{"id":263226,"date":"2024-02-17T18:28:51","date_gmt":"2024-02-17T11:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=263226"},"modified":"2024-02-17T18:28:51","modified_gmt":"2024-02-17T11:28:51","slug":"solo-sangat-unik-di-mata-orang-tegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solo-sangat-unik-di-mata-orang-tegal\/","title":{"rendered":"Keunikan Solo di Mata Orang Tegal selain Pernah Dipimpin Gibran\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di benak orang-orang pada umumnya, Solo hanya terkenal akan dua hal yakni Keraton Solo dan Gibran yang kini berlaga dalam pemilihan Capres-Cawapres 2024. Begitu pula Solo di mata kebanyakan orang Tegal yang baru pertama kali mengunjungi kota mungil itu. Saya salah satu orang Tegal itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beruntungnya, saya punya kesempatan menjelajahi kota ini selama beberapa hari. Ada beberapa hal di Solo yang membuat saya terheran-heran sebagai orang Tegal. Apa saja?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Biaya parkir di Solo biking melongo<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar murahnya harga-harga di Solo sudah sering saya dengar. Saya pikir harga yang murah hanya berlaku pada barang dan jasa yang ditawarkan di tempat-tempat wisata saja. Ternyata, harga yang lebih rendah daripada standar daerah-daerah lain juga berlaku pada tarif parkir di mana pun itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membuktikannya sendiri ketika liburan ke Solo. Parkir mobil hanya dikenai tarif Rp3.000 saja. Betapa terkejutnya saya ketika menyerahkan uang Rp5.000 dan mendapat kembalian Rp2.000. Padahal biasanya, ketika saya menyerahkan uang Rp5.000, uang tersebut langsung masuk kantong <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-sulit-ikhlas-memberi-uang-2-ribu-untuk-tukang-parkir\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tukang parkir<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>#2 Kuliner Pasar Gede Solo buka siang<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di hari pertama saya liburan, saya begitu bergegas ke Pasar Gede Solo untuk menjajal kuliner di sana. Merujuk hasil penelusuran Google, kulineran di pasar tradisional itu sangat direkomendasikan dan tidak boleh terlewat. Itu mengapa saya langsung memutuskan untuk sarapan di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam benak saya, pasar pasti buka pagi, seperti pasar-pasar di Tegal maupun daerah lain. Ternyata saya salah. Ketika saya meluncur ke lokasi pada pukul 06.30 WIB, ternyata pasar belum buka. Bagian <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/9-rekomendasi-kuliner-di-pasar-gede-solo-yang-sayang-untuk-dilewatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner Pasar Gede Solo<\/a> ternyata baru buka sekitar pukul 10.00 WIB.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>#3 Lampu jalan mati, nggak cocok untuk wisata malam<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati suasana malam hari bisa menjadi salah satu cara mengenal suatu kota. Itu mengapa saya\u00a0 menjajal menelusuri jalan Solo saat malam hari. Sayangnya pengalaman itu justru membuat saya kecewa karena lampu jalannya mati. Seingat saya, pada itu saya menelusuri daerah di Solo Baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dibilang ada pemadaman listrik, kayaknya nggak juga. Lha, wong rumah dan kafe di kiri kanan jalan terang, kok. Hanya lampu jalan dari ujung ke ujung yang mati. Saya jadi bertanya-tanya, memang seperti itukah<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/solo-baru-wilayah-sukoharjo-yang-lebih-modern-ketimbang-daerah-pusatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Solo Baru<\/a> setiap malamnya?<\/span><\/p>\n<h2><strong>#4 Keberadaan Pak Ogah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan Pak Ogah yang saya maksud bukan tokoh botak di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Si_Unyil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">serial anak-anak<em> Si Unyil<\/em> <\/a>ya. Pak Ogah di Solo adalah sebutan b<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agi orang yang membantu mengatur lalu lintas. Biasanya mereka berada tepat di pertigaan atau perempatan untuk membantu mobil atau motor yang akan menyeberang jalan. Mereka menggunakan peluit dan tongkat untuk mengatur lalu lintas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya terheran-heran dengan keberadaan Pak Ogah ini karena kendaraan yang sudah dibantu tidak memberikan uang. Setelah menyebrang atau putar balik di pertigaan atau di perempatan mereka melaju begitu saja. Ini pemandangan yang aneh untuk saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di Tegal, pengendara mobil biasanya menjulurkan Rupiah dari balik jendela. Ini hal yang wajar atau lumrah bagi kami. Namun, selama di Solo saya sama sekali tidak melihat pengendara memberikan uang. Entah tidak\u00a0 pernah atau saya terlewat ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal yang membuat Orang Tegal seperti saya terkaget-kaget ketika berwisata di Solo. Beberapa keterkejutan sifatnya positif, dalam artian lebih baik dari ekspektasi saya. Beberapa memang jatuhnya mengecewakan atau tidak sesuai dengan ekspektasi, tapi nggak apa-apa tidak ada daerah yang sempurna. Yang jelas, Solo sangat layak untuk dikunjungi, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tawangmangu-karanganyar-tempat-favorit-mahasiswa-solo\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tawangmangu Karanganyar Tempat Favorit Mahasiswa Solo, Saking Solo Nggak Ada Apa-apanya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di mata orang Tegal Solo punya banyak keunikan selain pernah dipimpin Gibran, mulai dari harga-harga murah hingga keberadaan Pak Ogah.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":263236,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[23283,2284,2857,3224],"class_list":["post-263226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-orang-tegal","tag-solo","tag-tegal","tag-wisata"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263236"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}