindy Gunawan beberapa hari di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-bantul-sebenar-benarnya-makanan-khas-bantul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a> yang mengusulkan mie ayam untuk dinobatkan sebagai makanan khas Bantul menurut saya cukup valid. Sebagai warga Sedayu Bantul, saya mengakui argumen mengenai mie ayam yang menjadi top of mind makanan yang dicari memang benar-benar terjadi. Bukan tanpa alasan, mie ayam enak di Bantul memang tersebar di mana-mana. Selain itu, harga yang tercantum di menu sering kali nggak masuk akal saking murahnya!<\/p>\n<p>Saya mungkin akan menambah referensi khazanah per-mie ayam-an yang murahnya kebangetan kepada kalian. Banyak kreator konten yang sudah membuktikan secara langsung bahwa masih banyak mie ayam dengan harga 6 ribuan di sini. Ya, kalian nggak salah liat, memang benar harganya 6 ribuan! Tentu saja warga UMR Jogja seperti saya sumringah melihat fakta semacam itu~<\/p>\n<h2><strong>Bawa ceban sudah aman di Sedayu, Bantul<\/strong><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/instagram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Akun Instagram<\/a> dengan username @agusjuliand sering kali meliput mie ayam yang murahnya nggak masuk akal di Sedayu. Jika bertemu satu atau dua penjual yang menjual dengan harga murah, mungkin masih belum bisa mewakili keseluruhan wilayah.<\/p>\n<p>Akan tetapi setelah ditengok lebih lanjut, lebih dari lima konten mengenai murahnya harga mie ayam dapat ditemui di berbagai wilayah yang tersebar di Sedayu, Bantul. Hal tersebut bisa saya konfirmasi valid karena salah satunya berada di dusun sebelah saya tinggal.<\/p>\n<blockquote class=\"instagram-media\" style=\"background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);\" data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C2YwCPsxXuA\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\">\n<div style=\"padding: 16px;\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;\"><\/div>\n<div style=\"padding-top: 8px;\">\n<div style=\"color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;\">View this post on Instagram<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\">\n<div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: 8px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);\"><\/div>\n<\/div>\n<div style=\"margin-left: auto;\">\n<div style=\"width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div>\n<div style=\"width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\">\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div>\n<div style=\"background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div>\n<\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;\"><a style=\"color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;\" href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C2YwCPsxXuA\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">A post shared by Agus Juliand (@agusjuliand)<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/blockquote>\n<p><script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script><\/p>\n<p>Bayangkan saja seporsi mie hanya dibanderol 6 ribu rupiah. Jika kalian masih pengin tambah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bakso\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bakso<\/a> cuma perlu nambah 4 ribu rupiah. Hanya dengan ceban, kalian sudah bisa makan kenyang dan bisa lebih hemat jika memesan air putih untuk minum. Di mana lagi kalian bawa ceban dan sudah dapat dua menu makanan yang cukup proper?<\/p>\n<p>Tentu saja untuk urusan cita rasa kalian nggak bisa bandingkan dengan mie ayam seharga belasan ribu hingga puluhan ribu. Tapi, secara umum porsi yang disajikan mengenyangkan dan racikan bumbunya terbilang pas, kok. Kalian masih bisa merasakan gurih pada kuahnya, bumbu pada ayam juga terasa, dan tekstur mienya juga kenyal. Sebagai orang yang pernah merasakannya secara langsung, mie ayam seharga 6 ribu masih benar-benar layak dan masuk kategori \u201ccukup enak\u201d untuk dinikmati.<\/p>\n<h2><strong>Bonus geografis dan demografis<\/strong><\/h2>\n<p>Sedayu bisa saya bilang sebagai surganya pencinta mie ayam murah karena faktor geografis dan demografis. Jika melihat dari sisi geografis, Sedayu sendiri terletak di daerah terluar Bantul yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kulon Progo. Hal tersebut menjadi salah satu faktor di mana penduduk dari Sleman dan KP tidak ragu untuk berburu kuliner di daerah Sedayu karena jaraknya tak terlalu jauh.<\/p>\n<p>Secara demografis, <a href=\"https:\/\/www.krjogja.com\/yogyakarta\/1242500975\/sp2020-penduduk-diy-capai-367-juta-orang#:~:text=Laju%20pertumbuhan%20penduduk%20DIY%20mencapai,30%2C69%20dari%20total%20penduduk.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengutip Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Heru Margono<\/a>, Provinsi DIY memang sedang mengalami bonus demografi berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 karena persentase usia produktif mencapai 70,04 persen. Kabupaten Sleman dan Bantul menunjukkan jumlah penduduk terbanyak di provinsi ini.<\/p>\n<p>Hal tersebut tentunya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian. Nama Sedayu Bantul yang sebelumnya tak bisa lepas dari bayang-bayang nama Presiden Soeharto (tanah kelahiran beliau), kini juga dapat dibranding dengan kulinernya. Berdasarkan penuturan para penjual pada video konten mas @agusjuliand, mereka juga menyebutkan bahwa para penjual memiliki grup khusus.<\/p>\n<p>Nah, sekarang tinggal tugas dari pemerintah untuk memfasilitasi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-dosa-penjual-mi-ayam-yang-jarang-disadari-pembeli\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">para penjual<\/a> ini. Pemerintah tinggal menyiapkan strategi untuk branding mie ayam di Kabupaten Bantul. Selanjutnya, Kecamatan Sedayu dapat memberikan ciri khas mie ayam yang murahnya nggak masuk akal sebagai daya tarik khusus. Dengan begitu, kuliner ini dapat melekat dengan Bantul dan Sedayu ikut kecipratan melalui branding \u201cmie ayam murah\u201d tadi. Saiki wayahe Sedayu tampil, Bos.<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ayam-jogja-ternyata-tak-seenak-reputasinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau kalian main ke Sedayu, Bantul, kalian akan menjumpai penjual mie ayam yang menjual dagangannya seharga 6 ribu saja. Tenan, Lur!<\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":263685,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10802,14808,6346,796,23277,22524,18599,23328,23327],"class_list":["post-263676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kabupaten-bantul","tag-kuliner-bantul","tag-mi-ayam","tag-mie-ayam","tag-mie-ayam-bantul","tag-pedagang-bakso-dan-mie-ayam","tag-penjual-mi-ayam","tag-sedayu","tag-sedayu-bantul"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263676"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263676\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}