{"id":263144,"date":"2024-02-17T13:41:55","date_gmt":"2024-02-17T06:41:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=263144"},"modified":"2024-02-17T13:41:55","modified_gmt":"2024-02-17T06:41:55","slug":"perempatan-radial-palembang-problematik-pengendara-was-was","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-radial-palembang-problematik-pengendara-was-was\/","title":{"rendered":"Bukannya Memperlancar Lalu Lintas, Perempatan Radial Palembang Justru Bikin Pengendara Makin Was-was"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir separuh hidup saya melewati Perempatan Radial Pelembang. Selama kurang lebih 10 tahun saya mondar-mandir simpang empat ini, ada-ada saja masalahnya. Mungkin Perempatan Radial Palembang menjadi titik yang paling sering diliput berita saking ada saja kejadiannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempatan Radial Pelembang memang titik yang cukup ramai. Perempatan ini menghubungkan jalan-jalan padat seperti Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan Merdeka dan Jalan Radial menuju ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pasar-16-ilir-palembang-potensi-wisata-yang-disia-siakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Arah<\/a><\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Pasar 26 Ilir<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Palembang. Itu mengapa masalah-masalah di perempatan ini akan berdampak pada banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya perempatan ini sudah problematik sejak dahulu. Namun, saya tidak begitu memperhatikannya karena pada saat itu belum begitu mengganggu. Semakin ke sini, masalah di Perempatan Radial Palembang semakin banyak dan mulai mengganggu pengguna jalan. Itu mengapa saya tergerak untuk menuliskannya di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Lampu lalu lintas Perempatan Radial Palembang sering mati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan, betapa kacaunya sebuah perempatan sibuk dengan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lampu-lalu-lintas-sebaiknya-beroperasi-24-jam-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> lampu lalu lintas<\/a> yang sering mati. Hitung-hitung, setidaknya sudah 10 kali saya terjebak macet di perempatan ini karena lampu lalu lintasnya tidak berfungsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah apa yang merasuki rambu lalu lintas di perempatan ini, pokoknya dalam satu minggu pasti ada saja sehari rambu lalu lintasnya eror. Mulai dari lampu hijaunya jadi hijau terus, lampu kuningnya jadi kuning terus, hingga mati sama sekali. Bahkan, pernah semalaman lampunya jadi merah semerah amarah saya terhadap titik ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seolah rambu lalu lintas tidak cukup membuat kekacauan, pengguna jalan yang melintas di perempatan ini kesabarannya setipis tisu. Benar-benar combo yang menyebalkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Pengguna jalan yang ugal-ugalan membahayakan pengguna jalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sekali pengendara yang melanggar lalu lintas di tempat ini. Awalnya saya pikir Perempatan Radial Palembang adalah tempat paling kebal hukum di Palembang. Setelah beberapa waktu saya baru menyadari, perempatan ini bukannya kebal hukum, tapi paling diabaikan oleh polisi. Pantas saja orang dengan santainya rambu-rambu yang ada di sekitar sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecelakaan kerap kali tidak terhindarkan karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menerobos-lampu-merah-itu-tindakan-orang-idiot\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengendara menerobos lampu lalu lintas<\/a>. Namun kalau dipikir-pikir, para penerobos ini bisa saja benar karena lampu lalu lintas di titik ini sering rusak, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berharap tempat ini benar-benar segera dibenahi. Perbaiki lampunya, tugaskan polisi untuk mengawasi, dan tindak tegas mereka yang ugal-ugalan. Jangan sampai menunggu jatuh lebih banyak korban untuk mengambil langkah serius.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Perempatan Radial Palembang arena tawuran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian perlu ekstra hati-hati kalau melewati Perempatan Radial Palembang di malam hari. Bukan apa-apa, saya hanya takut ada botol kaca tiba-tiba meluncur ke wajah. Maklum, perempatan Radial memang jadi arena tawuran rutin. Bekas-bekas pecahan kaca pun sering berserakan sering di perempatan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perempatan Radial memang jadi arena tempur favorit antara dua kubu. Satu kubu dari Jalan Radial dan satunya lagi dari Rumah Susun. Pokoknya pertarungan sengit sering sekali terjadi, saya sampai jengah. Selain mengganggu rute jalan saya ke pasar, tawuran ini juga sering menyasar pengendara yang baru pertama kali lewat dan nggak tahu kalau ada tawuran.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Lahan pengumpul sumbanga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak masalah dengan orang-orang yang mencari sumbangan. Toh saya juga pernah jadi bagian mengumpulkan sumbangan. Namun, pengumpul sumbangan di perempatan Radial nyatanya agak lain. Cukup banyak yang meminta sumbangan tanpa alasan yang jelas. Spanduk nggak punya, identitas apalagi. Mereka hanya bermodal kotak kardus saja, ini pengemis berkedok pengumpul sumbangan, ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mereka kurang memperhatikan situasi sekitar ketika meminta sumbangan. Kondisi perempatan ini cukup padat dan kehadiran para peminta sumbangan ini menambah keruwetan lalu lintas. Saran saya sih, pengumpul sumbangan lebih\u00a0 beralih ke sekitar <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Palembang_Indah_Mall\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Palembang Indah Mall (PIM)<\/a>. Kondisi orang-orang di sana cenderung lebih santai daripada di Perempatan Radial Palembang. Selain tidak menimbulkan keruwetan, siapa tahu hasil sumbangan jadi lebih banyak di tempat itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di atas pengalaman saya selama kurang lebih satu dekade melewati Perempatan Radial Palembang. Saya berharap simpang empat ini mendapat lebih banyak perhatian dari pemerintah sehingga bisa berfungsi secara maksimal. Selama ini, kehadiran simpang empat ini tidak begitu signifikan terhadap kelancaran lalu lintas, justru pengguna jalan semakin was-was karena begitu banyak masalah terjadi di titik ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Ridho<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-nasional-jombang-adalah-mimpi-buruk-pengendara\/\"><b>Jalan Nasional Jombang yang Nggak Keurus Jadi Mimpi Buruk Pengendara<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><!--\/data\/user\/0\/com.samsung.android.app.notes\/files\/clipdata\/clipdata_bodytext_240217_062335_030.sdocx--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perempatan Radial Palembang tidak memperbaiki kondisi lalu lintas. Pengendara justru was-was karena terlalu banyak masalah di sana.<\/p>\n","protected":false},"author":1286,"featured_media":263191,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4886,7729,2208,332,10634,23280,23279,23281],"class_list":["post-263144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-lampu-lalu-lintas","tag-palembang","tag-pengendara","tag-pengguna-jalan","tag-perempatan","tag-perempatan-radial","tag-perempatan-radial-palembang","tag-simpang-empat"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1286"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/263191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}