{"id":262586,"date":"2024-02-13T10:18:05","date_gmt":"2024-02-13T03:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=262586"},"modified":"2024-02-13T10:18:05","modified_gmt":"2024-02-13T03:18:05","slug":"umk-cikarang-memang-tinggi-tapi-biaya-hidupnya-murah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/umk-cikarang-memang-tinggi-tapi-biaya-hidupnya-murah\/","title":{"rendered":"UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can&#8217;t Relate!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja Cikarang selalu dicitrakan menyenangkan di medsos. Meski daerahnya jauh dari gegap gempita ibu kota, tapi beda cerita dengan upahnya. UMK Cikarang mirip dengan Ibu Kota. Tentu ini jadi hal yang menyenangkan buat pekerja sana, sesuatu yang orang Jogja tak akan pernah relate.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gilanya lagi, biaya hidup di Cikarang ternyata tak besar. Setidaknya tak sebesar Ibu Kota lah, padahal upahnya sama. Kenapa ini gila? Tentu saja karena banyak orang bilang, kalau upah besar artinya biaya hidupnya ikutan besar, sesuatu yang bakal dipatahkan begitu saja oleh kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apa benar biaya hidup di Cikarang itu benar-benar terjangkau? Supaya kamu nggak bertanya-tanya, saya sebagai orang Cikarang akan menjawabnya pada tulisan ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biaya sewa kos di Cikarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mulai dengan membahas biaya sewa kost. Cikarang merupakan salah satu tempat rantau favorit di Jabodetabek, mengingat kota ini salah satu pusat industri serta upahnya begitu tinggi. Nah, ternyata, meski jadi favorit para perantau, bukan berarti harga sewa properti di sini naik gila-gilaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya sewa kost di kota ini terhitung masih terjangkau. Masih banyak kos yang harga sewanya nggak sampai Rp1 juta. Malah tak sedikit yang biaya sewanya sekitar Rp500.000-750.000. tentu kondisi seadanya, seperti kata pepatah, \u201cBeggar cant be choosers.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, kost yang sewanya murah agak jauh dari kawasan industri. Mobilitas jadi agak susah sih, tapi setidaknya nggak kena limbah pabrik terlalu sering, lah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Biaya memiliki rumah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tricky. Sebenarnya memasukkan biaya punya rumah di Cikarang itu sudah salah secara logika karena jelas mahal. UMK Cikarang yang besar tak serta merta bikin kemampuanmu beli rumah meningkat drastis. Kebeli, memang, tapi tetep mencekik. Tapi, bukan berarti tidak ada cara lain untuk bisa punya rumah di Cikarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ada cara kedua memiliki rumah di Cikarang, yakni kredit\/membeli rumah jadi. Tentu bukan rumah jadi yang ada di perumahan elit lho ya. Itu mah harganya malah lebih mahal daripada bangun rumah sendiri di pinggiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud saya di sini, memiliki rumah di Cikarang dengan kredit\/membeli rumah subsidi. FYI, masih banyak perumahan subsidi di kota ini. Bagaimana tidak, lha wong salah satu program rumah murah\/subsidi di awal kepemimpinan Presiden Jokowi berada di Cikarang. Saya masih ingat betul nama perumahannya yakni, <a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/properti\/d-6142726\/kondisi-rumah-murah-cikarang-dulu-diresmikan-jokowi-kini-banyak-ilalang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Villa Kencana Cikarang<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup wajar jika rumah subsidi di Cikarang tergapai oleh pekerja dengan gaji UMK. Tapi, lagi-lagi, kualitas bangunannya tentu tidak sebagus beli rumah \u201creguler\u201d. Well, yang penting rumah itu serve its purpose. Gitu aja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga makanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati hanya bekerja sekitar 1-2 tahun di Jakarta, kurang lebih saya tau harga makanan di sana. Hampir mustahil bagi saya menemukan seporsi makanan berat di bawah Rp10 ribu di Jakarta Selatan. Maksud makanan berat di sini bukan yang asal kenyang doang ya. Tapi, harus memenuhi kandungan gizi. Harus ada seratnya, protein, dan karbohidratnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, di Cikarang, masih ada makanan berat dengan harga di bawah Rp10 ribu. Ya, di dekat rumah orang tua saya, masih banyak penjual makanan berat dengan harga segitu. Jadi, banyak varian makanan yang bisa dipilih. Biar nggak bosan makannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat dari sedikit fakta di atas, bisa dibilang Cikarang masih begitu aman untuk ditinggali. UMK yang besar tak serta merta diikuti dengan harga yang ikutan besar pula. Jadi, untuk kalian yang berencana merantau ke kota industri ini, jangan ragu lagi. Asalkan gaya hidup kalian tidak ugal-ugalan, hidupmu aman sulaiman.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikarang-kota-industri-yang-dipenuhi-calo-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Calo Kerja, Sisi Gelap di Balik Gemerlapnya Cikarang Kota Industri<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tetap murah, Bolo!<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":262625,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7539,7211,1979,23220,10939,23221,23219],"class_list":["post-262586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-biaya-hidup","tag-cikarang","tag-gaji","tag-harga-kos","tag-harga-makanan","tag-harga-rumah-di-cikarang","tag-umk-cikarang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=262586"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/262586\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/262625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=262586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=262586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=262586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}