{"id":2623,"date":"2019-05-31T15:00:45","date_gmt":"2019-05-31T08:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2623"},"modified":"2021-10-05T13:03:54","modified_gmt":"2021-10-05T06:03:54","slug":"apa-salahnya-prabowo-ziarah-ke-makam-pak-harto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/apa-salahnya-prabowo-ziarah-ke-makam-pak-harto\/","title":{"rendered":"Apa Salahnya Prabowo Ziarah Ke Makam Pak Harto?"},"content":{"rendered":"<p class=\"western\" align=\"justify\">Hari ini Senin, 27 Mei 2019, Capres nomer urut 02\u2014Prabowo Subianto yang saya akrabi dengan panggilan Om Wowo\u2014berkunjung ke makam mantan mertuanya sekaligus presiden RI ke-2 yaitu Alm. Soeharto atau biasa disapa Pak Harto di Astana Giribangun, Karanganyar.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Ketua umum Partai Gerindra mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Solo dan langsung menuju makam hingga tiba di sana saat pukul 13.30 WIB. Seperti biasa\u2014nggak kurang dan lebih\u2014beliau Om Wowo pakai setelan andalannya. Baju safari warna coklat, celana hitam, dan kacamata hitam. Selayaknya mau ke makam, apalagi mantan mertua sendiri, Om Wowo memakai songkok hitam andalannya.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Ketika tokoh panutannya berkunjung\u2014meskipun mau ke makam-seperti biasalah\u2014pengikutnya dari kader-kader Partai Gerindra turut meramaikan makam buat menyambut junjungan mereka yang jadi paslon 02 dalam gelaran pilpres 2019 ini. Prabowo sempat menyalami beberapa orang, yang setelah itu langsung dia menuju ke area pemakaman Pak Harto. Pemandangan yang enak juga saat Pak Prabowo didampingi oleh putranya dari Titiek Soeharto\u2014Didit Prabowo. Sepertinya Pak Prabowo pengen anaknya biar tahu kalo kakeknya sudah tenang di surga.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Lebih kerennya juga, datang orang-orang penting lainnya seperti mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Lalu DPD Gerindra Jawa Tengah, Abdul Wachid sekaligus sekertaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro. Ke makam kok udah kaya mantenan ya\u2014segrup konco kentel dilibatkan juga. <em>The best sih kalo ini<\/em>.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Menurut si juru kunci, Prabowo berdoa selama dua puluh menit di makam. Dan dari keterangan Sekertaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, agenda tersebut hanya acara keluarga. Tujuannya baik yaitu untuk berziarah ke makam keluarga Alm. Soeharto\u2014wah panutan nih Capres no urut 02. Saya salut, masih bisa meluangkan waktu untuk urusan semacam ini di tengah pergolakan hasil pilpres yang belum berpihak padanya.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Namun, niat baik tersebut ternyata berbeda tanggapan dari netizen yang maha benar. Seolah-olah berziarah yang kali ini dilakukan adalah agenda yang bernafaskan politik. Saya sebagai warganet yang ikut nyimak, kesel sih lihat para netizen yang pedes-pedes komennya. Udah kaya tahu mercon harga lima ribu yang penjualnya pas keringetan di lap pake anduk dekil\u2014udah kotor, bau, pedes pula. Itu komentar kalian (netizen) loh ya\u2014yang saya maksud bukan abang tukang tahu merconnya.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Saya sudah menyortir beberapa komentar yang kira-kira bikin saya geli dan jijik sama warganet Indonesia. Khususnya, mungkin, yang jadi oposisinya Om Wowo yang kerjanya <em>online<\/em> di dunia maya, tapi lupa <em>online<\/em> di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Pertama, &#8220;Mngkn minta berkah sama arwahnya mantan mertua biar sidang MK nya lancar &amp; menang&#8230; Awas syirik&#8230;\u201d kata Curut X-1. Dari komentar yang satu ini saya perlu ngakak hebat, kisanak. Dimana si Curut X-1 dengan spekulasinya menduga-duga bahwa kedatangan Om Wowo ke makam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rus\/esai\/kenalan-yuk-sama-orde-baru-alias-ordenya-pak-harto\/\">Pak Harto presiden RI ke-2<\/a> sekaligus mantan mertuanya itu, untuk meminta berkah dari arwahnya. Lalu mengaitkan hal itu dengan persidangan gugatan atau sengketa Pilpres dan Pemilu lancar dan menang.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Hmmm, sebenarnya sejak kapan sih warganet Indonesia terjangkit virus sotoy yang akut? Lebih suka menerka ketimbang melihat kenyataan nyata yang ada di depan.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Logikanya, orang berziarah ya buat berdoa, berharap orang yang tiada diberikan tempat disisi-Nya. Kalo ada niat lain, itu urusan orangnya. Kita hanya perlu tahu niat baik dari itu semua, agar hati adem\u2014nggak dengki mulu.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Nggak usah suuzon dulu juga\u2014<a href=\"https:\/\/tirto.id\/penomoran-digital-dari-aksi-massa-sampai-industri-40-cJRZ\">katanya generasi 4.0<\/a>, kok ya masih bisa beranggapan demikian? Kayaknya yang canggih cuman gadgetnya\u2014orangnya mana tahu.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Terus ada kata-kata \u201cawas syirik\u201d. Kata \u201cawas\u201d itu sebuah peringatan. Nah, peringatan dikeluarkan oleh orang yang sudah paham kondisi dan tahu kek gimana rasanya. Misal \u201cawas licin\u201d berarti orang itu minimal tahu kalo kriteria licin itu seperti yang pernah dia alami. Kalo ditarik ke situ, jangan-jangan dia pernah syirik yah? Eh, kok jadi saya gantian suuzon\u2014<em>astaghfirullah.<\/em><\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Kedua, \u201cTumben lu wo inget mertua&#8230; Bisa doanya gk wo buat orang mati?\u201d kata Curut X-2. Kata-kata ini saya jamin berdasar pada pengalaman empiris si Curut X-2 setelah memakan berita kalau paslon 02 ini nggak bisa baca Alquran atau jadi imam sholat. Tapi motivasi dari doi mengatakan hal itu, bagi saya hanya untuk merendahkan kemampuan seseorang.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Ya memang seperti yang kita tahu sendiri Om Wowo sempat mengakui hal tersebut. Tapi, apa iya pantas salah satu kader terbaik bangsa yang dengan lantang mengakui kekurangannya direndahkan lewat media sosial yang bagi saya komentarnya kurang membangun dan terkesan nyiyir tersebut.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Sepertinya memang benar kata Mbah Kyai, kita perlu menjaga mulut sekaligus jari <em>broh<\/em> saat ini. Kalau tidak, niat untuk memperbaiki kekurangan bangsa, justru malah memecah kesatuan kita.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Ketiga, \u201cBukannya Ziarah itu Dilarang sama golongan mereka, HTI, PKS, FPI.??&#8221;kata Curut X-3. Sadar atau tidak, dengan berziarah ke makam Pak Harto, kali ini Om Wowo hendak mengajarkan kita tentang satu hal yaitu berpolitik yang dewasa. Di mana, urusan politik nggak usah di bawa sampe makam segala. Okelah kalo partai pendukung dan kelompoknya itu melarang atau membid\u2019ahkan ziarah kubur\u2014itu urusan politik. Tapi Prabowo sebagai manusia Nusantara, mencoba melepas dari kepentingan pendukungnya saat urusan keluarga.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Lagian apa salahnya sih kalau Prabowo ziarah kubur? Toh, dengan ziarah kubur bisa membangkitkan ingatan bahwa suatu saat sebagai makhluk-Nya akan mati. Kepentingan dunia hanya sesaat. Apalagi di bulan puasa ini, dengan berziarah semakin mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa.<\/p>\n<p class=\"western\" align=\"justify\">Jangan jadikan perbedaan pandangan membuat kita menjadi dibutakan oleh nafsu menghujat seseorang. Percayalah puasa bisa indah kalo diisi dengan ucapan dan perbuatan yang manfaat. Kalo demo di jalan ricuh, ya dialihkan saja ke demo di dapur\u2014lebih panas kan?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lagian apa salahnya sih kalau Prabowo ziarah kubur? Toh, dengan ziarah kubur bisa membangkitkan ingatan bahwa suatu saat sebagai makhluk-Nya akan mati.<\/p>\n","protected":false},"author":113,"featured_media":2682,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[707,706,301,561,368],"class_list":["post-2623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-om-wowo","tag-pak-harto","tag-pemilu-2019","tag-politik-indonesia","tag-prabowo"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/113"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}