{"id":262801,"date":"2024-02-15T12:09:31","date_gmt":"2024-02-15T05:09:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=262801"},"modified":"2024-02-15T12:09:31","modified_gmt":"2024-02-15T05:09:31","slug":"nasi-goreng-jagung-di-kodam-v-brawijaya-surabaya-bikin-seret","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-goreng-jagung-di-kodam-v-brawijaya-surabaya-bikin-seret\/","title":{"rendered":"Pengalaman Pertama Makan Nasi Goreng Jagung di Kodam V Brawijaya Surabaya: Bikin Tenggorokan Seret, Hilang Nafsu Makan, dan Menyesal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kodam-v-brawijaya-surabaya-lapangan-militer-jadi-pasar-malam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tulisan Mas Prasta<\/a> tentang Kodam V Brawijaya yang ada di Surabaya. Membaca tulisan tentang Kodam Surabaya, bikin saya teringat pengalaman pertama nyobain salah satu makanan yang ada di sana, yaitu nasi goreng jagung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, nasi goreng jagung memang hal aneh. Biarkan saya cerita dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencoba hal baru nggak selalu menyenangkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pertama kali merantau sebagai mahasiswa, saya diberi petuah kuliner oleh orang tua saya. Katanya, kalau di tempat baru, cobain makanan yang khas, unik, atau makanan yang nggak pernah ada di tempat asalmu. Tujuannya agar kita punya pengalaman yang luas soal makanan-makanan di luar daerah kita. Gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petuah itu masih saya pegang ketika pertama kali berkunjung ke Kodam V Brawijaya. Saya datang ke Kodam sebagai mahasiswa akhir bulan dengan satu orang teman yang sama-sama sedang kekurangan uang. Saya tentu saja menarget makanan unik, tapi tetap mengenyangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar seperti kata Mas Prasta di tulisannya, Kodam V Brawijaya ini luas sekali dan banyak jenis makanan. Buanyak banget. Saking banyaknya, saya dan teman saya sampai bingung mau makan apa dengan uang yang pas-pasan. Meskipun pada akhirnya, kami berdua berlabuh di tukang nasi goreng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi goreng uniknya di mana? Nah awalnya saya juga berpikir demikian. Sampai saya nemu salah satu menu di penjual nasi gorengnya, yaitu nasi goreng jagung. Menurut saya, nasi goreng jagung itu unik dan nggak pernah saya temui di daerah asal saya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bangkalan-madura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangkalan Madura<\/a>. Alhasil, saya pesanlah makanan unik itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekspektasi saya, nasi goreng jagung itu berisi nasi yang digoreng lalu diberi toping jagung dengan bumbu khas. Eh ketika datang malah nggak ada nasinya blass. Isinya hanya jagung rebus yang diparut, lalu digoreng. Seketika saya menyesal mengikuti petuah orang tua saya soal makanan. Ah, atau barangkali bukan petuahnya yang keliru, tapi sayanya yang bodoh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nasi goreng jagung bikin seret<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi saya perjelas, nasi goreng jagung itu nggak ada nasinya. Isinya adalah jagung rebus yang diparut lalu kemudian digoreng. Kira-kira kalau dimakan rasanya seperti apa? Yup betul, bikin seret tenggorokan. Nasi goreng ini nggak bisa dimakan, karena bikin tenggorokan seret. Saking seretnya, di suapan ketiga sudah nggak bisa ditelan oleh tenggorokan normal saya. Alhasil, yaa nggak dimakan sampai habis. Mana uang pas-pasan, pesan makanan malah datangnya ampas jagung yang nggak bisa dimakan. Hadeeeh.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bikin nggak selera makan yang lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat ekspresi saya yang murung, karena makanan yang saya pesan tak bisa dimakan, teman saya menawarkan makanannya yang normal. Dia memesan nasi goreng biasa. Nasi gorengnya normal seperti nasi goreng pada umumnya. Teman saya main aman, karena sedang lapar dan uangnya juga pas-pasan. Tidak seperti saya yang sok ngide makan-makanan unik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tawaran berbagi makanan dari teman saya itu tak saya terima. Meskipun saya juga sedang lapar, tapi nafsu makan saya tiba-tiba hilang akibat nasi goreng jagung keparat itu. Saya sampai bingung, kok ada orang jualan makanan yang nggak bisa dimakan gini ya? Apes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi saran saya, untuk yang mau ke <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/locations\/952971141\/pasar-malam-kodam-brawijaya-v-surabaya\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasar malam<\/a> Kodam V Brawijaya yang ada di Surabaya, jangan sekali-kali nyobain nasi goreng jagung kalau nggak mau menyesal seperti saya. Cobain kuliner yang lain sebanyak-banyaknya, tapi jangan nasi goreng jagung. Kasian tenggorokan kalian, serettt, plus bikin nafsu makan hilang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk abang-abang yang jualan nasi goreng jagung, saran saya segera ganti menu deh. Makanannya nggak ramah tenggorokan. Kalau pun mau tetap pakai nama nasi goreng jagung, tetap dikasih nasi. Jagungnya dijadikan toping aja dengan bumbu khas yang enak. Pokoknya nggak usah aneh-aneh, dah.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Naufalul Ihya&#8217; Ulumuddin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-ya-nasi-jadi-makanan-pokok-orang-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenapa ya Nasi Jadi Makanan Pokok Orang Indonesia?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nasi goreng nggak pakai nasi, gila.<\/p>\n","protected":false},"author":1825,"featured_media":262893,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[23111,7407,23243,405],"class_list":["post-262801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kodam-v-brawijaya","tag-nasi-goreng","tag-nasi-goreng-jagung","tag-surabaya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}